

Lantas, yang dijadikan standar itu seperti apa? Seperti ungkapan 'di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'. Setiap perusahaan pemberi kerja mungkin mempunyai standar yang berbeda. Masing-masing berpatokan pada garis besar yang sudah menjadi acuan perusahaan, tentunya untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Dengan begitu, kualifikasi pekerja yang dibutuhkan disesuaikan dengan target perusahaan.
Di mana perekonomian Indonesia yang masih belum lagi stabil, seperti saat ini, biasanya mereka tidak mau mengambil resiko mempekerjakan pegawai yang memang tidak memenuhi kualifikasi perusahaan. Secara umum yang menjadi perhatian dari sekian banyak point adalah pengalaman kerja dan korelasi bidang pekerjaan dengan pendidikan.
Hal itu tentu saja bukan harga mati. Sebab, ada pula yang menganggap fresh graduate dengan tingkat pendidikan dan prestasi di atas rata-rata merupakan aset potensial. "Jadi sebetulnya kemungkinan akan kesempatan itu selalu ada, tergantung kebijakan seperti apa yang digunakan perusahaan saat itu, dan target seperti apa yang ingin dicapai," ungkap seorang mantan manager HRD sebuah apartemen di kawasan golf Karawang. "Sesulit apa pun kondisi yang dihadapi, tetap optimis adalah sebuah kunci keberhasilan," tambahnya.
Ada beberapa hal disadari atau tidak telah dilakukan, yang mengurangi 'nilai jual' diri kita. Karena bisa jadi sedikit kesalahan, besar pengaruhnya terhadap kualifikasi yang kita miliki. Untuk itu sedikitnya kita harus mengetahui standar seperti apa yang dijadikan acuan perusahaan yang ingin kita masuki. Hal ini menjadi penting dengan semakin bertambahnya pencari kerja dan semakin bervariasinya jenis pendidikan. Maka persaingan pun semakin keras. Berikut ini adalah beberapa tips yang mungkin berguna bagi para 'pemburu' kerja. Selamat berjuang!
(war/dari berbagai sumber)
No comments:
Post a Comment