Saturday, September 29, 2007

Yang penting mudik yang lain bagaimana nanti ?


Mudik atau berasal dari kata udik atau kampung jauh dari kota. mudik kembali kekampung bersifat sementara setelah sekian lama dikota. Sebuah nostalgia bagi sebagian perantau yang stelah sekian lama meninggalkan kampung halaman. Budaya mudik ini, hal yang sulit dipisahkan dengan budaya indonesia sejauh apapun apabila menjelang hari raya pasti hukumnya wajib pulang.

Katanya mudik yang begitu terlihat setiap menjelang lebaran menjadikan sebagai sarana prestise keluarga, bisa juga sebagai wujud eksistensi sebuah kesuksesan di rantau dengan bergama teknologi seperti kendaraan mengkilat, HP, penampilan layaknya orang kota ataupun bahasa jakarta yang begitu medok menghilangkan karakter daerahnya. Dengan mudik bisnis rental kendaraan semakin melesat, banyak orang yang mneyewa kendaraan bagus walau dengan sewa yang mahal yang penting keren, kalau bisa ngutang dulu dan bayarannya bagaimna nati sesudah kembali mudik. Secara positif mudik memang sarana integrasi tercecernya sebuah komunitas keluarga setelah bertahun-tahun terjadi konflik.

Tinjauan budaya sejak kapan budaya ini ada, belum ada yang memastikan tapi seiring dengan budaya merantau yang bisa kita lihat pada suku-suku sumatra. Perubahan karakter suku jawa dan sunda yang penting ngumpul atau bengkung ngariung bongkok nagronyok sudah hilang seiring perkembangan dunia industri dan kehidupan dikampung yang sudah semakin sulit mengandalkan hidup dengan bertani, bisa diperkirakan sepulang mudik apa yang dihadapi jakarta dengan jumlah pendatang yang semakin menambah beban sosial yang berat, tapi itu suatu hal yang tidak bisa dibendung apalagi dengan kondisi ekonomi yang semakin sulit seiring dengan tingkat pengangguran yang semakin kuat. Mudik boleh tapi sederhanakan hidup ini dan jadilah manusia yang rendah hati, dan mudik bukan segalanya. wallahu alam bishowab.



Mudik forever


Bagi para perantau sudah hal yang tak aneh ketika mudik berbagai cara dilakukan yang penting bisa sampai ke kampung dengan selamat kalau bisa mengnatri dan menunggu distasiun berjam-jam.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Bagi yang berhasil berdesakan dan berjuang tersenyum lega beban hidup kayanya sudah tuntas tinggal persiapan bertemu sanak keluarga dikampung, gak peduli jakarta lenggang. enak ya jadi orang jakarta.
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Saturday, September 22, 2007

MACAM PENYAKIT HATI & TERAPINYA

By Ahmad Kurnia, SPd,MM.

Pendahuluan.

Penyimpangan hati bisa diartikan berpalingnya hati dari nilai fitrah dan nilai kebenaran sehingga terjadilah pergolakan yang mengarah pada rusaknya pola pemikiran manusia dan menjauh dari yang Maha Kuasa. Penyimpangan dan pemberontakan manusia terhadap perintah Allah dan rasulnya termasuk bagian dari penyakit manusia berabad-abad diperjuangkan dan didakwahi para Nabiyullah dan berlangsung sampai sekarang dimana dikatakan peradaban manusia semakin terus berkembang, namun penyimpangan hati manusia semakin tak terkontrol manakala peran agama semakin dijauhi sehingga penyimpangan itu bertahan seperti borok-borok kronis yang sulit disembuhkan Penyimpangan hati berkaitan dengan ruh, nafsu dan akal manusia yang terkontaminasi iblis yang bersemayam dalam bungkusan peradaban, modernisasi, reformasi dan kemajuan manusia. Sehingga yang nampak adalah segi kemanusiaannya melupakan segi keilahiyannya dan mengumbar nafsu sebagaimana yang dilakukan kaum yahudi, penyimpangan ini yang kerap kali dimaknai sebagai prilaku jahiliah.


Gambaran hati manusia dan penyimpangannya.

Rasulullah SAW memperumpamakan hati seperti bulu-bulu ditengah lapang yang diihembus angin (sehingga beterbangan) yang membahayakan perut. (Dari Kitab Syarhus Sunnah, diriwayatkan Ibnu Majah dan Imam Ahmad).

Dalam hadits lain beliaupun bersabda “Tiada hati melainkan memiliki semacam awan yang menyelimuti rembulan.ketika tidak terhalang ia memancarkan sinarnya, ketika awan datang ia menjadi gelap.” (Dikeluarkan Imam At-Tabrani dalam kitab Al- Ausath dan dihasankan oleh Imam Al-Albani).

Lebih lanjut Rasulullah bersabda : “ketahuilah, sesungguhnya didalam tubuh terdapat segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh”

Ibnu Qoyim Al-Jauziah mengungkapkan hati :

Ketahuilah sesungguhnya seeorang hamba menempuh jalan menuju Allah dengan hati dan tekad bajanya dan bukan dengan fisiknya. Hakikat takwa adalah takwanya hati, bukan takwanya anggota badan” (Abdul Karim bin Abdul Majid Ad-Diwan, Assirrul maknun fi riqqotil qulub wa da’il ‘uyun)

Lebih lanjut, bahwa “sesungguhnya dalam hati terdapat ruang kosong dan celah yang tak dapat diisi oleh sesuatupun kecuali Allah. Terdapat penyakit yang tidak dapat disembuhkan selain dengan sikap ikhlas dan beribadah hanya kepada-Nya. Fitnah-fitnah yang mengancam dan menimpa hati merupakan penyebab sakit hati, yaitu fitnah syahwat, sikap menyimpang, maksiat-naksiat dan kedzaliman. Juga fitnah subhat, kesesatan, bid’ah dan kebodohan. Jenis fitnah pertama berimplikasi pada rusaknya niat dan tujuan, seadangkan fitnah kedua yang berakibat rusaknya ilmu seseorang serta aqidahnya”

Jenis hati

Ibnu Qoyim dalam bukunya “Mawaridul aman al-muntaqa min ighotsatul lahfan fi mashayidisy syaithon “(2004: 1-6) membagi hati menjadi 3 yaitu

a). Hati yang sehat: hati yang selalu menerima, mencintai dan mendahulukan kebenaran; hati yang selamat dari syahwat yang menyalahi Allah dan rasul-Nya, bersih dari berbagai subhat yang bertentangan dengan beritanya;

dan hati yang selamat dari menjadikan sekutu untuk Allah dengan alas an apapun.

b). Hati yang mati : hati yang tidak menerima kebenaran dan tidak taat pada kebenaran; hati yang tidak mengetahui Allah bahkan untuk menyembah-Nya; hati yang didominasi hawa nafsu sebagai komandannya walaupun harus dimurkai dan dibenci Allah

c). Hati yang sakit : hati yang hidup tapi cacat, terkadang menerima kebenaran ketika bisa mengalahkan penyakitnya tapi terkadang menolak kebenaran saat penyakitnya kambuh. Al-Qur’an menggambarkan hati sakit bahwa : Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya (QS. 2:10), agar dia menjadikan apa yang dimasukan oleh syetan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang didalam hatinya ada penyakit (Al-Haj : 53)

Jenis penyakit hati

Penyakit hati ada dua macam : Pertama, orang yang bersangkutan seketika itu tidak merasakan sakit apapun, karena penyakit ini manusia tidak merasakan apa-apa karena hati telah rusak dan apa yang dirasakannya sebagai sebuah kebenaran dan hal yang yang dianggap fitroh, inilah jenis penyakit terdahulu, seperti penyakit kebodohan, syubhat, keraguan dan penyakit syahwat kedua, penyakit yang menimbulkan sakit seketika, seperti sedih, gundah, resah dan marah, prustasi.

Dari 2 jenis penyakit ini bisa diikhtisarkan penyakit hati sebagai berikut :

1. Waswas

2. Berlebihan (Isrof)

3. Bersandar pada akal

4. taklid dan fanatisme buta

5. Menganggap baik perbuatan bid’ah dan munkar

6. Menganggap diri mulia dan meremehkan manusia lain.

7. Mengasingkan diri dari manusia

8. Merasa yang paling benar dan menolak kebenaran, kritikan dan masukan yang berasal dari orang lain.

9. Sedih berlebihan sehingga mudah frustasi dan bergembira berlebihan.

10. Sering gelisah dan rendah diri sehingga mudah marah

11. Penyimpangan syahwat, dll.

Terapi hati

Penyakit hati yang sering menggangu manusia dapat diuraikan sebagaimana yang diungkapkan oleh Al-Qur’an adalah Ada beberapa terapi menyembuhkan penyakit hati;

a). Selalu menata hati

Penyakit fisik maupun rohani dalam penyembuhannya membutuhkan waktu dan kesadaran pribadi akan sifat-sifat yang dianggap penghambat hati untuk bertaqorub pada Allah dan beramal ma’ruf pada manusia salah satunya dengan menata hati : 1). Muhasabah, 2). Bertaubat dan meninggalkan perbuatan serta penyimpangan hati, 3). Mencari dan menguatkan kebenaran dengan mengkaji ilmu Allah, kurangi amalan bid’ah, tahayul dan khurofat 4) Menguatkan niat dan keikhlasan dan terakhir 5). Hati diasah dengan tarbiyah.

b) Selalu memperindah dan Melembutkan hati.

Memperindah hati dan melembutkan hati dengan ibadah secara berkelanjutan seperti : 1). Membiasakan diri membaca Al-Qur’an untuk menghaluskan lidah 2). Rajin shalat malam untuk melembutkan hati kita 3). Rajin shaum sunnah untuk melengkapi kelembutan perut kita 4) membiasakan diri shalat duha 5) Rajin bergaul dengan orang sholeh dalam rangka mengkaji keagamaan. 6). Mempertahankan hijab (tabaruz, Ghodwul bashor, ihtilat, dan kholwat) dengan lawan jenis untuk menutupi celah-celah syahwat 7). Membiasakan shalat berjamaah di mesjid. 8). Mengurangi membaca, menonton dan mencoba-coba media-media (Bacaan porno, VCD, tayangan TV) yang bisa mematikan hati.

c) Menghidupkan hati nurani.

Hati butuh diasah dengan : 1). Belajar mempertahankan prinsip kebenaran 2). Belajar berempati pada penderitaan orang lain. 3). Berani mengakui kesalahan dan kritis mengungkapkan kebenaran walau dilemma dan menyulitkan 4). Menghidupkan nilai-nilai ilahiyah dalam kehidupan 5) bergurulah dengan orang sholeh dengan sering membaca biografi-nya. 6) carilah seorang pembimbing yang bisa diajak ‘curhat’ kalau kita punya masalah spiritual dan pribadi yang berat 7) melaksanakan amalan kecil secara konsisten 8) tarbiyahkan pribadi kita dalam majlis ilmu dan forum diskusi.

d). Memelihara dan menjaga hati.

Tidak hal yang paling sulit adalah menjaga ketetapan hati yang sudah terpelihara oleh nilai-nilai ilahiyah adalah 1). Niat dan keikhlasan 2). Menjaga komitmen 3). Menjaga pandangan, pendengaran dan lidah dari hal-hal yang bertentangan dengan nilai agama. 4). Mempertahankan fikrah/pola fakir yang lurus yang sesuai dengan al-Qur’an dan sunnah rasul.

5). Sering menghitung dosa-dosa dan disegerakan bertaubat.

Demikianlah terapi sederhana penyakit hati dan tentu membutuhkan adanya keberanian dan jelas butuh adanya reformasi diri dengan memahami bahwa semua penyakit hati akan menjadi pengahlang kita untuk mendekatkan diri pada Allah. Wallahu ‘alam bishowab.

(Disampaikan dalam Sanlat Ramadhan PD-IRM kota30 September 2006) Bekasi tanggal 27 s/d

MEMBANGUN KONSEP DIRI POSITIF**

Banyak orang gagal bukan karena tidak punya potensi dan kemampuan, tetapi Kegagalan sering terjadi akibat kesalahan konsep diri. Sadarilah bahwa diri kita unik dan Allah menciptakan manusia berbeda satu sama lainnya dan memiliki keunikan tersendiri. Sehingga be yourself - jadilah diri sendiri, ‘gheano seathon’ – kenalilah diri sendiri dan janganlah meniru orang lain yang penting adalah jujur pada diri sendiri, sadari tujuan, keinginan, kekuatan dan kelemahan diri. Apa yang telah saya lakukan untuk memaksimalkan kemampuan saya ? apa yang telah saya lakukan untuk membantu mengerjakan semua yang saya bisa? Tetapkan standar internal anda dalam rangka menjadi sosok manusia yang dicita-citakan, sosok aktifis yang tangguh, sosok kader Muhammadiyah yang militant dan penuh girah..


PEMAKNAAN ISTILAH KONSEP DIRI DAN KONSEP DIRI SEORANG MUSLIM.

KOnsep diri sering diidentikan dengan istilah penghargaan diri (self esteem) yang sebenarnya sudah ada sejak lahir dengan fitrahnya seperti bayi yang polos dan self esteem kita berkembang seiring berkembangnya interaksi dengan orang lain.

Dale Carnegie (1993:31) mengartikan sebagai “suatu gabungan-suatu montase- dari semua gambaran mental yang anda ambil untuk diri anda - gambaran fikiran tentang bagaimana anda bertingkah laku.”

Definisi self esteem yang diungkapkan seorang psikolog, Dr. Palladino (1994) secara lengkap mendefinisikan sebagai :

§ Kepercayaan terhadap diri sendiri.

§ Kemampuan untuk melihat posisi diri dunia ini secara realistis dan optimis

§ Keyakinan akan kemampuan dalam membuat perubahan dan menghadapi tantangan hidup.

§ Kapasitas untuk memahami kelemahan diri dan berusaha memperbaiki diri

§ Pengetahuan tentang dri sendiri serta penerimaan akan pengetahuan tersebut.

§ Kemampuan untuk mengakui keunikan diri dan berbangga terhadap apa yang membuat diri kita unik

§ Keperacayaan akan nilai diri dan penghargaan akan kemampuan yang dimiliki

§ Kepercayaan tentang apa yang kita dapat lakukan, cara pandang positif dan keyakinan diri untuk melakukan sesuatu yang baru.

§ Kemampuan untuk untuk menggali dan menerapkan keterampilan dalam prilaku positif

§ Pemahaman bahwa kita berharga bagi diri sendiri dan orang lain

§ Mengetahui siapakah saya ?, Apa yang saya dapat lakukan serta bagaimanakah memproyeksikan pengetahuan ini lewat tindakan nyata.

§ Mencintai diri sendiri, bagimanapun juga penampilan diri dimiliki

§ Menyukai diri sendiri, menghargai diri sendiri dan mau mengahadapi resiko dan kegagalan yang mungkin menghadang.

§ Menerima diri saya apa adanya dan memiliki kekuatan untuk mendesain kehidupan yang saya inginkan.

Bagaimana dengan Konsep diri seorang muslim ?

Konsep diri seorang muslim penulis artikan sebagai: “Suatu potensi yang dimiliki manusia sebagai mahluk pribadi dan mahluk social dalam mengkomunikasikan dengan permasalahan hidup melalui pencerahan spiritual, kepribadian dan pengolahan daya fikir sehingga memantapkan pola tindakan secara benar dan bisa mengsinergikan dengan aktifitas sehari-hari secara seimbang antara pekerjaan, organisasi dan pergaulannya dengan manusia lainnya dalam kerangka nilai Islami” Atau

bisa juga bisa diartikan sebagai nilai-nilai yang mampu merubah dan memberikan kekuatan pribadi sehingga bisa tetap survival dalam mempertahankan keimanannya dan fiqrahnya dan siap menerima perbedaan dengan fiqrah lainnya tanpa menghujat tapi tidak toleransi dengan penyimpangan dan tidak merasa paling benar tapi bersifat

tegas mempertahankan sesuatu yang prinsifil (qoth’i) dan tetap menjalin ukhuwah walau berbeda prinsip dengan kita.

KONSEP DIRI RENDAH = SELF ESTEEM RENDAH

Seringkali kita memandang diri kita rendah dan tak berguna. Cara pandang negative terhadap diri sendiri dan selalu diiringi persepsi negative terhadap orang lain, adalah cirri rendahnya self esteem alias penghargaan diri.

Bahaya kurangnya self esteem yang rendah akan memicu dua sikap ekstrim yang merugikan.

Pertama, sikap pasif yaitu tidak tegas dalam melakukan berbagai tindakan akibata adanya rasa takut membuat orang lain tersinggung, merasa diperintah atau merasa digurui yang akan membuat mereka membenci dan mengucilkan kita. Padahal ketegasan adalah kunci kedisiplinan yang merupakan modal penting bagi keberhasilan diri dan aktifitas kita.

Kedua sikap agresif, memaksakan gagasan, tidak mau menerima masukan dari orang lain dan cenderung mengundang perdebatan disbanding penyelesaian masalah. Padahal sikap menentang dan mengabaikan ide-iide orang lain berarti menghambatkan tercapainya keputusan yang tepat dan akurat. Juga berarti merugikan dri sendiri, orang lain dan organisasi dimana kita ingin tetap eksis didalanya. Ciri-ciri konsep diri yang rendah

1. Kesalahan persepsi terhadap diri sendiri dibandingkan orang lain : anggapan bahwa orang lain lebih baik penampilannya, lebih cemerlang idenya, lebih diperhatikan banyak orang dan akhirnya kita merasa tertinggal jauh dan untuk merubahnya tidak mampu akhirnya tidak punya keinginan untuk berubah atau menrima tantangan.

2. Koncep diri yang rendah dipengaruhi cara berfikir tentang persepsi orang lain terhadap anda : penuh prasangka dengan apa yang dibicarakan teman tentang diri anda, kritikan dianggap sebagai cemoohan, iri hati dan usaha menjatuhkan diri anda dimuka public, akhirnya tidak pernah mempercayai orang lain, apalagi berintropeksi terhadap apa yang telah dilakukan.

BAGAIMANAKAH MEMBANGUN SELF ESTEEM ?

§ Belajar menyukai diri sendiri.

Menyukai diri sendiri bukan berarti sombong tapi selalu memiliki perasaan positif dan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Bukan berarti malas melainkan menorong diri kita untuk terus berjuang untuk menjadi pribadi yang sholeh secara emosional maupun secara spiritual.

§ Kembangkan pemikiran positif

Cara berfikir kita mengendalikan hidup kita. Bila kita berfikir sesuatu dapat terjadi maka itu akan terjadi karena tindakan kitalah yang membuatnya terjadi. Pemikiran positif inilah mendorong sikap optimis, berjiwa pememang, keberanian mengahdapi tantangan dan resiko.

§ Perbaiki kualitas hubungan interpersonal.

Disaat kita krisis kepribadian seperti minder, tidak berguna, pesimistis, maka dukungan orang lain sangat dibutuhkan. Bersilaturahmilah, tingkatkan keakraban dengan teman dan saudara kita dan mintalah kritk dan tausiyah akan mendorong kita memahami apa yang harus segera dibenahi. Berorganisasilah, kita adakan dapat wawasan dan menmukan figure positif, kehangatan hubungan sosisal sehingga meningkatkan semangat hidup.

§ Bersikap proaktif.

Proaktif berarti berani mengambil tanggungjawab dan tidak menyalahkan orang lain jika gagal. Kemduaian mau berlatih membuat keputusan efektif dan perencanaan strategis, cepat menangkap peluang, berinisiatif dan tidak menunggu-nunggu orang lain. No lucky for the jobless.

§ Jaga keseimbangan hidup

Konsep diri rendah karena kita tidak bisa menyeimbngkan diri dalam mengelola waktu, energi dan emosi kita. Buatlah prioritas antara aktifitas belajar/kuliah/kerja dengan aktifitas dirumah/keluarga; prioritas kehidupan pribadi dan kehidupan social; antara aktifitas fisik dengan aktifitas ruhiyah kita. Buatlah visi, misi dan target hidup anda baik jangka panjang maupun jangka pendek. Buatlah evaluasi (muhasabah) harian atau mingguan secara teratur.

§ Ubah cara berkomunikasi.

Ucapan ibarat pedang yang kalau tidak hati-hati akan menebasnya, sehingga ubahlah cara komunikasi diri (self talk) dengan mengubah ungkapan negative menjadi ungkapan positif :

a) Selalu menggunakan kata ‘saya’ jangan aku atau anda agar tidak terkesan tinggi hati atau menggurui.

b) Gunakan kalimat yang menjelaskan situasi sekarang bukan masa lalu atau angan-angan.

c) Katakan apa yang anda inginkan, bukan apa yang anda tidak inginkan.

d) Hindari perkataan ‘jangan’ atau julukan negative kepada diri sendiri dan orang lain, sebab akan melemahkan semangat dan menjatuhkan citra diri.

e) Simaklah dulu ucapnnya sebelum menyimpulkan atau memvonisnya.

f) Berikan umpan balik positif kepada orang lain dengan menggunakan kata :”saya menghargai, saya memahami, saya percaya anda orang baik, dsb”

g) Biarkan bahasa tubuh anda positif, walau anda sedang sedih, marah dan suntuk. Just keep smiling.

BAGAIMANAKAH MENATA KONSEP DIRI SEORANG MUSLIM ?

A. Penataan spiritual religuitas (salimul aqidah, sahihul ibadah & matinul khuluq).

a) Pemahaman Aplikatif aqidah/ keyakinannya (eksistensi Allah, nilai kebenaran, nilai kritis, nilai kerja, nilai pergaulannya dan nilai hubungan) yang teraplikasi dalam cara ibadah, cara bekerja, cara berorganisasi dan cara berpola fikir yang melahirkan konsistensi (istiqomah).

b) Konsistensi pribadi ini akan melahirkan konsep diri positif, keberanian, rasa percaya diri, ketenangan jiwanya terhadap berbagai permasalahan hidup.

c) Strateginya adalah kenali diri sendiri, kemudian binalah diri (tarbiyah zakiyah) atau menej diri sendiri dengan aktifitas harian kita yang menularkan virus baik bagi teman dan sekitarnya.

B. Penataan kematangan pribadi (mujahidu linnafsi).

Penataan spiritual akan berpengaruh pada tingkat kematangannya sebagai manusia, tapi perlu adanya keuletan manusia untuk melatih dan mengasah, antara lain

a) Penataan kekuatan pola berfikir (mutsaqol fikri)

b) Sinergitas diri, pekerjaan, dakwah, organisasi dan pergaulan (tarbiyatul jakiyun)

C. Konsep diri dengan orang lain

a) Memperbaiki Komunikasi dan relationshif

b) Membangun hubungan Keluarga

c) Membangun komitmen dengan tim.

d) Regenerasi

e) Sinergitas

Demikianlah membangun konsep diri bukanlah hal yang mudah membutuhkan adanya proses konsisten dalam berbagai hal yaitu adanya Pembina, pembinaan rutin dan adanya control dan adanya mediator pembinaan. Tapi ada yang lebih praktis kosnep diri bisa dibentuk sendiri melalau pembinaan dan memenej diri sendiri dengan teratur.

MAROZI :

§ MEDIATOR PEMBINA :

a) ILNA LEARNING lembaga pembinaan pribadi remaja yang berpusat di Bogor.

b) Lembaga Manajemen Terapan TRUSTCO, dibawah pimpinan Bambang Sutrisno Wibowo, seorang pakar kesehatan masyarakat yang terkenal dengan sharpening our concept tools (SHOOT).

c) ESQ LEARNING, lembaga manajemen model ESQ dibawah seorang praktisi Ari Ginanjar Agustian yangterpokus pada pembinaan emosional spiritual berdasarkan konsep rukun iman dan rukun islam

d) Managemen qolbu, dibawah bimbingan KH Abdullah Gymnastiar, dll.

§ SUMBER :

a) BS Wibowo, SHOOT, TRUSTCO, PT syamil cipta media, Bandung, 2002.

b) Dale Carnegie, bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain, Jakarta, 1993.

c) Dvid J swartz, berfikir dan berjiwa besar, Jakarta, 1999.

------------------------------

**Disampaikan dalam pelatihan kader ‘Taruna Melati 1’, PD-IRM Kota Bekasi, Situ Gintung, Ciputat tg.19-20 Agustus 2006.

BAGAIMANAKAH MENATA KONSEP DIRI SEORANG MUSLIM ?

D. Penataan spiritual religuitas (salimul aqidah, sahihul ibadah & matinul khuluq).

a) Pemahaman Aplikatif aqidah/ keyakinannya (eksistensi Allah, nilai kebenaran, nilai kritis, nilai kerja, nilai pergaulannya dan nilai hubungan) yang teraplikasi dalam cara ibadah, cara bekerja, cara berorganisasi dan cara berpola fikir yang melahirkan konsistensi (istiqomah).

b) Konsistensi pribadi ini akan melahirkan konsep diri positif, keberanian, rasa percaya diri, ketenangan jiwanya terhadap berbagai permasalahan hidup.

c) Strateginya adalah kenali diri sendiri, kemudian binalah diri (tarbiyah zakiyah) atau menej diri sendiri dengan aktifitas harian kita yang menularkan virus baik bagi teman dan sekitarnya.

E. Penataan kematangan pribadi (mujahidu linnafsi).

Penataan spiritual akan berpengaruh pada tingkat kematangannya sebagai manusia, tapi perlu adanya keuletan manusia untuk melatih dan mengasah, antara lain

c) Penataan kekuatan pola berfikir (mutsaqol fikri)

d) Sinergitas diri, pekerjaan, dakwah, organisasi dan pergaulan (tarbiyatul jakiyun)

F. Konsep diri dengan orang lain

a) Komunikasi dan relationshif

b) Keluarga

c) Membangun komitmen dengan tim.

d) Regenerasi

e) Sinergitas

Demikianlah memabangunkonsep diri bukanlah hal yang mudah membutuhkan adanya proses konsisten dalam berbagai hal yaitu adanya Pembina, pembinaan rutin dan adanya control dan adanya mediator pembinaan. Tapi ada yang lebih praktis kosnep diri bisa dibentuk sendiri melalau pembinaan dan memenej diri sendiri dengan teratur.

MAROZI :

§ MEDIATOR PEMBINA :

e) ILNA LEARNING lembaga pembinaan pribadi remaja yang berpusat di Bogor.

f) Lembaga Manajemen Terapan TRUSTCO, dibawah pimpinan Bambang Sutrisno Wibowo, seorang pakar kesehatan masyarakat yang terkenal dengan sharpening our concept tools (SHOOT).

g) ESQ LEARNING, lembaga manajemen model ESQ dibawah seorang praktisi Ari Ginanjar Agustian yangterpokus pada pembinaan emosional spiritual berdasarkan konsep rukun iman dan rukun islam

h) Managemen qolbu, dibawah bimbingan KH Abdullah Gymnastiar, dll.

§ SUMBER :

d) BS Wibowo, SHOOT, TRUSTCO, PT syamil cipta media, Bandung, 2002.

e) Dale Carnegie, bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain, Jakarta, 1993.

f) Dvid J swartz, berfikir dan berjiwa besar, Jakarta, 1999.

APA YANG DIPERLUKAN UNTUK MENGHADAPI KEGAGALAN

Calon wirausahawan harus siap gagal. Fahamilah makna kegagalan. Tanpa faham filosofi itu, jangan berpikir mau mengambil jalan menjadi wirausaha. Alasannya, ada yang sukses dalam usahanya, ada yang belum berhasil. Pengusaha mengetahui bahwa ”kegagalan” bukan akhir permainan dan tidak boleh takut mengalaminya. Ia menyadari dengan keberanian, bahwa bisa saja mengatasi sesuatu yang tidak mungkin untuk berhasil.

Menghadapi risiko, adalah gabungan kerja keras, kecerdikan, kehati-hatian, kecermatan membaca peluang dan kesiapan menghadapi kegagalan maupun keberhasilan. Happy ending sebuah ikhtiar adalah keberhasilan. Ini dicapai, tentu setelah melewati keberhasilan demi keberhasilan kecil, seperti keberhasilan menyingkirkan kesulitan dan bahaya. Proses ini dibangun dari kesungguhan melahirkan segenap potensi diri seorang wirausahawan. Dengan begitu, ia mengubah “kekalahan menjadi kemenangan”, sebuah proses yang kecil peluang pencapaiannya tanpa kesiapan mental menghadapi kegagalan. Kalau Anda termasuk yang tidak siap gagal, lebih baik jangan meniti jalan ini. Bahkan, mengimpikannya saja, jangan!

Setiap kegagalan adalah pelajaran yang mendorong pengusaha untuk mencoba pendekatan baru yang belum pemah dicoba sebelumnya. Bagi pengusaha sejati, “Berani Gagal” berarti “Berani Belajar”. Dengan gagal dan dengan belajar, pengusaha bertumbuh menjadi orang yang lebih baik dan belajar bagaimana menciptakan kekayaan sejati. Walaupun pengusaha kehilangan kekayaan materi yang telah mereka peroleh, mereka tahu bagaimana menciptakan semua kekayaan itu lagi. Pelajarannya tidak pemah hilang. Sebaliknya, mereka yang tidak pemah mengalami perjalanan yang sulit dan menemukan kekayaan dengan mudah, tidak akan tahu bagaimana menciptakan kekayaan ketika mereka kehilangan. Dengan kata lain, mereka yang tidak gagal tak akan tahu kekayaan sejati.

Gemerlap materi, pada komunitas bahkan kehidupan sosial yang serba benda (materialistis), lebih banyak memperoleh penilaian tinggi. Sebaliknya, siapa pun mengalami kegagalan, sudah mendapat stempel sosial sebagai manusia yang kehilangan harga. The looser dunia usaha, sering menjadi figur yang menghadapi titik balik sikap sosial terhadapnya. Dulu, saat masih jaya, ia banyak rekan dan kolega, setelah gagal dalam usahanya, hampir semua rekan dan kolega yang dulu mendukungnya, menebar senyum ramahnya, bahkan mengajak bermitra, hilang sudah! Akibat cara pandang seperti ini, banyak wirausahawan yang traumatik terhadap kegagalan. Ini, “awal kematian” benih-benih kewirausahaan. Semua pihak harus mengubah sikapnya: doronglah masyarakat menjadi pihak yang turut membangun keberanian banyak orang untuk respek terhadap ikhtiar orang meraih keberhasilan dalam bisnis. Gagal atau keberhasilan, bukan menjadi satu-satunya alasan menghargai atau meremehkan wirausahawan. Tentu, sembari tetap mentransfer sikap-sikap arif, bahwa dalam setiap kegagalan selalu ada pelajaran berharga. Seorang bijak berkata,”sukses hanyalah pijakan terakhir dari tangga kegagalan.”

Kita perlu menggalakkan orang untuk berani mengambil resiko. Hal ini membutuhkan pola pikir yang sangat berbeda. Untuk kita, itu berarti mengabaikan peraturan yang telah berlaku baik selama 30 tahun lebih.

Lee Kuan Yew, mantan PM Singapura

Yang Diperlukan Untuk Menghadapi Kegagalan

Ada banyak pembahasan tentang tips menghadapi kesuksesan. Tetapi bagi kami, sama pentingnya, menyiapkan sejumlah hal untuk menghadapi kegagalan! Billy P.S. Lim, motivator kelas dunia yang berbasis di Malaysia, pernah menanyakan kepada peserta trainingnya tentang satu masalah menarik. ”Mengapa orang akan tenggelam apabila jatuh ke dalam air?”

Berbagai jawaban diberikan tetapi yang paling sering ialah ”Dia tak dapat berenang.” Yang hadir heran, karena Lim menyalahkan jawaban itu. Yang hadir mengira, Lim bercanda. Untuk menyakinkan mereka, Lim memberi contoh kejadian orang tenggelam di air sedalam tiga inci. Akhirnya, ia memberitahu jawabannya, yang akan ia berikan kepada Anda sekarang. Kami kutip pendapat Lim: ”Orang tenggelam karena dia menetap disitu dan tidak menggerakkan dirinya ke tempat lain.”

So? Berapa kali orang jatuh tak jadi soal. Yang penting kemampuannya untuk bangkit kembali setiap kali jatuh.

Ukurannya, Bangkit Lagi

Jangan ukur seseorang dengan menghitung berapa kali dia jatuh, ukurlah ia dengan beberapa kali dia sanggup bangkit kembali. Seseorang yang mampu bangkit kembali setelah jatuh, tidak akan putus asa. Menyedihkan, mendengar bahwa banyak orang seperti mereka, setelah sekali dua kali gagal, memilih untuk menetap di situ dan akhirnya mati sebagai orang yang sebenar-benarnya gagal, tersungkur, dan tidak bangkit lagi.

Apakah kualitas diri kita akan membantu bangkit kembali setelah kita terjatuh? Kualitas diri sendiri adalah sesuatu yang mesti saya sebutkan, karena kalau tidak, makna buku ini tidak sempuma.

”Tidak ada apapun di dunia ini yang bisa menggantikannya. Bakatpun tidak; Banyak sekali orang berbakat yang tidak sukses. Kejeniusanpun tidak; Jenius yang tidak sukses sudah hampir menjadi olok-olokan. Pendidikanpun tidak; dunia ini penuh dengan orang terpelajar. Hanya kemauan dan ketabahan saja yang paling ampuh.”

Ya, ketabahan, yakni kemampuan bangkit kembali untuk kesekian kalinya setelah terjatuh. Dalam benturan antara sungai dan batu, air sungai senantiasa menang bukan dengan kekuatan tapi dengan ketabahan. Seberapa jauh Anda jatuh tidak menjadi masalah, tetapi yang penting seberapa sering Anda bangkit kembali.

Apabila Anda dapat terus mencoba setelah tiga kegagalan, Anda dapat mempertimbangkan diri untuk menjadi pemimpin dalam pekerjaan Anda sekarang. Jika Anda terus mencoba setelah mengalami belasan kegagalan, ini berarti benih kejeniusan sedang tumbuh dalam diri Anda. Seperti Thomas Alfa Edison, saat ditanya, bagaimana ia bisa bertahan setelah ribuan kali gagal? Penemu bola lampu dan pendiri perusahaan kelas dunia, General Electric ini menjawab,

”Saya tidak gagal, tetapi menemukan 9994 cara yang salah dan hanya satu cara yang berhasil. Saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal.”

Sungai Colorado mengalir tabah terus-menerus, melahirkan Grand Canyon. Charles Goodyear yang tekun, membuahkan ban yang memungkinkan kendaraaan melaju kencang. Tabahnya Wright bersaudara membuahkan pesawat terbang. Bethoven, mengisi dunia dengan musik inspiratif, John Milton membuahkan karya puisi indah yang menyejukkan hati, perempuan tuna netra yang tegar Helen Keller, memberikan harapan kepada semua orang cacat, ketabahan Abraham Lincoln membuatnya terpilih menjadi presiden. Dan, tentu, Thomas Alfa Edison, memberi kita cahaya listrik. Kesuksesan tergantung pada kekuatan untuk bertahan. Kurang tabah merupakan salah satu alasan orang gagal dalam bisnis, politik, dan kehidupan pribadi.

Setiap orang sukses menyatakan bahwa kesuksesan hanya berada di luar ketika mereka yakin idenya akan berhasil.”

Dr. Napoleon Hill

Menarik Hikmah, Jangan Menyerah

Anda tumbuh menjadi semakin dewasa dan bijaksana. Dulu Anda menanggung kegagalan secara pribadi. Ketika kulit Anda mulai berkerut sejalan dengan perjalanan usia, Anda cenderung belajar dari kesalahan - kesalahan Anda

Cheong Chonng Kong

Secara sederhana, kegagalan adalah situasi tak terduga yang menuntut transformasi dalam sesuatu yang positif. Jangan lupa bahwa Amerika Serikat merupakan hasil dari kegagalan total. Karena Columbus sebenarnya ingin mencari jalan ke Asia.

Eugenio Barba.

Mengantisipasi bencana sejak dini, karakteristik seorang entrepreneur. Jangan biarkan kebanggaan dan sentimen mempengaruhi keputusan-keputusan Anda. Sebuah gagasan gagal, adalah pelajaran ada saat untuk bangkit kembali untuk mengejar target-target Anda berikutnya.

Babe Ruth, pemain baseball terkenal, tidak hanya mencetak 714 home run, namun dia juga pernah luput (strike out) 1330 kali.

Ray Meyer, pelatih bola basket legendaris di DePaul University telah memimpin timnya memenangkan 37 musim, kompetisi. Saat timnya kalah, setelah kemenangannya yang ke-29, dia ditanya bagaimana perasaannya. “Luar biasa!” katanya. “Sekarang kami dapat mengkonsentrasikan diri bagaimana memenangkan permainan daripada memikirkan kekalahan ini.”

Kegagalan, jangan biarkan sebagai sesuatu yang final. Entrepreneur sejati, memandang kegagalan sebagai awal, batu loncatan untuk memperbaharui kinerja bisnis mereka di masa mendatang. Pemimpin tidak menghabiskan waktunya memikirkan kegagalan.

Untuk memicu kesiapan mental Anda, kita belajar dari cerita tentang seorang eksekutif IBM yang memiliki prospek cerah. Ia baru saja melakukan kesalahan transaksi yang merugikan perusahaan jutaan dollar. Thomas J. Watson, pendiri IBM, memanggil eksekutif muda itu ke kantornya. Spontan eksekutif itu berkata.

“Saya tahu Anda pasti meminta saya mengundurkan diri, bukan?”

”Anda tidak perlu cemas. Kami baru saja mengeluarkan jutaan dolar untuk mendidik Anda!” Begitu jawab Watson.

***

Perusahaan seperti milik kami harus menciptakan suasana di mana orang-orang tidak takut mengalami kegagalan. Ini berarti kami menciptakan sebuah organisasi dimana kegagalan tidak hanya ditoleri tetapi ketakutan dikritik karena menyampaikan gagasan bodoh juga dihilangkan. Jika tidak, maka banyak orang yang merasa cemas dan tidak nyaman. Dan gagasan-gagasan brilian yang sangat potensial tak akan pemah terucapkan dan tak akan pemah terdengar. Kegagalan masih bisa ditolerir selama itu tidak menjadi kebiasaan.

Michael Eisner, Walt Disney Corp.

Jadi? Ya, gagal bukan kiamat bisnis, tapi jangan kelewatan. Apalagi menjadi “kebiasaan”. Kerjakan yang mampu dilakukan, semakin terbatas sumber dana, Anda patut semakin bijaksana. fahami, kapan harus meminimalisasi kerugian.

Bila Jatuh, Cepatlah Bangkit

Di dunia kerja, yang disebut masalah sesungguhnya adalah kesempatan yang menunggu, dipungut.

Henry J. Kaiser

”Bagi saya pribadi, krisis Asia telah berakhir pada saat dimulainya persaingan untuk mendapatkan hotel Regent Bangkok pada bulan Maret 1999. Setelah melewati masa-masa sulit selama dua tahun sebelumnya, mendadak saya memutuskan mengikuti lomba balap Ferari di Perancis serta bersaing di ring dengan Goldman Sachs Co., salah satu bank investasi terbesar dunia.”

William E. Heinecke, konglomerat Thailand

Pembaca, saat banyak konglomerat bangkrut dan bank-bank mengalami kegagalan di Thailand, tujuh hotel milik Heinecke, restoran siap saji dan perusahaan lainnya terus berusaha keras keluar dari krisis serta berusaha mendulang keuntungan di tahun 1998. Meskipun banyak analis meramalkan tentang pertumbuhan ekonomi pada tahun 1999 dan menguji Baht Thailand, tidak banyak perusahaan yang bisa menandingi kemampuan kerja kelompok bisnis Heinceke.

Fantastis, hotel Heinecke mengalami kenaikan 24%, 246 restoran kelompok bisnisnya menarik lebih dari tak kurang dari lima juta pelanggan! Pada tahun 1997 kelompok perusahaan Heineke mengalami kerugian 1 milyar baht, tetapi setahun kemudian tiga perusahaannya yang telah go public, mendapatkan keuntungan bersih 500 juta baht, pada triwulan pertama tahun 1999, keuntungannya lebih banyak lagi.

Belum yakin, kegagalan, hanyalah sebuah tikungan tajam yang menuntut ”kendaraan” usaha, sedikit mengurangi kecepatan, lalu di depan, begitu melihat ”jalan mulus peluang”, Anda bisa menebusnya dengan kecepatan yang lebih tinggi. Bisnis Heinecke di Thailand, saat ini benar-benar telah pulih.

Regent Bangkok, salah satu hotel terbesar di Asia, tingkat huniannya tetap tinggi. Saat itu, Regent di bawah kontrol beberapa perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan dan manajerial seperti halnya perusahaan-perusahaan lainnya di Thailand sehingga mereka berusaha untuk menjual saham Regent. Regent dimiliki oleh Rajadamri Hotel Company yang kemudian 32% sahamnya dimiliki oleh sebuah perusahaan Jepang yang telah bangkrut yang diwakili oleh sebuah bank Jepang yang cukup besar.

Masih ada lagi faktor lain yang lebih penting. Rajadamri Hotel Company juga memiliki 26% saham hotel bintang lima milik Heinecke, di Thailand Utara, Regent Chiang Mai. Heineke enggan menjualnya pada orang asing karena ia tak ingin ada orang asing menguasai tanah keramat itu. Bagi Heinecke, ikut ambil bagian dalam kepemilikan saham Regent Bangkok yang dijual pada awal tahun 1999 merupakan tindakan yang tepat, setelah sebelumnya ia sudah memiliki saham Regent hampir 29%.

Apa kata Heineke tentang pelintasan bisnisnya yang penuh tikungan di masa krisis ini?

“Ini adalah persaingan dimana saya harus mengeluarkan segala strategi dan kemampuan yang telah saya pelajari : mempercayai intuisi, menggunakan jaringan kerja kontrak yang mapan, menggunakan sejumlah pakar dan merencanakan strategi-strategi dalam situasi yang selalu berubah cepat jika diperhatikan, persaingan ini merupakan mikrokosmos semua strategi. Saya berusaha menguji kemampuan saya dengan lawan-lawan yang benar-benar tangguh. Goldman Sachs, salah satu grup investasi terkuat di dunia ini, merupakan pemegang saham individu terbesar Regent Bangkok, tapi itu tidak berarti bahwa mereka bisa berbuat sesuka hatinya. Saya kira bagi seorang yang tidak lulus perguruan tinggi, hasil seperti ini sudah cukup memuaskan”.

Bila Semuanya Gagal

Tekun, mengerahkan segenap daya, dan masih gagal juga. Apa yang harus kita lakukan?

Saat gagal menimpa, kendati lelah dan kecewa berat, jangan matikan energi kreatif Anda. Tetaplah berpikir kreatif. Sempurnakan produk yang ada, atau hasilkan produk baru atau usaha baru yang mungkin belum terpikirkan.

Jangan terpaku pada karier dan keterampilan yang dimiliki, yang terlalu lama bersandar pada lingkungan di mana kita dibesarkan atau selama ini bergulat. Kadang kala apabila seseorang gagal setelah berusaha dengan tabah dan mengerahkan sepenuh tenaga untuk sekian lama, mungkin tiba saatnya ia mengkaji kembali bidang yang digeluti dan menilai apakah ia mampu untuk mendapatkan apa yang dinginkannya di bidang tersebut.

Banyak cara untuk mencapai tujuan hidup. Sebagian lebih cepat atau lebih lambat daripada yang lain. Sebagian kurang berisiko tetapi lebih lambat daripada yang lain.

Saran kami, janganlah terlalu kaku mengatakan bahwa Anda tidak bisa berubah. Kami sendiri, kerap berubah seiring dengan perkembangan in put dan stimulasi kondisi di sekitar kami. Tanpa itu, bagaimana mungkin kami menyusun sebuah buku, memberi pencerahan bagi banyak orang?

Kadang kala dalam kehidupan kita terpaksa menekuni bidang usaha yang berlainan dan kita mesti menyesuaikan segala keterampilan dan bakat yang tidak kita peroleh dari bidang-bidang usaha di masa lalu. Lalu? Salurkan kekuatan itu di bidang usaha yang baru. Mungkin, kita dipaksa mempelajari keterampilan baru, sebagai konsekuensi menghadapi tantangan serba-baru itu.

Pernahkah Anda bertanya bagaimana orang Jepang bangkit kembali dari kehancuran PD II untuk menjadi pengusaha ekonomi yang unggul saat ini? Dulu, produk Jepang sempat dinilai murahan, tidak berkualitas, dan stigma jelek lainnya. Tapi sekarang, sulit bagi kita untuk hidup tanpa barang-barang buatan Jepang di dalam rumah kita. Ini tidak hanya berlaku di Negara kita saja, tetapi bahkan di seluruh dunia.

Orang-orang Jepang tidak menciptakan mobil. Tidak juga kamera, kulkas, televisi, AC, mesin cuci, penghisap debu, film atau system perangkat audio berkualitas tinggi. Mereka tidak menciptakan banyak benda. padahal yang mereka lakukan ”hanyalah” meniru.

Hakikat :peniruan ala Jepang”, sarat pesan penting bagi calon entrepeneur. Di sana ada proses penyempumaan tanpa kenal lelah, sampai akhirnya ”tiruannya” lebih baik dari aslinya! Mereka menggunakan ”kreativitas” untuk menyempumakan barang yang sudah ada. Tak ada yang membantah, Jepang meraih suksesnya. Kultur entrepreneurship tumbuh subur di sana, menyebar menguasai dunia.

Jika Anda menyadari bahwa Anda tidak berhasil mencapai tujuan Anda pada suatu pekerjaan di mana Anda telah dilatih untuk melakukannya, latihlah atau lengkapi diri Anda dengan pekerjaan yang memberi peluang meraih yang lebih baik di masa depan. Janganlah gantungkan diri Anda pada satu keterampilan saja. Sebagai manusia, Tuhan memberi kita kemampuan untuk mempelajari keterampilan baru dan menerjuni bidang usaha lain. Jangan ”hidup-mati” Anda gantungkan pada satu bidang saja. Orang lain bisa sukses. Anda tentu juga bisa. hanya saja, ada yang lekas tercapai, ada yang masih berliku.

”Jangan malu karena gagal, …seperti Christopher Colombus.”

”Ketahuilah apa yang akan Anda lakukan, lakukanlah dan jangan menunda kembali. Jika Anda membuat kesalahan, buatlah kesalahan yang hebat. Seperti orang yang sampai di persimpangan jalan dan bertanya,”Arah manakah yang perlu saya tuju, arah sana atau sini?” Pergi saja! Pilih satu arah dan pergilah. Unsur masa itu pasti ada. Segala sesuatu mempunyai waktu dan tempat yang wajar.”

Gum Rutt

Tengok kiri-kanan Anda. Produk Cina, membanjiri negeri ini. Bayangkan, seperti apa sepuluh atau duapuluh tahun yang akan datang? Akankah ini kita terima sebagai ”keharusan ekonomi”? Tidakkah Anda mulai berpikir hal yang sebaliknya? Anda bisa!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...