Friday, August 31, 2007

Arogansi negeri serumpun

Arogan sekali melihat konstilasi konplik yang memang cukup lama sejak pemerintahan orde lama yang terkenal dengan tuntutan trikora-nya. Baru mereda saat pemerintah Soeharto dengan berdirinya ASEAN tahun 1967. Pasca orde baru banyak kejadian yang menyebabkan pecahnya hubungan seperti kasus tidak manusiawi terhadap para pekerja kita, kasus perebutan sipadan dan ligitan yang akhirnya dimana dalam lobi internasional kita kalah, terus merongrong beberapa kepulauan kita termasuk kasus Pulau Ambalat dan akumulasi terakhir pemukulan tanpa selidik terhadap ketua perwasitan indonesia dalam kejuaraan karate, Donald luther kalasut yang berbuntut tensi darah para politisi kita semakin naik.
Intinya adalah soal ketegasan pemerintah kita memang terlihat sangat lemah, lobi deplu juga terlihat kurang menggit sehingga di forum internasional kita kalah. padahal kasus penganiyaan ini berlangusng lama dan tidak masuk kategori HAM coba kalau kasusnya di Indonesia sangat lain. Negeri besar tapi keropos seperti maung ompong jadi wajar negeri begel seperti malaysia dan singapura saja tidak memandang sebelah mata. termasuk kekompakan antara politisi dan pemerintah juga selalu berbeda pendapat sehingga tidak pernah permaslaahan internasional bisa diselesaikan bersama.

Tuesday, August 28, 2007

Singapore mengokohkan dirinya sebagai king of gambler-nya Asia


"
Di Asia, baru di Hongkong dan Singapura yang menyediakan program studi casino management..."
(Jacob Fong, Senior Executive Singapore Education)

Bisa dikatakan sangat permisive, ketika EASB Institute of Management salah satu sekolah bisnis manajemen Singapura yang membuka program Manajemen casino (WK, 27/8/07). Sangat berani setelah sebelumnya melegalkan pendirian pusat judi di Marina Bay dan lulusan dari akademi bisnis ini, bukan sekedar memasok tenaga kerja untuk Singapura saja, tapi juga untuk memasok tenaga untuk tempat judi diberbagai negara.

Tidak pernah terpikirkan kemaksiatan profesional ini suatu waktu ditiru sekolah bisnis di Indonesia yang memasukan program Manajemen Casino dalam program bisnis dan sat ini mahasiswa EASB sekitar 80.000 orang dari 120 negara dan mahasiswa yang berasal dari Indonesia yang jumlahnya sekitar 20% atau sekitar 16.000 orang, coba bayangkan saja sendiri kalau 10 % saja mengambil program manajemen kasino, Woow, Indonesia yakin akan menjadi negeri perjudian paling profesional . Katanya ditahun pertama mahasiswa dididik tak ubahnya mahasiswa perhotelan, tahun berikutnya mahasiswa diajarkan bagaimna mengelola kasino termasuk teknik mengocok dan membagi kartu dengan keterampilan tinggi. Sangat memprihatinkan sekali.

Tidak kaget dengan sepak terjang little jewish Asia tercapai untuk menghancurkan negeri besar tapi keropos sehingga taringnya tak begitu ditakuti dan banyak kebijakan singapura yang merugikan negeri tercinta ini seperti kerjasama pelatihan militer yang justru menghancurkan biota hutan kita, pengerukan pasir yang berakibat semakin luasnya wilayah lautan kita, keuntungan pribadi sesaat melupakan nasib anak cucu kita kelak cuma melihat negeri kita semakin menyusut karena singapura terus menimbun lautannya sehingga negeri kecil ini semakin melebar, plus dalam otaknya ngeres dengan judi dan judi. Sungguh bodoh sekali.

Sumber : Warta Kota, 27 Agustus 2007, hal.5

Thursday, August 2, 2007

Kekuasaan tidak ada yang abadi

Melepas sebuah jabatan bertahun-tahun sangat sulit dan wajar kekuasaan yang berlarut-larut melahirkan raja kecil yang tidak mau turun. Padahal lepas dari suatu posisi kerja jelas suatu hal yang niscaya seperti sama saat kita menghadapi pensiun dan menghadapi kematian jelas kita harus siap. Lepas posisi harus menyiapkan cadangan pekerjaan yang lebih baik atau kegiatan yang lebih bermakna. lepas posisi berarti lepas dari amanah yang jelas harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. lepas posisi jelas dapat memetik makna human relation dengan bawahan kita, dimana kalau kita dulu saat memimpin baik jelas tidak masalah lagi saat harus selevel lagi dengan bawahan kita, tapi akan jengah manakala kita harus duduk kembali dan sisa penyakit megalomania masih membelenggu diri kita akan hausnya penghormatan dan kebiasaan kepala menunduk saat ketemu kita jelas sebuah hal yang tidak mungkin terjadi lagi saat kita kembali keasal. Dulu kita lahir telanjang dan kemudian ketika menjemput kematian kitapun telanjang jadi apa yang disombongkan dari sebuah kekuasaan sehebat Firaun-pun tunduk manakala kematian mendekatinya.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...