Monday, June 8, 2009

Berpakaian Aduhai, Wanita Dinilai Kurang Cerdas

Gaya berpakaian wanita menjadi kajian ilmiah di AS. Direktur perempuaun berbusana menggiurkan dinilai kurang cerdas dan kurang cakap

Di zaman yang serba bebas, manusia menikmati beragam kebebasan yang seolah tanpa batas dalam segala hal, tak terkecuali dalam berpakaian. Seberapa bebaskah manusia sebaiknya menutup atau mengumbar auratnya? Temuan-temuan ilmiah terkini tampaknya memberi masukan bermanfaat dalam memutuskan bagaimana seharusnya orang menutup tubuhnya.

Para ilmuwan AS meneliti perilaku orang yang melihat pakaian kaum wanita. Sebagaimana diberitakan Hidayatullah.Com sebelumnya, wanita berbikini dikenali oleh otak pria yang memandangnya sebagaimana benda atau barang yang siap digunakan, dan bukan sepenuhnya manusia yang berkehendak. (Baca: Wanita berbusana minim terlihat bukan manusia). Selain itu, para peneliti juga menemukan, kaum hawa yang memiliki jabatan tinggi tapi mengumbar aurat di tempat kerjanya dinilai kurang cakap dan kurang cerdas.

Hasil temuan itu dipaparkan Melissa L. Wookey dan rekan-rekannya dari Southwest Minnesota State University, Amerika Serikat (AS) di Journal of Social Psychology tahun 2009 ini. Karya ilmiah ini mengulang sekaligus mendukung kebenaran hasil penelitian ilmiah sebelumnya di tahun 2005 oleh Peter Glick dkk. dari Departemen Psikologi, Lawrence University, AS.

Tidak cakap

Menurut Glick dkk., meskipun sulit mengubah daya pikat tubuhnya, perempuan dengan mudah dapat menonjolkan atau mengurangi daya tarik birahinya melalui cara berpakaian dan bertingkah laku. Mengubah pesona syahwat dalam berpenampilan berkemungkinan memiliki dampak lebih besar pada orang-orang yang memandang si wanita. Ini disebabkan penampilan diri semacam itu adalah pilihan pribadi, dan karenanya dapat dipahami sebagai cerminan kepribadian dan nilai yang ada dalam diri perempuan itu.

Di awal penelitian, para ilmuwan asal Lawrence University tersebut mengemukakan sejumlah hipotesa, yakni dugaan yang kemudian diuji melalui penelitian ilmiah. Hipotesa mereka adalah bahwa seorang manajer yang menonjolkan daya pikat kewanitaannya (seksualitas) akan dipandang (1). sangat tidak layak menduduki jabatan kerjanya, (2). memunculkan tanggapan berupa perasaan buruk (reaksi emosi negatif), dan (3). anggapan bahwa ia tidak memiliki kecakapan.

Para peneliti itu juga berhipotesa sebaliknya: perempuan yang menonjolkan daya pikat tubuhnya tidak akan memicu emosi negatif atau buruk sangka dari orang lain ketika perempuan itu bekerja di lapangan pekerjaan berstatus rendah, dan yang umumnya memang diperuntukkan bagi wanita. Contohnya dalam hal ini adalah resepsionis atau penerima tamu.

Penelitian pun dilakukan untuk menguji benar tidaknya dugaan di atas. Mahasiswa dan mahasiswi S1 sebanyak 66 orang dilibatkan sebagai sasaran kajian tersebut. Mereka diminta menilai wanita dalam tayangan video. Dalam video itu, penampilan raga sang wanita dibiarkan tetap tidak berubah, namun cara berbusananya diperlihatkan berbeda: berkemeja rapi atau berpakaian tidak penuh alias merangsang; dan dikatakan bahwa wanita itu bekerja sebagai seorang manajer atau penerima tamu.

Hasil kajian itu menunjukkan, mereka memperlihatkan tanggapan buruk terhadap manajer wanita berbusana menggairahkan, dan menilainya kurang cakap dibandingkan manajer wanita berpakaian netral (wajar). Sebaliknya, ketika wanita itu bekerja pada tingkat rendahan, dalam hal ini sebagai penerima tamu, cara berpakaiannya tidak mempengaruhi emosi orang maupun penilaian orang mengenai kecakapan sang wanita itu.

Glick dkk. menerbitkan karyanya di jurnal ilmiah Psychology of Women Quarterly (2005). Mereka menyimpulkan: penampilan diri yang mengundang birahi merugikan perempuan yang bekerja di jabatan tinggi, tapi tidak pada kaum hawa yang bekerja di jenis pekerjaan rendahan.

Diulang, hasilnya sama

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi hidayatullah.com, beberapa lama kemudian peneliti lain mengulang penelitian Glick dkk. di atas. Melissa L Wookey dan rekan-rekannya dari Departemen Ilmu Sosial, Southwest Minnesota State University, AS, melakukan penelitian serupa namun dengan melibatkan lebih banyak orang (102) dan menggunakan metoda yang tidak sama. Mereka menggunakan jenis pekerjaan yang berbeda dan foto, untuk menggantikan tayangan video.

Mereka yang dilibatkan diminta untuk memberi nilai angka terhadap perempuan di foto tersebut. Penilaian ini meliputi kemungkinan nilai rata-rata kuliahnya, kemampuan menjadi teladan, kecakapan berinteraksi dengan sesama, kecerdasan, kepemimpinan, berkomunikasi, pengetahuan mengenai pekerjaan, organisasi dan keterampilan mengawasi (supervisi), kepeloporan, keandalan, dan sikap profesional.

Kesimpulan penelitian Wookey dkk. secara keseluruhan memiliki pola yang sama dengan penelitian sebelumnya. Seorang CEO (direktur utama) dengan pakaian yang mengundang syahwat mendapatkan penilaian terendah.

Yang paling mengejutkan adalah pembantu kantor yang berpakaian menggiurkan mendapatkan nilai tinggi dalam hal kemampuan bersosialisasi. Ini menunjukkan bahwa penampilan yang merangsang syahwat berhubungan dengan keterampilan bersosialisasi dalam pekerjaan yang tergolong rendah. Namun jika perempuan berbusana merangsang itu berada pada jabatan tinggi, cara berpakaian seperti itu dapat dipandang sebagai tidak pantas dan tidak cakap. (wwn/jsp/pwq/www.hidayatullah.com)

Referensi:

1). ML Wookey et al (2009). “Effects of a Sexy Appearance on Perceived Competence of Women”. The Journal of Social Psychology, Vol 149 (1) February 2009: 116-118.

2). P Glick et al (2005). “Evaluations of Sexy Women in Low-And High-Status Jobs”. Psychology of Women Quarterly, Vol 29 (4) December 2005: 389-395.


Sumber : Hidayatullah.com


Herba dan Misteri Mayat-mayat Tersenyum

Para ilmuwan masih diselimuti misteri soal bagaimana mayat-mayat kuno di Kepulauan Sardinia rata-rata dalam kondisi wajah tersenyum

Sebagaimana diberitakan National Geographic, Kamis (4/6) kini setelah 2.800 tahun berlalu, mereka berhasil mengungkap bahwa ada bahan tanaman yang mampu membuat orang bisa tersenyum menjelang ajalnya.

Tanaman ini diduga dapat membuat tampilan wajah si mayat seperti tersenyum. Sebelumnya, penulis abad ke-8 SM Homer pernah menyebutkan istilah kata "Senyuman Sardonik" yang diambil dari akar kata "Sardinia" dalam sejumlah tulisannya merujuk pembunuhan ritual di pulau itu yang berakhir dengan wajah tersenyum.

Menurut studi terkini, orang-orang tua di masa lalu yang diduga sudah tidak bertahan hidup lagi dan mereka yang terlibat dalam kasus kriminal "dicekoki dengan herba sardonik dan lantas dibunuh dengan cara dijatuhkan dari bukit tinggi atau dipukuli hingga mati".

Selama berabad-abad identitas herba tersebut masih misteri. Namun, sebuah studi yang dipimpin Giovanni Appendino bersama rekan-rekannya berhasil menguak kandungan herba yang bisa membuat orang-orang yang akan mati itu tersenyum pada sebuah tanaman yang disebut hemlock water-dropwort.

Tanaman berbunga putih seperti batang-batang ini tumbuh di sepanjang kolam dan sungai di beberapa bagian negara Italia. Sekitar satu dekade lalu, seorang penggembala domba Sardinia melakukan aksi bunuh diri dengan mengonsumsi tanaman hemlock water-dropwort sehingga mayatnya ditemukan dalam kondisi tersenyum.

Kematian ini membuat Mauro Ballero, pakar botani di University of Cagliari di Sardinia untuk meneliti lebih lanjut setiap tanaman dropwort di pulau itu. Penelitiannya dilanjutkan oleh Ballero bersama rekan-rekannya yang meneliti struktur melekul toxin tanaman hemlock water-dropwort dan menentukan dampaknya terhadap tubuh manusia.

Appendino, pakar organik kimia di Universita degli Studi del Piemonte Orientale di Italia menjelaskan, "Kandungan toxin yang sangat tinggi dan penyebab gejala-gejalanya persis sama dengan yang diuraikan dalam catatan kuno dan peninggalan mayat-mayat tersenyum sardonik." Dikatakanya, tanaman hemlock water-dropwort diketahui mengandung neurotoxin dan menurut kami tanaman itulah yang dipakai orang-orang dulu."

Selain tanaman hemlock water-dropwort, ada juga tanaman lain yaitu hairy buttercup (the Sardinian buttercup). Tapi, tanaman ini tidak tumbuh di tempat-tempat lembab sebagaimana yang disebutkan dalam sejumlah teks kuno dan juga tidak mengandung toxin yang kuat, jelas Appendino. Dia menambahkan Sardinia adalah satu-satunya tempat di seluruh Mediterranean yang ditumbuhi tanaman jenis hemlock water-dropwort.

Menurut seorang kerabat korban yang mati itu, tanaman hemlock water-dropwort sangat berbahaya disebabkan aroma dan rasanya yang sangat manis. "Pada umumnya tanaman beracun itu pahit tapi hemlock water-dropwort memiliki rasa yang manis. Dan ini merupakan kasus kedua tanaman beracun yang dapat merangsang indera kita. Menurut Appendino, tanaman ini sangat berguna untuk kosmetik sebab ia bisa merelaksasi otot dan menghilangkan keriput-keriput di wajah. Temuan mereka ini dipaparkan di Journal of Natural Products.

Sumber
: www.hidayatullah.com]


Tarekat Mason Bebas dan Boedi Oetomo




Beberapa hari ini jargon 1 abad “Kebangkitan Nasional” berdengung disekitar pendengaran kita. Menurut buku pelajaran dari SD hingga SMA, pada tanggal 20 Mei 1908 telah terjadi suatu pergerakan menuju awal gerakan nasional dalam mengatasi penjajahan di bumi Indonesia yang dipromotori oleh mahasiswa-mahaiswa STOVIA yang biasa disebut dengan “Budi Utomo”. Dr. Sutomo pun di daulat menjadi salah satu “pengisi” awal dari pergerakan Budi Utomo. Dari SD sampai SMA bahkan mungkin perguruan tinggi kita sudah di doktrin tentang kedahsyatan hari yang disebut kebangkitan nasional ini yang selalu menjadi titik awal kaum terpelajar di Indonesia.

Kita bahkan tidak mengetahui atau bahkan tak acuh tentang bagaimana sejatinya pergerakan Budi Utomo ini. Budi Utomo merupakan pergerakan yang menurut fakta sejarah sejatinya masih bersifat sangat kedaerahan, belum mencakup tingkat nasional dan bahkan masih berada di dalam taraf kelokalan.

Gerakan ini ternyata menyimpan sebuah tabir misteri yang berkaitan dengan sebuah organisasi rahasia Yahudi Internasional di bawah pendudukan Belanda yang disebut dengan organisasi Freemason (Tarekat Mason Bebas) atau yang dikenal pada waktu penjajahan Belanda disebut dengan “Vrijmetselarrij”. Fakta ini jarang sekali diungkap kedalam ranah pendidikan nasional karena memang sangat dirahasiakan sekali usaha dari organisasi terselubung ini.

Di dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962**” dijelaskan dengan gamblang bagaimana campur tangan freemason terhadap Budi Utomo dalam kaitanya menyebarluaskan faham keyahudian di dalam tubuh budi Utomo ini. Kita dapat lihat pada kutipan berikut ini:

…pengaruh Tarekat Mason Bebas atas emansipasi segmen penduduk Indo-Eropa telah mendapat perhatian , tidaklah terlupakan bahwa mereka juga mempunyai pengaruh dalam gerakan nasional Indonesia. Kaum Mason Bebas sudah pada tahap dini mengadakan hubungan dengan salah satu organisasi politik Indonesia yang pertama, yang bernama ‘’Budi Utomo’’ ”. (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, hal. xviii).Pada awal masa gerakan nasional kaum Mason bebas sudah berusaha menguasai perpolitikan Indonesia dengan cara sokongan keuangan bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang berbakat. Kehebatan kaum Mason Bebas di Indonesia ini pada kemudian hari tampak pada pendirian sekolah-sekolah dan perpustakaan yang tersebar hamper diseluruh Indonesia, kita dapat lihat lokasi-lokasi dan waktu berdirinya sekolah-sekolah bentukan kaum Freemason ini,:





1875 di Semarang
1879 di Batavia
1885 di Yogyakarta, dua sekolah
1887 di Surakarta dan Magelang
1888 di Buitenzorg (Bogor)
1889 di Padang dan Probolinggo
1892 di Semarang, sekolah kedua
1897 di tegal
1898 di Bandung dan Manado
1899 di Aceh
1900 di Malang
1903 di Malang, sekolah kedua
1905 di Bandung, sekolah kedua
1907 di Blitar
1908 di Surabaya
1900 di Padang, Magelang (sekolah kedua) dan Medan, Makssar, Kediri
1926 di Malang, sekolah ketiga

Selain mendirikan sekolah-sekolah, para anggota Tarekat Mason Bebas di Indonesia ini juga mendirikan berbagai perpustakaan di berbagai daerah. Di semarang pada tahun 1875 di buka peprustakaan yang disebut “De Verlichting” dan pada tahun 1917 ditempatkan di Perpustakaan Pusat dan Ruang Baca Umum. Jenis perpustakaan itu dengan berjalannya waktu, muncul hampir bersamaan dengan di semua tempat yang ada loge. Pada tahun 1877 didirikan sebuah perpustakaan di Padang dan kemudian:

1878 di Yogya
1879 di Surabaya
1882 di Salatiga
1889 di Probolinggo
1890 di Buitenzorg (Bogor)
1891 di Bandung
1892 di Menado
1895 di Manado
1897 di Tegal
1899 di Medan
1902 di Ambon
1902 di Malang
1908 di Magelang
1907 di Blitar

Usaha-usaha dari kaum Mason Bebas ini juga berujung pada perekrutan anggota-anggota pada Budi Utomo yang ditarik untuk menjadi anggota Tarekat Mason Bebbas ini. Usaha penetrasi dari luar sangatlah sukar mengingat kaum terpelajar pada saat itu masih dibilang relative sedikit, untuk memuluskan usaha-usaha Mason ini, mereka melakukan penetrasi kedalam tubuh Budi Utomo. Dalam usaha Freemason ini, rupanya bantuan dana merupakan sumber utama untuk menyebarluaskan manifesto politik Freemason pada Budi Utomo, seperti bantuan dari Loge Mataram (cabang Freemason di Yogyakarta waktu itu):

Tarekat Mason Bebas…”melalui perantaraan Paku Alam”, memberikan bantuan kepada “Budi Utomo”. Loge Jogya “Mataram” ia sebut sebagai suatu lembaga yang berbakti dan pantas dihormati”. (Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962, hal. 48).

Beberapa tokoh Indonesia yang menjadi member Budi Utomo juga sejatinya merupakan aktifis dari Tarekat Mason Bebas ini, kita dapat lihat seperti Pangeran Arionotodirojo (1858-1917). Masuk keanggotaan loge Mataram pada tahun 1887 dan memegang berbagai jabatan kepengurusan. Ia ketua Boedi Oetomo antara tahun 1911-1914. pada tahun 1913 ia mendirikan Sarekat Islam Cabang Yogya yang banyak beranggotakan elit Jawa. Notodirojo seorang yang disegani dan dianggap sebaga pergerakan rakyat Jawa, selanjutya kita temukan Raden Adipati Tirto Koesoemo Bupati Karanganyar. Anggota Loge Mataram sejak tahun 1895. ketua pertama Boedi Oetomo. Pada kongres ke dua Boedi oetomo, yang diadakan di gedung Loge Mataram, ia mengusulkan pemakaian Bahasa Melayu, mendahului Sumpah Pemuda.

Dan tokoh yang dipanggil menhadap Marsekal Terauchi ke kota Saigon bersama Ir. Sukarno dalam kaitanya dengan kemerdekaan Indonesia, yaitu Dr. Radjiman Wediodipoera (Wediodiningrat) 1879-1952. Antara tahun 1906 dan 1936 dokter pada keraton Solo. Sarjana dan penulis mengenai falsafah budaya. Pejabat ketua Boedi Oetomo 1914-1915. pada tahun 1945 memainkan peranan penting sebagai ketua dari Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Sebenarnya gerakan kebangkitan nasional versi Budi Utomo ini lebih dapat disebut sebagai usaha bercokolnya Yahudi di Indonesia melalui selubung kaum Freemason atau Tarekat Mason Bebas, karena kita juga dapat temui komunitas Yahudi di Indonesia.

Jika Yahudi pra kemerdekaan yang tergabung di dalam Freemason itu hengkang setelah keputusan Presiden pertama Ir. Sukarno tentang organisasi terlarang Freemason (dan organisasi terselubung lainnya seperti Rotary Club dan Lions Club), ternyata di kemudian hari Freemason dan Yahudi ini kembali eksis setelah sembunyi-sembunyi.

Modus operandi mereka mengaku sebagai keturunan Arab, umat awam pasti akan terkecoh karena Yahudi dan Arab dalam segi fisik tak jauh berbeda. Bukti eksisnya Yahudi ini dapat kita telusuri. Contoh paling mudah tentang eksisnya Yahudi serta Sinagognya yang sampai detik ini masih eksis berdiri karena dipertahankan sebagai Cagar Budaya, dapat kita lihat pada daerah Surabaya, tepatnya Jalan Kayon no. 4 Surabaya, utara Delta Plaza Surabaya saat ini, di daerah Gubeng, seperti tampak pada foto di bawah ini:Untuk mengetahui sepak terjang Tarekat Mason Bebas atau yang dalam bahasa Internasional disebut dengan Freemason, pembaca dapat melihat artikel penulis sebelumnya yang berjudul “Jejak Langkah Freemason dan Yahudi di Indonesia.

Aris H. , Penulis merupakan Pengamat Kajian Judeo-Christian, dapat dihubungi pada email: aris@swaramuslim.com

**Buku Tarekat Mason Bebas ini hanya dicetak 5000 eksemplar oleh Pustaka Sinar Harapan, dan hanya diterbitkan 1 kali cetak yaitu pada tahun 2004, menurut keterangan dari Masyhud SM (penerjemah dan penulis buku best seller “Misteri Natal” dan “Dialog Santri-Pendeta”) yang penulis hubungi lewat telepon selulernya, buku tersebut hak penerbitan dan pencetakannya telah dibeli oleh orang Yahudi, karena memang tujuan buku ini bukan untuk konsumsi publik, melainkan dipersembahkan kepada para anggota dan mantan anggota dari Tarekat Mason Bebas di Hindia-Belanda dulu dan di Indonesia.

Sumber : Swaramuslim.net


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...