Friday, November 30, 2007

Budaya Hidup Sehat


Mari kita galakkan Budaya merokok

Merokok kayaknya tidak sebahaya narkoba atau pil psikotrofika karena itu diberdayakan dimasyarakat, oleh pemerintah kita. Dulu budaya merokok milik suku indian sekarang mah jadi milik budaya modern, kayaknya kalau tidak merokok kagak gaul dan tidak terlihat kejantanannya dan berubah sekarang mah banyak juga kaum hawa juga ikut mereguk nikmatnya merokok biar terlihat nakal dan jantan dengan berbagai alasan seperti dilegalkan iklan rokok untuk mensponsori olahraga, devisa negara tertinggi non-BBM, penyedia tenaga kerja terbanyak selain penyumbang kerusakan ozon setelah rumah kaca, penyebab penyakit dan kanker no satu di dunia dan peningkatan budaya membakar uang seperti film-film horor mandarin.

Kita tegas terhadap narkotika tapi tidak peduli terhadap budaya merokok, walau dalam setiap iklan rokok ada implik-implik ancaman bahwa merokok bisa menyebabkan kanker, impotensi dan sebagainya. Ceuk si akang, nu paeh justru nu tara ngarokok?
Ada apa dengan PERSIB
Kaget pisan aya naon di tubuh PERSIB laletoy pisan basa maen terakhir injury time malah bobol, apa memang tidak semangat karena para bobotoh dihukum tidak boleh nonton lagi setelah terjadinya kerusuhan, sing dewasa para bobotoh. Coba buntutnya kang Juri dipecat dan diganti oleh mantan pemain persib 80-an robbi Darwis dan kawan-kawan. Kalau bisa mah benahi lagi semangat juangnya dan saya sebagai bobotoh di Bekasi tetap mendukung sepenuhnya kalau ada sedikit kejenuhan dalam bermain wajar dan seharusnya pak Dada Rosada jangan cepat memutuskan melepas atau mengganti pelatih.

Sebab turun naiklah namanya bola yang penting ada perubahan dan kayaknya perlu digembos deui semangatnya biar PERSIB bisa lolos ke final. Apa salahnya kalau ada pelatih dalam negeri yang baik kita gunakan dan lagian jauh lebih hemat biaya dan hemat bahasa. Sanes kitu bobotoh Bekasi.

Malaysia aya wae :


" Reog diakui sebagai budaya Malaysia "

Lagi-lagi kontroversi dari negara yang kayaknya sudah tidak layak lagi menjadi tetangga yang baik dan terlihat beberapa kejadian, mulai dari penganeksasian pulau kita (Sipadan dan ligitan, terakhir pulau Ambalat juga pengen diembat juga), perlakuan tidak manusiawi terhadap para pekerja kita, pemukulan sewenang-wenang ketua tim wasit saat ada musyawarah KL dan lagi-lagi jiwa Inggerisnya keluar dengan claim yang tidak beradab terhadap budaya kita seperti terhadap musik angklung (Khas sunda) dan terakhir claim terhadap Reog Ponorogo yang jelas menyulut kebencian betapa negeri mini terlihat tambah arogan saja. Kata teman si Aa mah : "Ganti aja jangan malaysia, Malingsia!"

CHAPETANG'S - Menurut teman-teman sikap khas kolonialis ini memang nampak biasa seperti dengan merasakan kemakmuran yang luar biasa sehingga dengan tingkat ekonomi yang cukup tinggi dengan luas negara yang kecil bila dibanding dengan indonesia, hal lain dimotivasi oleh rasa takut berlebihan terhadap dominasi para pendatang dari Indonesia yang semakin lama semakin banyak mungkin suatu waktu jadi permasalahan rasial dengan sebutan pendatang haram yang terus tidak bisa dibendung, secara ekonomi sebenarnya sangat membantu untuk menanggulangi kebutuhan pekerja kasar di Malaysia yang tidak bisa diberikan kepada orang asli mereka yang sudah mulai baik hidupnya.

Dominasi pekerja ini secara perlahan berubah setelah generasi kedua orang Indonesia yang perlahan lebih baik, pendidikan dan pemahamannya jauh lebih baik bahkan plus pernikahan dengan masyarakat setempat jelas akan berpengaruh terhadap akulturasi dan suatu waktu sulit diketahui mana penduduk asli mereka karena orang indonesia sudah mulai masuk level pekerjaan yang jauh lebih baik dari orang tua mereka yang sebelumnya hanya buruh kasar dan pedagang kecil saja.

jelas ini sangat mengancam keorisinilan negeri yang merasa paling hebat, tapi kita harus menanggapi permasalahan ini dengan hati dan kedewasaan, tapi pemerintah jangan diam saja dan bisa membuat geram masyarakat kita Perlu ada langkah diplomatik yang konkret oleh pemerintah Republik Indonesia (RI), untuk menindak lanjuti kasus demo massa warok (seniman reog) terhadap Malaysia. Sehingga ada penegasan yuridis terhadap sikap Malaysia yang tidak mengklaim reog sebagai keseniannya.

Di sisi lain, secara internal, masyarakat dan bangsa Indonesia harus lebih mencintai dan 'nguri-uri' (melestarikan) kesenian tradisionalnya. Sebelum kemudian berkembang kasus kesenian bangsa Indonesia mati di negeri sendiri, tapi ironisnya kemudian diklaim oleh negara manca karena seni tradisinya itu dikembangtumbuhkan di luar negeri.

Pendapat ini, Jumat (30/11), dikemukakan oleh budayawan Jawa, Pranoto, menanggapi keberhasilan aksi demo massa warok ke Kedubes Malaysia, menyangkut protes soal klaim reog oleh negeri Jiran.

Pranoto, budayawan pemegang anugerah bintang budaya yang juga abdi dalem Keraton Surakarta bergelar Kanjeng Raden Ario (KRA) Prodjodiningrat ini, mengatakan, pemerintah RI harus segera merespon masalah ini, untuk menindaklanjuti melalui jalur diplomatik antarnegara.

''Langkah ini, sekaligus akan menunjukkan betapa pemerintah RI juga ikut melindungi eksistensi potensi kesenian tradisional rakyatnya yang tumbuh di Nusantara,'' katanya.

Tak ada artinya massa warok demo, manakala pemerintah RI malah menutup mata. Ketua Pagyuban Reog Indonesia (KRI) H Begug Poernomosidi, menyatakan, bersamaan aksi demo massa warok ke Kedubes Malaysia itu, pihaknya telah pula mendesak Menteri Pariwisata dan Menteri Luar Negeri, untuk atas nama pemerintah RI, segera melakukan kontak dan menindaklanjuti kasus klaim reog ini, ke negara Malaysia.

Begug yang menyandang predikat sebagai ketua warok Indonesia bergelar Kanjeng Pangeran (KP)Candra Kusuma Ki Ageng Andana Warih, menyatakan lega ketika Dubes Malaysia untuk Indonesia, Dato Zainal Abidin Zain, menegaskan kalau kerajaan Malaysia tidak mengklaim reog sebagai keseniannya.

Meski kesenian asal Ponorogo Jatim itu, sejak 150 tahun lalu dinyatakan telah tumbuh dan eksis di Johor dan Selangor Malaysia.

Menyikapi ini, Begug, menyatakan, keberadaan reog di Malaysia itu bisa jadi telah ada sejak lama, mengingat Malaysia dulunya menjadi wilayah kerajaan Majapahit. Persoalannya sekarang, boleh saja reog tetap eksis dan dikembangkan di negeri Jiran, asal tidak kemudian diklaim sebagai kesenian tradisional Malaysia.

Sebagaimana warga Tionghoa yang ada di Indonesia mengembangkan Liong Barongsai, tanpa harus mengklaim kesenian asal daratan China itu sebagai kesenian Indonesia. Tegas dong pak Menlu?

Monday, November 26, 2007

Pilkada kota Bekasi samimawon keroyokan bae?


Sudah terpilih tiga kandidat calon wali kota dan wakilnya, sedikit lebih baik dari pilkada gubernur DKI Jakarta dengan dua calon yang mengkerubuti si anak berani PKS. Modus operandi kota Bekasi mirip sekali bahkan babeh M2 pengennya pak Haji Awing dan Ronni Hermawan, SH dari Demokrat-pun ikut bergabung untuk melawan PKS plus berkoalisinya partai besar seperti PPP, PAN, PKB, PBB mendukung Mochtar Muhammad, S.Sos-H. Rahmat Efendi, MSi (koalisi PDIP-Golkar) jelas terlihat begitu perkasa dan berbagai pihak mengunggulkan sang raja yang begitu dominan dengan mengendarai Badan narkotika sebagai sarana promosi yang paling efektif dan soal minusnya kumaha engke yang penting babeh M2.

Yang sangat disayangkan atuh, kumaha PKS teh spanduk dan pampletnya belum terpasang dimana-mana. Ah si Aa ikut prihatin padahal si babeh M2 sudah pasang baligo gede tuh di UNISMA jeung bulak kapal dan banyak spanduk hilang lagi, gimana bisa lawan goliat yang sedang menggeliat kalau pada tidur, sok atuh contoh orang kampung di kabupaten bekasi. Da solidaritasnya hebat pisan nepi ka nonis oge mendukung SADAR, tapi si aa walau tinggal di Cikarang tetap mendukung kalau para ustad mimpin kota Bekasi, beh balendeur atuh teu pating haroak marebutkeun tender, sok lihat bersama nanti pasti ada kontrak politik dengan para pendukung Babeh lamun teu minta jatah lamun si babeh menang dalam pemilihan januari besok.

Tuesday, November 13, 2007

Gang motor dan budaya bebas.

Awalnya ingin bebas dan menunjukan eksistensi diri sehingga apabila melihat tayangan di TV bagaimana gang motor Bandung memplonco anggota barunya dengan diadu dombakan seperti jaman baheula di film-film barbar saling pukul bari bubulucun. Aa lihat Tidak terlihat jatidiri orang Sunda yang lembut, halus dan matak pikabeutaheun. Sok tanya orang Bandung mun jalan malam-malam, matak merinding bulu kuduk, tidak hujan tidak angin diserang sekelompok bermotor sampai mati.

Kalau ingin menjadikan Bandung sebagai Milano-nya Indonesia tidak tepat kang. Jangan sangat sulit nanti juga yang ikut susah keluarga dan keturunan kita, apa bedanya dengan para preman dan para curanmor padahal tadinya menjadikan klub sebagai sarana ekpresi dan persaudaraan, eh malah bangga jadi gank segala dan bagi pihak aparat sok tegas atuh, biar Bandung teh aman tentram repeh rapih.

"Da aing mah lieur aing"
, kata teman si Aa, karena masalahnya banyak saudara di Bandung. eksen-eksenan wajar, track-trackan sok kalau tempatnya aman, tapi jangan menghimpun anak muda menjadi penjahat bermotor dengan mengatasnamakan klub motor, sayang khan nama baik dan keluarga jadi jelek.

Banjir Jakarta dan janjinya pak gubernur



Orang Jakarta mah udah gelisah kalau sudah musim hujan, sekarang mah yang merasa mendukung bang Poke kemarin sok atuh tanyakan kumaha realisasinya, belum-belum hujan dan penataan kanal Jakarta eh, banjir sudah dimana-mana. please deh, Bang !. gimana dengan bushway yang ternyata menambah kesemrawutan Jakarta. Udah hujan, bajir, macet lagi, kasihan tuh orang-orang elit di Pondok Indah yang protes katanya, tapi penggusuran para pedagang kagak protes. Kata orang awam mah saperti si Aa, saha gubernurnya samimawon permasalahan banjir Jakarta, susah.

Si Aa sok melamun apabila gorong-gorong di Jakarta kaya di New York dan Paris serta negara Eropa lainnya yang begitu luas dibawah dan bisa dihuni tunawisma segala, dimana air sedapan dari atas ditampung bunker-bunker raksasa lalu buang ke laut, kabel-kabel telah terpasang nggak usah menggali dan merusak jalan atau malah menebang pohon segala, lalu sambil menjaga resapan dari pohon-pohon. Lalu ditata kanal-kanal raksasa yang bisa menahan debit air hujan dan diberdayakan untuk sumber tenaga listrik, tapi sekali lagi ini mah hayalan saja. Hujan sudah mulai dan banjir tidak kompromi perumahan elit ataupun gubuk-gubuk yang katanya membuat sarekseuk Jakarta.

Saturday, November 10, 2007

Pilkada Kota Bekasi semakin panas


Sangat terlihat semakin panasnya berbagai kubu mencoba untuk menjadi calon kandidat, seperti partai demokrat mandiri tanpa kolaborasi dengan menampilkan H.Awing Asmawi-Ronni Hermawan,SH dan dari PKS menampilkan sosok Ustad berwajah cerah dan tenang, H.Ahmad Syaikhu, SE-kamaluddin zaini (lihat Sindo,10/11/07) dan tiga besar lainnya nampak ingin belajar dari bang Poke di DKI dengan menggabungkan dua kekuatan besar partai lama yaitu H. Mochtar Muhammad, S.Sos dari PDIP dan Rahmat Effendi, S.Sos, MSi dari partai Golkar.

Bola panas nampak usaha berkolaborasi untuk menahan laju partai muda yang melesat dan tentu saja jadi bahan pertimbangan dengan mengaca pada pilkada kabupaten Bekasi yang sukses menampilkan kadernya Drs. H. saduddin, MM sebagai bupati.

Wakil dari birokrasi PKS
DPD PKS Kota Bekasi akhirnya menetapkan Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kota Bekasi Kamaludin Zaini sebagai calon wakil wali kota mendampingi calon wali kota Ahmad Syaikhu.

Ketua Tim Pilkada Center PKS Wahyu Prihantono mengatakan, Kamaludin terpilih mendampingi Ahmad Syaikhu setelah mengalahkan dua kandidat lainnya, Agus Suparman (pengusaha) dan Ayuni Mirlina (calon wakil wali kota PAN).

”Berdasarkan rapat tim musyarokahDPD, DPW,dan DPP PKS, akhirnya nama Kamaludin ditetapkan untuk menjadi kandidat orang nomor dua dari PKS,”kata Wahyu Prihantono kemarin. Wahyu menjelaskan,dipilihnya Kamaludin lantaran sosok tersebut dapat mewakili aspirasi dan kepentingan masyarakat Bekasi.

Menurutnya, dipilihnya Kamaludin akan membuat kalangan birokrat satu suara karena sudah ada yang mewakili kalangan tersebut dalam bursa pencalonan pilkada mendatang. Dengan ditetapkannya Kamaludin ini, DPD PKS telah membuat brand image Ahmad Syaikhu-Kamaludin (Suka) dengan slogan “Bekasi Emas” (elok, maju, adil, dan sejahtera). Untuk meraih kemenangan pada pilkada mendatang,Wahyu mengatakan bahwa PKS menyiapkan dana senilai Rp10–15 miliar.

Dana ini akan digunakan untuk pelaksanaan pilkada, mulai prakampanye (penggodokan pasangan calon), pembuatan kaus, spanduk, leaflet, kampanye dan pembayaran saksisaksi di tempat pemungutan suara,hingga hari pencoblosan. ”Dana hingga miliaran rupiah ini ditanggung bersama- sama baik PKS dan Kamaludin,”tukas pria yang juga menjabat sebagai Ketua FPKS DPRD Kota Bekasi ini.

Rencananya, deklarasi pasangan ini dilakukan pada 11 November mendatang, atau sehari sebelum penutupan pendaftaran pasangan calon wali kota/wakil wali kota yang dijadwalkan KPUD. Calon wali kota dari PKS Ahmad Syaikhu mengatakan, dirinya siap disandingkan dengan siapa pun termasuk Kamaludin Zaini.

”Ini sudah menjadi putusan partai dan saya siap menjalankan amanah ini bersama Kamaludin,”ucapnya. Dengan demikian, sampai saat ini sudah ada tiga pasangan yang resmi dicalonkan.

Perpecahan dikubu PAN

Sangat mengherankan dari partai PAN ternyata ketuanya Drs. Jubaidi Asnan tidak ditampilkan, malah menampilkan sosok baru Hj. Ayu Mirlina, SE, MM yang katanya didukung dari PP PAN, menurut berita RRI-online DPP Partai Amanat Nasional (DPP-PAN) akan memecat Ketua Dewan Pimpinan Daerah PAN (DPD-PAN) Kota Bekasi, Zubaidi Asnan, karena mendukung koalisi gotong royong yang mengusung pasangan Mochtar Mohamad-Rahmat Effendi, yang tidak direkomendasikan PAN.

Lalu bagaimana dengan partai Gurem lainnya? Bola panas terus menggelinding terus semoga urang Bekasi mah jauh lebih realistis memilih, coba lihatlah trackrecord-nya, bukan cuma melihat rajinnya memanfaatkan BNK kota Bekasi sebagai sarana kampanye dan plus koalisi gotong royong yang sekilas mirip bung Poke yang menggerendel bang Adang rame-rame, oke!

Sumber :
koran Sindo,10 November 2007, RRI online.

Friday, November 9, 2007

Aliran sesat wujud kekecewaan kaum tertindas

Menurut si Aa mah bukan masalah baru lahirnya kaum sesat itu tapi perlu adanya ketegasan pemerintah dong, jangan dengan dalih toleransi dan kebebasan beragama tapi menistai agama lain, Islam sering dijadikan sasaran penistaan dan pelecehan baik oleh non-islam maupun orang Islam sendiri yang dirasa jauh lebih berbahaya.
Bahasa kita mah prihatin sekali, kenapa tega-teganya berlaku seperti itu dengan mempermainkan agama dan merusaknya dengan mengambil dalil Al-Quran yang suci dijadikan hujjah. Bisa jadi adanya kekecewaan kaum tertindas yang kosong aqidahnya dan kosong pemahamannya sehingga seperti tabularasa begitu mudah di bentuk dengan kebohongan yang secara logika saja tidak masuk akal, apalagi pelecehan dengan mengaku sebagai Rasul baru sebuah kenistaan. kalau bisa secepatnyalah bertaubat apapun alasannya agama harus dipelihara dan kalau ingin mendirikan agama baru janganlah mengadopsi Islam, biarlah publik tahu kesesatan itu.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...