Terpilihnya 3 tempat wisata Indonesia sebagai nominator 7 Kejaiban Alam Dunia (New 7 Wonders of Nature) kurang mendapat respons pemerintah. Pemerintah belum berupaya menggerakkan masyarakat Indonesia agar tiga tempat wisata Indonesia itu masuk 7 besar.
Pemilihan 7 Keajaiban Alam ini dilakukan secara online di situs http://www.new7wonders.com. Pemilihan ini diselenggarakan oleh The New7Wonders Foundation yang didukung oleh United Nations for Partnership. Pada 2007 lalu, lembaga ini sempat melakukan pemilihan 7 Keajaiban Dunia, yang mengeliminir keberadaan Candi Borobudur sebagai 7 Keajaiban Dunia. Saat ini, ada 77 tempat wisata dari 6 benua yang dijadikan nominator 7 Keajaiban Alam ini. Ada tiga tempat wisata asal Indonesia yang menjadi nominator. Yaitu, Danau Toba, Gunung Krakatau, dan Taman Nasional Komodo (klik foto : Taman Komodo yang Menawan). Pemilihan akan berakhir pada 31 Desember 2008. Panitia akan mengumumkan 21 besar dari 77 nominator pada Januari 2009. Nominator yang masuk 21 besar akan dilakukan pemilihan lagi sampai akhirnya ditentukan 7 keajaiban alam yang mendapat suara paling banyak. Posisi tiga wisata Indonesia itu, hingga Rabu (4/6/2008) masih berada di posisi bawah. Masih kalah jauh dibanding tempat-tempat wisata dari negara-negara Asia Tenggara lainnya, yang mungkin dari sisi keindahan, masih kurang indah dibanding tiga wisata Indonesia itu. Detikcom telah mencoba menemui para pejabat Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) untuk meminta tanggapan mengenai hal ini. Namun, hanya sebagian kecil saja yang mengetahui mengenai masuknya 3 wisata alam Indonesia sebagai nominasi. I Gede Pitana, Direktur International Promotion Ditjen Pemasaran Pariwisata Depbudpar, mengaku sudah mendengar adanya pemilihan yang dilakukan oleh The New7Wonders Foundation ini. Namun, menurut dia, lembaga tersebut kurang kredibel, karena tidak memiliki legalitas. "Itu kan lembaga yang tidak punya legalitas dari segi hukum, bukan lembaga negara dan dunia," kata Gede saat ditemui detikcom di kantornya, Selasa (3/6/2008) kemarin. Namun, dia menyambut baik bila Danau Toba, Gunung Krakatau, dan Taman Nasional Komodo masuk menjadi nominasi. Sementara Direktur Produk Pariwisata Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Depbudbar Achyaruddin mengaku sudah mengetahui pemilihan secara online ini. "Saya baru tahu dua minggu lalu. Itu pun tidak sengaja ketika saya sedang browsing. Memang Danau Toba menjadi salah satu nominator," kata dia. Namun Achyaruddin tidak mengetahui secara detil mengenai masalah ini. Yang dia tahu, bahwa pemilihan ini dilakukan oleh sebuah LSM dengan sistem mirip polling. "Secara kelembagaan, memang belum ada perhatian. Saya mengetahuinya juga secara pribadi," jelas dia. Ketika dijelaskan lebih detil mengenai pemilihan online ini, Achyaruddin baru sadar bahwa hal ini bisa menjadi promosi yang sangat baik untuk tempat wisata Indonesia. "Ini memiliki promosi yang tinggi. Kenapa kita diam saja ya. Terima kasih saya diingatkan, kami akan mengurus lagi," ujar dia. Achyaruddin memang sempat meminta bantuan stafnya, Antariksa, untuk mempelajari hal ini. Namun, secara kelembagaan, belum ada program dari Depbudpar untuk menyeriusi pemilihan 7 Keajaiban Alam ini. "Saya sudah mencoba menanyakan ke lembaga ini, apa kriteria tempat wisata yang bisa menjadi nominasi. Mengapa kok Danau Toba, Gunung Krakatau, dan Taman Komodo dimasukkan, sementara Ujung Kulon tidak. Tapi sampai sekarang belum ada balasan," kata Antariksa. Sumber : Lampung Post |

No comments:
Post a Comment