Monday, February 14, 2011

Keluhan Pada Ibu Hamil

Ibu hamil kadang mengeluh mual muntah, perut kembung, keputihan, sembelit, nyeri kepala, dll. Kali ini saya akan membahas mengenai keluhan-keluhan tersebut disertai tips-tips untuk mengatasinya. Semoga bermanfaat…
MUAL MUNTAH
Mengapa terjadi mual muntah pada ibu hamil…???
Mual muntah adalah keluhan yang sering terjadi pada ibu hamil muda, disebut juga morning sickness. Biasanya timbul pada minggu ke-6 hingga ke-12 kehamilan, paling berat minggu 9-10 dan biasanya hilang pada minggu ke-16. Keluhan ini disebabkan peningkatan hormon beta hCG pada awal kehamilan, sehingga memicu peningkatan asam lambung dan menyebabkan ibu hamil merasa kembung dan nyeri ulu hati.
TIPS:
  1. Bangun perlahan pada pagi hari, kemudian konsumsi makanan ringan dan teh manis sebelum benar-benar berdiri dan beraktivitas. Sediakan camilan dekat tempat tidur sehingga mudah meraihnya saat bangun atau merasa lapar dan mual.
  2. Apabila merasa mual terus menerus usahakan tetap makan apa saja yang mampu dikonsumsi. Jangan berhenti makan walaupun sedikit, setidaknya dua jam sekali dan menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaaat sehingga mnegalihkan perhatian kita dari rasa mual tersebut.
  3. Hindari makanan yang pedas, goreng-gorengan, makanan bersantan, dan bau-bauan yang menyebabkan asam lambung meningkat sehingga gejala mual bertambah parah. Ingat, bahwa wanita hamil memiliki penciuman yang lebih sensitif terhadap bau-bauan (contohnya ada yang sangat sensitif dengan bau masakan, bau detergen, bahkan ada yang bau parfum suami).
  4. Banyak minum, makanan yang mengandung jahe., mengandung vitamin B (biasanya dari buah alpukat, jagung, kacang atau suplemen). Cukup istirahat dan tidur biasanya dapat meringankan gejala mual muntah pada ibu hamil.
  5. Segera konsultasi ke dokter apabila kondisi memburuk.
KEMBUNG
Kembung adalah gejala yang terdapat pada ibu hamil trimester I dan trimester III. Pada awal kehamilan biasanya akibat kerja hormon kehamilan yang punya efek memperlambat kerja usus. Sedangkan pada trimester III, pembesaran uterus sehingga menekan pergerakan saluran pencernaan juga merupakan penyebab terjadinya gejala tersebut.
TIPS:
  1. Kurangi makanan dan minuman yang mengandung banyak gas seperti kol, kacang-kacangan, minuman bersoda, asaparagus.
  2. Olahraga yang ringan dan teratur dapat membantu proses pencernaan dalam tubuh.
  3. Hindari hal-hal yang dapat menyebabkan udara tertelan cukup banyak dalam tubuh seperti: jangan minum memakai sedotan, makanlah perlahan-lahan, jangan minum terlalu banyak saat makan, dll.
KEPUTIHAN
Vagina secara normal memang mengeluarkan cairan yang jernih, tidak berbau dan tidak gatal yang berasal dari sekresi kelenjar dinding vagina, leher rahim, dan flora normal vagina. Namun pada saat hamil, cairan tersebut menjadi lebih banyak. Hal ini wajar terjadi akibat adanya perubahan hormonal dan peningkatan sirkulasi pada alat kelaminwanita tersebut. Apabila terjadi perubahan lain misalnya berbau tidak sedap, putih seperti susu, kuning atau kehijauan, nyeri atau bahkan gatal, maka bisa disimpulkan telah terjadi infeksi yang biasa disebabkan jamur atau bakteri. Menjaga kebersihan diri merupakan pencegahan paling utama terhadap penyakit ini.
TIPS:
  1. Tidak perlu pengobatan pada keputihan yang normal.
  2. Menjaga kebersihan dan kesehatan khususnya kebersihan dan kesehatan daerah alat kelamin misalnya mencuci daerah kemaluan dari depan, jaga kelembaban serta menggunakan pakaian dalam yang tidak terlalu ketat dan terbuat dari katun, menyerap keringat, sehingga tidak lembab.
  3. Jangan melakukan basuh vagina (douche) agar tidak mengganggu keseimbangan flora normal dalam vagina dan dapat meningkatkan risiko infeksi vagina.
SEMBELIT (SUSAH BUANG AIR BESAR)
Sembelit biasanya terjadi pada trimester I dan trimester III, oleh karena adanya perubahan hormonal dan penekanan usus bagian bawah akibat pembesaran uterus. Hal ini akibat efek pencernaan makanan yang cukup lama. Adanya pemberian zat besi pada ibu hamil juga dapat mengakibatkan sembelit. Namun hal ini tidak berbahaya, apabila tidak ada penyakit lain.
TIPS:
  1. Konsumsi makanan berserat seperti roti gandum, sereal buah, sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan.
  2. Makanlah sedikit namun sering sehingga pencernaan tetap aktif.
  3. Banyak minum.
  4. Olahraga teratur untuk menjaga kekuatan otot dan membuat saluran pencernaan tetap aktif.
RASA KENCANG DI PERUT (KONTRAKSI)
Rasa kencang atau kontrkasi yang dirasakan oleh ibu hamil namun tidak mengarah pada persalinan (kontraksi Braxton Hicks). Biasanya timbul mulai minggu ke-20 hingga ke-22. Kontraksi makin sering dengan meningkatnya usia persalinan. Hal ini wajar terjadi namun apabila terjadi lebih dari enam kali dalam satu jam, tidak berhenti walaupun sudah istirahat dan minum air, maka dianjurkaan agar konsul ke dokter.
TIPS:
  1. Minumlah cairan dalam jumlah yang cukup karena dehidrasi dapat menimbulkan kontraksi.
  2. Saat terjadi kontraksi, duduk dengan tenang serta tarik napas dalam perlahan. Hal ini dapat meringankan rasa nyeri akibat kontraksi uterus.
  3. Usahakan relaks dan istirahat yang cukup, dapat mengurangi kejadian kontraksi uterus.
NYERI KEPALA
Nyeri Kepala saat hamil disebabkan oleh berbagai hal yaitu perubahan hormonal, tegang, lelah, kadar gula rendah, atau kombinasi beberapa faktor lain yang biasa terdapat pada ibu hamil.
TIPS:
  1. Kurangi aktivitas yang terlalu banyak dan berat.
  2. Carilah tempat segar yang dapat membuat kita rileks.
  3. Menkonsumsi makanan dengan protein yang tinggi dan menghindari makanan yang membuat sakit kepala seperti coklat, keju, anggur merah dan makanan yang mengandung gula olahan.
  4. Pemberian kompres dingin pada kepala dapat meringankan nyeri kepala yang disebabkan oleh rasa tegang dan lelah.
  5. Istirahat di tempat yang gelap dengan memkai penutup mata dapat mengurangi nyeri kepala.
  6. Memijat daerah leher, tengkuk, dan bahu dengan perlahan dapat meringankan gejala tersebut.
  7. Apabila bertambah buruk dapat dikonsulkan ke dokter.

NYERI ULU HATI
Nyeri seperti ditusuk-tusuk (heartburn) yang biasanya terjadi pada trimester II dan III. Hal ini akibat melemahnya katup pada lambung akibat proses hormonal yang menyebabkan makanan dapat masuk kembali ke kerongkongan. Selain itu pada trimester III janin mulai membesar sehingga menekan lambung yang dapat juga menyebabkan nyeri tersebut.
TIPS:
  1. Makanlah dalam jumlah sedikit namun sering.
  2. Hindari makanan pedas dan asam.
  3. Minumlah setelah makan untuk mendorong makanan masuk dalam lambung dan membantu penetralan asam lambungnya.
  4. Jangan berbaring saat dan setelah makan.
  5. Konsumsi obat maagh terkadang dapat membantu.


NYERI PUNGGUNG/ PINGGANG BAWAH
Nyeri yang biasa terjadi pada ibu hamil akibat perubahan postur ibu, peningkatan ukuran dan berat rahim, pembersaran janin, regangan otot dan sendi panggul. Kesemuanya itu memang dipersiapkan untuk kehamilan dan persalinan dari janin tersebut. Namun efeknya ibu tersebut menjadi mudah terserang nyeri punggung bawah.
TIPS:
  1. Hindari mengangkat beban terlalu berat.
  2. Jangan mengangkat beban dengan membungkuk.
  3. Saat memutar badan usahakan kaki juga ikut berputar sehingga tulang belakang tidak terpelintir.
  4. Jangan mamakai sepatu berhak tinggi agar distribusi beban merata.
  5. Pijatan ringan dapat mengurangi nyeri punggung.
  6. Pemakaian korset penyangga khusus atas saran dokter.
  7. Olahraga yang dapat memperkuat otot perut dan mengurangi nyeri bagian bawah.
  8. Kompres dengan air hangat dan dingin secara bergantian agar dapat meringankan nyeri tersebut. Apabila salah satu kompres dianggap lebih enak maka pilih salah satu diantaranya tanpa bergantian.
  9. Pemakaian balsem anti nyeri, minyak pijat, lotion bahkan analgesik dapat meringankan beban nyeri tersebut.
VARISES
Peningkatan tekanan dalam panggul atau diafragma dapat meningkatkan tahanan terhadap pembuluh darah balik (vena). Hal ini dapat menyebabkan terjadinya varises (pelebaran pembuluh darah vena) yang dapat terjadi di tungkai bawah dan bibir kemaluan yang biasanya terdapat nyeri.
TIPS:
  1. Istirahat secara periodik disertai peninggian tungkai.
  2. Minum obat antinyeri yang diperbolehkan bila diperlukan.
  3. Kompres hangat jika diperlukan.
  4. Penggunaan stoking.
  5. Hindari cedera pada daerah tersebut.
  6. Jangan memakai sepatu berhak tinggi agar distribusi beban merata.
  7. Konsul ke dokter apabila gejala bertambah parah.
KAKI KRAM
Kaki kram adalah gejala yang biasa dialami ibu pada trimester ke II dan III. Tekanan janin pada panggul mengakibatkan penurunan aliran darah ke kaki sehingga menimbulkan kram. Biasanya terjadi di paha, kaki dan tungkai. Penyebab lain yaitu kurangnya asupan kalium, magnesium dan kalsium dalam tubuh.
TIPS:
  1. Lakukan peregangan dengan cara menekuk dan meluruskan kaki dan menahan ibu jari belakang.
  2. Konsumsi buah-buahan yang dapat meningkatkan asupan kalium (seperti pisang), kalsium dan magnesium.
  3. Konsumsi suplemen kalsium jika perlu.
  4. Olahraga untuk memperbaiki sirkulasi darah, mengurangi frekuensi terjadinya kram.
  5. Minum banyak air.
  6. Pijatan pada otot kaki dapat meringankan kram.
KAKI BENGKAK
Biasanya pada trimester akhir terjadi pembengkakan pada kaki yang diakibatkan oleh adanya pembesaran janin dan uterus yang menekan  pembuluh darah, volume darah yang tambah meningkat, ditambah dengan aktivitas dari ibu hamil tersebut. Biasanya kondisi ini membaik dengan istirahat di malam hari.
TIPS:
  1. Gunakan kompres dingin pada daerah yang bengkak.
  2. Kurangi asupan garam atau makanan yang asin-asin.
  3. Hindari aktivitas yang menimbulkan bengkak seperti berdiri terlalu lama atau duduk bersila.
  4. Makan makanan cukup protein.
  5. Tidur miring untuk menghindari tekanan pada pembuluh darah balik.
  6. Pakailah sepatu yang cukup/ agak longgar dan jangan yang berhak tinggi.

PERUBAHAN PADA KULIT
Banyak sekali hal yang terjadi pada ibu hamil yaitu banyak timbul jerawat, timbul bercak hitam di pipi, kulit jadi agak kering dan kasar, timbul parut kehamilan (striae) dan gatal-gatal. Semuanya itu biasanya akibat adanya perubahan hormonal yang ada pada ibu hamil, serta adanya perubahan pada kondisi perut ibu.
TIPS:
  1. Menjaga kebersihan kulit dengan mandi dan cuci muka teratur dengan sabun yang ringan. Namun hal ini tetap tidak boleh terlalu sering karena dapat menyebabkan kekeringan pada kulit.
  2. Memakai pelembab pada kulit yang kering untuk mengurangi rasa gatal pada perut dan dada.
  3. Banyak minum air putih dan jus buah-buahan.
  4. Olahraga secara teratur.
  5. Memakai sunblock untuk tabir surya sehingga tidak memperparah flek kehitaman pada wajah.
  6. Mengkonsumsi tablet/ suplemen vitamin E, Vitamin C, dan suplemen zinx 30 mg untuk menjaga kesehatan kulit tubuh.
SERING KENCING
Gejala ini bisanya terjadi pada trimester I dan trimester III. Pada awal kehamilan terjadi akibat perubahan hormonal yang menyebabkan otot uterus relaks mengerut dan menekan saluran kemih, sedangkan pada usia kehamilan lanjut akibat penekanan terhadap kandung kemih yang menyebabkan perasaan ingin kencing pada ibu hamil. Karena hal ini wajar terjadi maka tidak perlu terapi tambahan. Namun apabila disertai dengan rasa nyeri pada saat kencing, maka segera konsultasikan ke dokter!

Sumber : http://desiemeilana.wordpress.com/

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...