ASAL-USUL NAMA JAWA
Dibalik nama-nama pria Jawa sesungguhnya ada harapan tertentu dari
orangtuanya, agar anaknya kelak bisa sesuai yg diharapkan.
Contohnya :
Pandai menanam bunga, diberi nama Rosman.
Pandai membaiki mobil, diberi nama Karman.
Pandai main golf, Parman.
Pandai dalam korespondensi, Suratman.
Gagah perkasa, Suparman.
Kuat dalam berjalan, Wakiman.
Berani bertanya, Asman.
Ahli membuat kue, Paiman.
Pandai berdagang, Saliman.
Pandai melukis, Saniman.
Agar jadi orang kaya, Sugiman.
Agar besar nanti pandai cari muka, Yasman.
Suka begituan, Pakman.
Suka makan toge goreng, Togiman.
Selalu ketagihan, Tuman.
Suka telanjang, Nudiman.
Selalu sibuk terus, Bisiman.
Biar pinter main game .... Giman.
Biar bisa sering cuti .... Sutiman.
Biar jadi juragan sate ... Satiman.
Biar jadi juragan trasi .... Tarsiman.
Biar pinter memecahkan problem .... Sukarman.
Biar kalau ujian ndak usah mengulang .... Herman.
Biar pinter bikin jus .... Yusman.
Biar jadi orang yang berwibawa ... Jaiman.
Biar jadi pemain musik .... Basman.
Biar awet muda ... Boiman.
Biar pinter berperang .... Warman.
Biar jadi orang Bali ... Nyoman.
Biar jadi orang Sunda .... Maman.
Biar lincah seperti monyet .... Hanoman.
Biar jadi orang Belanda .... Kuman.
Biar tetep tinggal di Jogja ... Sleman.
Biar jadi tukang sepatu handal .... Soleman.
Biar tetep bisa jalan walau ndak pake mesin ....Delman.
Biar pinter bahasa jerman ... Kauman.
Biar jadi polisi .... Aman.
Biar jadi jagoan .... Reman.
Biar selalu inget Tuhan .... Iman.
Biar bisa jadi joki .... Triman.
Biar bisa jadi supranatural.... Rohman.
Biar jadi orang rendah hati .... Soriman.
Biar bisa jalan jalan malem .... Batman.
Biar jadi orang besar ... Sudirman.
Biar nanti pandai merayu .... Roman.
Biar tetep sadar dalam kondisi apapun .... Siuman.
Kalo nanti jadi tukang kebon .... Siraman.
Biar nanti jago nembak .... Dorman.
Biar mirip tokoh wayang .... Jelmaan.
Biar kuat di musim dingin .... Kulman.
Biar bisa santai terus ... Nyaman.
Biar bisa kerja di salon .... Poniman.
Biar ga jadi orang stres .... Sutrisman.
Biar jadi orang baik hati .... Budiman.
Biar jadi orang suci .... Sulaiman.
Pandai merajut.... Sulaman.
Biar hatinya selalu iba ....Kasiman.
Biar jadi orang pecinta damai .... Pisman.
Biar jadi orang orang .... Gileluman.
--------------
Sumber : http://www.kaskus.us/archive/index.php/t-109597.html
Thursday, December 13, 2007
Saturday, December 8, 2007
Humor politik
Perdamaian di Timur Tengah sekedar hayalan
Coba apa yang anda dipikiran kita saat melihat betapa mesranya teroris nomor wahid yang paling dicari Amerika bagi dunia dan bagi sebagian orang malah dianggap pejuang hebat, Osama bin Ladeen yang duduk mesra menggendong presiden tergusur Amerika Sadam Husein, plus George W. Bush senior yang juga menggendong
anaknya si yunior yang ternyata mirip sekali dengan babehnya sama menyebalkan.
Kemudian anda lihat bersatunya para pemimpin dunia : Osama, raja Arab Saudi, Bush yunior dan PM Inggeris dan terasa sejuk, lucu dan memang ini hayalan para penjepret dunia untuk menggelitik kita. walau paktanya ternyata berbalik sekali sampai sekarng kondisi timur tengah terus bergejolak dan laun-laun mah jadi poho betapa sakitnya rakyat Irak, Palestina, dan betapa menjijikan Yahudi Israel dan betapa memuakan sekali pemerintah Arab sekitarnya yang diam terus dibawah ketek AS. JadiPunteun atuh nya da ieu mah rekayasa photografi.
anaknya si yunior yang ternyata mirip sekali dengan babehnya sama menyebalkan.Public Relation Politik

Black campign dalam pilkada ?
Pernah kita mendengar istilah "Black campign" atau kampanye hitam saat pemilu 2004, dengan mempublikasikan isu sara, keagamaan dan isu pencitraan yang jelek terhadap lawan politiknya dan dengan kampanye seperti ini ternyata bisa membentuk opini publik yang luar biasa dahsyatnya, apalagi para pemilih kita rata-rata masih melek politik, figuritas dan mudah terkena propaganda tersebut.
Istri Susilo Bambang Yudoyono presiden kita sekarang saat pemilu 2004 sempat kena bidik isu negatif terhadap istrinya yang namanya Christianingsih dirumorkan beragama kristen karena nama depannya mirip dengan nama agama lain atau dalam pilkada kota Bekasi yang sedang hangat-hangatnya, H. Awing Asmawi, SE calon dari partai Demokrat membantah kalau "H" didepan namanya benar-benar "Haji "bukan nama baktis "Hendrikus" atau mungkin pernah dengan dari PAN juga ada namanya Samuel Koto yang asli Minang dan beragama Islam.
"Apalah arti sebuah nama", kata pujangga Inggeris Shakespeare, tapi dari nama itulah pencitraan seseorang dibentuk, karena dalam pilkada bukan hanya menjual program dan partai semata, tapi juga menjual diri dan pemikiran pribadinya termasuk pencitraan kepribadiannya termasuk "kesehatan dan rumor PKS anti tahlilan, anti yasinan dan anti Qunut" yang dijadikan isu bagi calon dari PKS dan lebih hebat lagi black campign dengan motive ideologi, pernah tersebar selebaran dengan kop PP-PKS di pilkada kabupaten Bekasi dan terakhir dalam pilkada kota Bekasi yang memberondong Ustad syaikhu yang mengisukan PKS partai yang anti qunut, anti muludan dan anti yasinan. Salah satu ormas Islam siap mendukung SUKA dengan kontrak sosial tidak melarang masyarakat Bekasi untuk tetap kunut dan yasinan.
Isu sara ini memang sasaran yang paling mudah untuk konsituen kelas bawah yang kurang dalam pertimbangan politiknya dan lebih melihat pigur pribadinya dan sebagian politikus menganggap wajar-wajar saja, walau rumor itu kurang ber-etika dan mencerminkan kelemahan pribadi, bukannya menonjolkan program real yang bisa dijual kemasyarakat jauh lebih terhormat.
Jadi kedewasaan masyarakat dalam memilih pemimpin dan mudah-mudahan kota bekasi memilih pemimpin yang benar-benar sholeh secara sosial dan kegamaan, memiliki kapabilitas yang baik dan peka terhadap permasalahan sosial di kota Bekasi bukan sekedar memanpaatkan birokrasi dan institusi negara untuk dijadikan media pencitraan pribadi. Belum jadi walikota sudah begitu, ngabae atuh?
Istri Susilo Bambang Yudoyono presiden kita sekarang saat pemilu 2004 sempat kena bidik isu negatif terhadap istrinya yang namanya Christianingsih dirumorkan beragama kristen karena nama depannya mirip dengan nama agama lain atau dalam pilkada kota Bekasi yang sedang hangat-hangatnya, H. Awing Asmawi, SE calon dari partai Demokrat membantah kalau "H" didepan namanya benar-benar "Haji "bukan nama baktis "Hendrikus" atau mungkin pernah dengan dari PAN juga ada namanya Samuel Koto yang asli Minang dan beragama Islam.
"Apalah arti sebuah nama", kata pujangga Inggeris Shakespeare, tapi dari nama itulah pencitraan seseorang dibentuk, karena dalam pilkada bukan hanya menjual program dan partai semata, tapi juga menjual diri dan pemikiran pribadinya termasuk pencitraan kepribadiannya termasuk "kesehatan dan rumor PKS anti tahlilan, anti yasinan dan anti Qunut" yang dijadikan isu bagi calon dari PKS dan lebih hebat lagi black campign dengan motive ideologi, pernah tersebar selebaran dengan kop PP-PKS di pilkada kabupaten Bekasi dan terakhir dalam pilkada kota Bekasi yang memberondong Ustad syaikhu yang mengisukan PKS partai yang anti qunut, anti muludan dan anti yasinan. Salah satu ormas Islam siap mendukung SUKA dengan kontrak sosial tidak melarang masyarakat Bekasi untuk tetap kunut dan yasinan.
Isu sara ini memang sasaran yang paling mudah untuk konsituen kelas bawah yang kurang dalam pertimbangan politiknya dan lebih melihat pigur pribadinya dan sebagian politikus menganggap wajar-wajar saja, walau rumor itu kurang ber-etika dan mencerminkan kelemahan pribadi, bukannya menonjolkan program real yang bisa dijual kemasyarakat jauh lebih terhormat.
Jadi kedewasaan masyarakat dalam memilih pemimpin dan mudah-mudahan kota bekasi memilih pemimpin yang benar-benar sholeh secara sosial dan kegamaan, memiliki kapabilitas yang baik dan peka terhadap permasalahan sosial di kota Bekasi bukan sekedar memanpaatkan birokrasi dan institusi negara untuk dijadikan media pencitraan pribadi. Belum jadi walikota sudah begitu, ngabae atuh?
Thursday, December 6, 2007
Singapore : Bandit's save heaven

Dengan memantau arus barang dari dan ke Indonesia, maka Singapore bisa menekan exportir dan importir kita yang bernama Joko agar menjadi Lim.
Di Singapore juga diterapkan policy yang menekankan bahwa anak ketiga bukanlah anak negara. Anak ketiga ini nantinya sulit mendapat kesempatan bersekolah di sekolah negeri (sekolah milik pemerintah) yang relatif murah dan bermutu. Sementara itu, orang melayu di
Dengan kepandaian me-lobbi pejabat pemerintahan, keluarlah pinjaman yang dinikmati oleh pengusaha cina, yang lebih parah lagi, dengan dana murah tersebut mereka membangun pabrik-pabrik yang nantinya menghancurkan pabrik sejenis milik pribumi yang sudah ada. Para pedagang singapura bebas bolak balik singapura jakarta sementara warga negara indonesia tiap ke singapura harus membayar satu juta rupiah karena peraturan fiskal RI, maka matilah pedagang pribumi!
Jika anda bertemu orang pribumi di Karimun ini, kemungkinan besar mereka adalah pelacur (wanita) atau kuli/sopir (pria).
Sumber :http://triadkita.blogspot.com/2006/05/singapore-bandits-save-heaven.html
Subscribe to:
Posts (Atom)
