Wednesday, November 5, 2008

PERTAMA DI DUNIA, WANITA MAYORITAS DI PARLEMEN RUWANDA

Kagili,Antara.com-Kagili,Antara.com-,Wanita memperoleh sedikitnya 44 dari 80 kursi dalam pemilihan legislatif di Rwanda, membuat negara Afrika tengah itu yang pertama di dunia tempat pria kalah jumlahnya di majelis nasional, komisi pemilihan mengatakan Kamis.

Menurut hasil sementara, wanita memperoleh 20 dari ke 53 kursi yang disediakan melalui pemilihan langsung. Dalam sistim pemilihan yang unik di Rwanda, 24 kursi lainnya dicadangkan untuk wanita melalui pemilihan tidak langsung.

Menurut seorang pejabat yang dekat dengan dewan pemuda, seorang wanita mungkin juga menerima satu dari dua kursi yang dicadangkan untuk pemuda Rwanda.

Dengan 44 kursi dijamin, wanita akan bertanggungjawab atas sedikitnya 55 persen di majelis rendah di Rwanda.

Menurut Uni Antar-Parlemen, yang akan menempatkan Rwanda jauh di depan Swedia, tempat wanita bertanggungjawab atas 47 persen parlemen, dan ditempatkan (di urutan) ketiga Kuba, tempat 43,2 persen dari anggota parlemen adalah wanita.

Menurut hasil sementara yang diumumkan Senin, Front Patriotik Rwanda pimpinan Presiden Paul Kagame telah mengamankan mayoritas dalam pemilihan yang dimulai Senin dan ditutup Kamis dengan suara untuk kursi terakhir dicadangkan, demikian AFP [FR/ANTARA.COM]

Siapkah AS punya presiden kulit hitam?

Pilpres pada 4 November 2008 akan berlangsung tidak seperti biasanya. Untuk pertama kalinya, salah satu kandidat presiden, Barack Obama, berkulit hitam. Bersamaan dengan momen pemilihan presiden AS, sebagian pemilih akan berhadapan dengan cara pandang rasial mereka sendiri.

VOA menanyakan kepada beberapa orang di seluruh bagian negara, apakah mereka siap memiliki presiden kulit hitam, belum lama ini.

Analis politik juga menyampaikan pandangan mereka. Profesor Larry Sabato dari University of Virginia berkata, warna kulit Obama merupakan hal yang tak bisa dihindari.

Pencalonan Barack Obama telah mematahkan banyak hal. Namun, ia bukanlah orang kulit hitam pertama yang diajukan ke Gedung Putih.

Pada 1972, anggota Kongres, Shirley Chisholm, termasuk bakal calon, tetapi tidak terpilih untuk menjadi kandidat partai. Pada 1968, saat Chisholm menjadi wanita kulit hitam pertama yang terpilih menjadi anggota DPR, bangsa AS bangkit untuk pergerakan hak sipil serta menentang pemisahan rasial dan diskriminasi di Selatan.

Semua berklimaks pada April 1968, ketika pejuang hak sipil, Dr Martin Luther King, dibunuh. Orang kulit hitam marah, frustrasi, dan mengamuk di jalanan.

Enam belas tahun kemudian, Jesse Jackson, berkampanye untuk memperebutkan nominasi Demokrat pada 1984. Dia mendulang 3,5 juta suara pada pemilihan primer partai. Pada 1988, meskipun masih gagal mendapat nominasi, Jackson mendulang 7 juta suara.

Barack Obama mewakili dirinya sendiri sebagai sosok kandidat yang berbeda, kata Thomas Mann, staf peneliti The Brookings Institution, Washington.

Kampanye Obama telah menarik hati kalangan kulit putih, Latin, Asia-Amerika, selain kulit hitam sendiri. Pencalonannya telah menyemangati kaum muda yang belum pernah "terlihat" sejak batas umur mencoblos diturunkan menjadi 18 tahun pada 1972. Di permukaan, orang bisa saja berasumsi bahwa dukungan yang luas untuk Obama dan jumlah poling akan menolongnya pada hari-H pilpres.

Namun, Vesla Weaver, peneliti University of Virginia, berkata, ada yang perlu diwaspadai. Pada pemilihan terdahulu, kandidat kulit hitam selalu menghadapi kejutan yang tak menyenangkan.

Pada 1982, sejumlah poling menunjukkan, Wali Kota Los Angeles Tom Bradley unggul dalam pemilihan Gubernur California. Namun, pada hari-H, ternyata dia kalah.

Pada pemilihan Gubernur Virginia pada 1989 yang dimenangi kandidat kulit hitam, Douglas Wilder, pada berbagai poling ia unggul 10 persen atas rivalnya. Namun, akhirnya ia memenangi pemilihan dengan selisih tak sampai 1 persen. Analis politik menamakannya "bradley effect", ini masih merupakan kendala.
Tim VOA bertanya kepada orang-orang di daerah lain, berbagai kelompok umur, dan tingkat penghasilan, apakah mereka siap untuk memilih presiden kulit hitam. Banyak yang merespons positif dan beberapa menyatakan tak yakin.

Sumber : VOA/Kompas.com

Monday, November 3, 2008

Matahari spionase wanita terhebat sepanjang masa

Pelacur Elit Sekaligus Agen Mata-mata...HEBAT




Penari
Seorang wanita Belanda di era PD-I menjadi penari orientalis dan spion politik untuk pemerintah Jerman dan Perancis. Gadis Belanda itu bernama Margarethe Gertruide Zelle. Dia lahir di Leeuwarden, Belanda. Ketika dia berusia 19 tahun, tepatnya tahun 1895, dia dinikahi oleh Rudolph Macleod,(39 tahun). Rudolph adalah perwira tinggi militer Belanda yang bertugas di Indonesia. Pasangan baru kimpoi ini diboyong ke
Indonesia, pertama kali tinggal di Semarang. Margarethe senang dengan rumah di Semarang yang nyaman. Tak berapa lama lagi, suaminya harus berpindah tugas ke Malang, di daerah Tumpang. Di situ Margarethe suka bermain ke candi Jago, candi
Kidal, candi Singosari. Dia mengagumi tarian Serimpi yang ditarikan di candi-candi tersebut. Kemudian Suaminya dipindah tugaskan ke Sumatra.

Margarethe tidak kerasan tinggal di Sumatra. Dia rindu dengan suasana
di Jawa. Apalagi anak laki-lakinya Norman meninggal di Sumatra. Tahun 1902
pasangan ini kembali ke Belanda. Dan berakhir dengan perpisahan. Rudolph tinggal dengan anak perempuannya. Masih tahun yang sama Margarethe pergi ke Paris, dengan tujuan akan belajar balet yang kemudian timbul niat Margarethe untuk menjadi penari orientalis di sebuah klab malam. Dia mencoba menari sebisanya bergaya tarian Jawa. Apalagi dia dulu sering melihat tari Serimpi di candi Jago, Malang. Pakaianpun dia variasi sendiri. Bahkan Margarethe sebenarnya tidak tahu banyak kesenian Jawa, apalagi agama nenek moyang orang Jawa. Dia nekat saja menari dan berpakaian khas ketimuran.

Tarian dia membuat gebrakan baru. Bukan saja dia pandai menari orientalis di mata orang Paris, namun dia juga menari dengan eksotik dan telanjang. Dalam waktu singkat namanya sudah cepat melambung. Banyak kaum elit Paris dan Eropa lainnya terkesima dengan penampilannya. Ketika banyak media menyorotnya. Dia mengaku kalau lahir di kota Jaffnapatam, pantai Malabar, India. Sedang ayahnya seorang Brahmana dan ibunya seorang penari di candi. Kebohongannya membuat publik makin yakin. Apalagi setelah nama yang sebenarnya sebagai istri Rudolph Mcleod itu diganti dengan nama MATA HARI.
Nama itu kedengarannya sangat asing di telinga orang barat. Khas ketimurannya menonjol. Mata Hari memang cocok dianggap orang timur. Bukan saja rambutnya yang hitam kelam dan kulitnya yang kecoklatan. Tapi bibir dan matanya tampak bukan seperti orang barat. Tariannya sungguh liar dan mengundang decak kagum banyak penonton.

Seorang yang dibuat tergila-gila pertama kali adalah Emile Guimet. Dia pengusaha industri sabun cuci dari kota Lyon, Perancis. Sejak tahun 1885, Guimet telah mendirikan museum yang mengkoleksi barang-barang seni orientalis dan dia juga mempersilakan museumnya untuk pentas dan mengenalkan pada kalangan elit Paris. Honor yang didapat Mata Hari saat itu berupa emas seharga 1000 Franc. Pada tahun 1905 Mata Hari telah melakukan pertunjukan sebanyak 35 kali. Penonton yang terbanyak di Olympia-Theater, dia mendapat bayaran sejumlah 10.000 Francs. Di samping dia pentas di pertunjukan umum, juga melayani pentas privat. Mata Hari bercita-cita punya pacar orang kaya. Dan kini cita-citanya telah tercapai. Tak hanya orang kaya dan bangsawan yang menjadi pacarnya, tapi termasuk para perwira tinggi. Dia hidup dengan kemewahan.

Kemudian Mata Hari berganti pacar lagi, kali ini dengan seorang pengacara
bernama Edouard Clunet. Dia meminta saran Clunet untuk menghubungkan dengan sebuah agen yang profesional untuk mengurus pementasannya. Clunet lalu menghubungkan dengan agen teater terkenal bernama Gabriel Astruc. Pada Januari 1906, pertama kali Mata Hari pentas di luar Perancis yaitu di Madrid. Pada Pebruari 1906 penari yang juga menyandang nama Margarethe itu pergi ke Berlin. Dia tak butuh waktu lama untuk memperkenalkan kebolehannya ke publik. Apalagi ada dukungan dari seorang bangsawan setempat. Kemudian dia pergi lagi ke Wina, karena dia mendapatkan surat dari Astruc untuk pentas di ibu kota kekaisaran Austria-Hongaria. Publik di Wina luar biasa. Media terkecoh dengan pemberitaan asal mula Margarethe. Beberapa media menulis bervariasi, dia berasal dari Belanda, Jawa, Bali dan India. Postur tubuhnya juga diekpos, besar dan langsing. Kemolekannya seperti seekor binatang liar.
Seorang perempuan cantik yang mirip dewi aneh, berkulit gelap mirip gelapnya
malam. Sebuah media mewartakan, kalau Margarethe berusia 30 tahun, tapi
wajahnya seperti gadis muda. Bahkan di bulan Desember di Belanda terbit sebuah buku berjudul:"The Life of Mata Hari, the Biography of my Daughter". Buku itu ditulis oleh Adam Zelle, ayah Margarethe. Margarethe tidak yakin, kalau itu tulisan ayahnya sendiri. Dia percaya, kalau ada dua penulis mendatangi ayahnya, karena kepopulerannya.

Spion(Double Eye Spy)
Sudah berbulan-bulan telah beredar desas-desus ketegangan internasional di
seluruh Eropa. Perang akan terancam meletus. Pada awal Agustus 1914 diumumkan perang telah meletus. Orang-orang di jalan marah dan beringas. Pertokoan di sepanjang jalan di Paris yang berlabel Jerman atau Austria dibakar. Tak ada lagi "Brasserie Viennoise" dan "Café Klein". Polisipun kewalahan antara memihak bangsanya atau manusia pada umumnya. Di Berlin reaksinya tak beda dengan di Paris. Bangsa Jerman dan Perancis bersitegang dan dipertanyakan, kenapa Margarethe mondar-mandir di Berlin? Hanya seorang penari, namun banyak punya kenalan luas dan orang-orang penting. Akhir bulan Juli 1914 Margarethe menjalin hubungan dengan seorang komandan polisi bernama Griebel. Margarethe sebagai gundiknya ikut melihat demonstrasi di luar istana kaisar. Semboyan "Deutschland über Alles" mengumandang keras. Dalam beberapa hari saja, Margarethe kena sasaran aksi anti orang asing. Suasana yang mencekam itu juga mengkhawatirkan keselamatan Margarethe. Kini dia sudah berusia 38 tahun. Dia punya akal ke Paris lewat Zürich, Switzerland. Namun pada 7 Agustus dia sudah berada di Berlin lagi. Bukan saja dia tanpa kawan di Berlin, tapi juga tanpa pakaian. Dia beruntung ada orang Belanda tua yang baik hati dan membelikan tiket kereta api untuk keluar dari Berlin menuju Belanda. Pada 14 Agustus dia meninggalkan Berlin dan berhenti di Frankfurt meminta dokumen perjalanan konsul Belanda. Tanggal 16 Agustus dia tiba di Amsterdam. Pada 14 Desember 1914 untuk pertama kalinya Margarethe manggung di publik Belanda. Gedung teater di Den Haag penuh sesak pengunjung. Semua orang ingin melihat penampilan Mata Hari yang sudah tersohor itu. Tak begitu lama Margarethe menemukan pasangan barunya, Baron Edouard van der
Capellen. Baron Edouard tak hanya kaya, tapi juga pimpinan kavaleri. Dia berusia 52 tahun. Dalam tempo sebulan dari perjumpaannya Margarethe dibuatkan sebuah rumah mungil nan indah oleh Baron di Den Haag. Baron menganggap Margarethe bagaikan prostitusi.

Pada 13 Maret 1915 Margarethe membaca koran Belanda yang memuat fotonya dengan judul "Madame Mata Hari". Dia sedih meratapi masa jayanya yang sudah lewat, sementara di rumah pemberian Baron seperti terkekang. Pada Agustus 1915 Margarethe berulang tahun yang ke 39 tahun. Kehidupan sehari-hari Margarethe terasa sepi, karena Baron sering bertugas berbulan-bulan tak pulang. Margarethe mencoba kabur dan akan kembali ke Paris lagi. Jalan yang dia tempuh harus berkeliling dari Amsterdam menuju pelabuhan Inggris, selat Biskaya ke Vigo,Spanyol utara. kedatangan Margarethe di Paris Desember 1915 menjadi sorotan agen Prancis. Margarethe mengenakan pakaian mahal dan berlagak sombong. Apalagi dia merasa pernah menjadi bintang di Paris.

Pada suatu kesempatan Margarethe mengungkapkan: Suatu malam bulan Mei 1916 di Den Haag aku didatangi seseorang yang bernama Karl Kramer. Kramer memberitahu tentang hubungannya dengan Perancis. Dan dia tanya aku, apakah kiranya aku bisa sedikit berbuat yang bisa membuat senang bangsa Jerman? Margarethe menirukan tawaran Kramer:
"Kalau kamu bisa bantu, aku gembira dan aku sediakan bayaran sebanyak 20.000 Franc."

Mendengar tawaran uang, Margarethe terpikat. Namun dia butuh beberapa
hari untuk mempertimbangkan. Bagi Margarethe tidaklah teramat sulit, karena dia sudah terbiasa berbuat naif dan menjalani liku-liku dengan berbagai kalangan elit. Margarethe mengajukan usulan, seandainya dirinya bisa berbuat lebih, bisakah ditambah bayarannya? Dan Kramer menyetujui. Akhirnya dia menulis surat jawaban ke Kramer, kalau dirinya sanggup menerima tawaran. Betapa senang Kramer, dia cepat-cepat mendatangi rumah Margarethe sambil membawa uang kontan 20.000 Franc. Kramer juga membawa peralatan tulis rahasia berupa tiga botol tinta. Dua botol diantaranya berupa tinta tanpa warna. Sedang sebuah botol berisi tinta berwarna biru kehijauan. Cairan di botol pertama berfungsi untuk
melembabkan kertas. Cairan botol kedua untuk menulis berita dan cairan di botol ketiga untuk menghapus. Margarethe tampak heran dengan peralatan rahasia itu. Tapi dia mempercayai Kramer. Tak hanya di situ persiapan sebagai agen ata-mata. Namun ada sandi khusus yang harus dipakai Margarethe yaitu sandi nomor: H21. Sandi nomor itu harus ditulis sebagai tanda tangan. Dan semua beritaharus dikirim ke alamat Hotel de l`Europe di Amsterdam.

Lalu Margarethe dikirim ke Paris, untuk mengirim berita-berita yang penting.
Tapi Margarethe tak tahu apa-apa tentang tugas yang akan dilakukan. Memang antara dunia spionase dan seks sangat erat. Orang-orang yang penting posisinya dan intelek sekalipun tetap akan bertekuk lutut di atas ranjang. Di Paris petualangan cinta Margarethe dimulai lagi. Kali ini dengan seorang perwira muda Rusia bernama Vadime de Masloff. Pada suatu malam ulang tahun Margarethe yang ke 40 itu, pemuda Vadime bercinta di kamar Grand Hotel. Vadime usianya 20 tahun lebih muda dari Margarethe. Bahkan Margarethe berujar, selama hidupnya dia hanya bercinta dengan para perwira. Suatu hari sebuah musibah menimpa pada Vadime. Sebuah granat meledak dan melukai wajah serta leher Vadime dan terkena asap gas beracun. Dia harus dirawat di rumah sakit tentara. Margarethe cemas dan bermaksud ingin mengunjungi Vadime di rumah sakit. Namun diperlukan surat khusus dari sebuah kantor kementerian perang di Boulevard St.Germain. Tak tahunya di kantor itu juga dipakai sebagai kantor agen spion Perancis. Di sebuah tangga gedung itu, secara kebetulan Margarethe berpapasan dengan kapten George Ladoux. Hubungan antara Margarethe dan Ladoux makin dekat. Makin diketahui, kalau Ladoux sebenarnya ketua spion Perancis. Margarethe ditawari, untuk bekerja
sebagai spion untuk Perancis. Ladoux menanyakan berapa gaji yang diminta? Bayangan Margarethe melambung tinggi, utamanya mencita-citakan hidup di masa depan dengan pacar terbarunya Vadime. "Satu Juta Franc", jawab Margarethe. Ladoux mempertimbangkannya, karena gaji sejumlah itu sama dengan gaji untuk 12 spion paling handal. Namun Ladoux mencurigai, kalau Margarethe sebenarnya adalah spion untuk Jerman. Mendengar permintaan gaji yang kurang ditanggapi Ladoux, maka Margarethe mencoba meyakinkan lagi. Kalau dirinya juga kenal orang penting di Jerman bernama Kramer. Telinga Ladoux hampir pecah mendengar nama Kramer. Karena memang dia orang penting Jerman. Dari sini Ladoux makin yakin, kalau Margarethe benar-benar spion Jerman. Dan Margarethe mencoba akan menjadi double agen. Ladoux tidak mau mengambil resiko lebih jauh. Dia tak menyanggupi membayar satu juta Franc.

Pada 13 Pebruari Albert Priole, komandan polisi mengetuk pintu kamar hotel,
tempat Margarethe menginap. Polisi itu membawa surat perintah penahanan dantertulis: "Madame Zelle, Margarethe dengan nama Mata Hari, beragama kristen protestan, lahir di Belanda 7 Agustus 1876, tinggi 1,75, bisa baca tulis telah
dinyatakan terdakwa sebagai spion yang menyebarkan berita ke musuh."

Margarethe resmi menjadi tahanan di Palais de Justice. dibawah pengawasan
kapten Pierre Bouchardon. Kapten Bouchardon terus mempelajari dokumen yang dikirim dari kantor Ladoux. Margarethe dikeluarkan dari sel untuk dilakukan pemeriksaan. Kesibukan pemeriksaan makin ditingkatkan, kasus per kasus yang telah terlewati dipertanyakan langsung pada Margarethe. Hasil pemeriksaan, sangat diragukan loyalitas Margarethe sebagai spion Perancis. Dia dituduh berbohong dan jelas terbukti sebagai spion Jerman. Margarethe mengelak dan justru mengaku bekerja untuk Ladoux. Buktinya dia sudah mengirim berita penting dari Madrid. Dalam pemeriksaan Ladoux tidak ada di tempat. Margarethe meminta menghadirkan Ladoux. Pada 10 April pihak kepolisian menyerahkan bukti pemeriksaan pada zat-zat kimia yang dipakai Margarethe. Sebuah botol tinta bertuliskan: Beracun, ternyata sebuah tinta tanpa warna itu dari bahan kwalitas terbaik. Ketika temuan polisi itu diutarakan Margarethe oleh Bouchardon. Margarethe mengelak, dia mengaku memesan di Spanyol.

Pada 25 Juli 1917 sebuah sidang tertutup digelar dengan penjagaan ekstra
ketat. Beberapa saksi dan pejabat militer perang hadir. Oleh hakim pengadilan perang, Margarethe disodorkan delapan pertanyaan. Dan Margarethe dinyatakan terbukti bersalah sebagai spion Jerman. Untuk itu pengadilan perang Perancis menjatuhkan hukuman mati pada Margarethe. Pelaksanaan hukuman mati pada Senin, 15 Oktober 1917 di Bois de Vincennes, bagian timur kota Paris. 12 resimen artileri siap dengan senapan di sebuah pagi yang dingin dan berkabut. Sedang usia semua tentara tersebut masih muda, sekitar 20 tahun. Sehari setelah pelaksanaan eksekusi, tepatnya pada Selasa, 16 Oktober 1917, berbagai media internasional memberitakan. "The Time" memberitakan penari Mata Hari telah dihukum tembak. "Daily Express", juga melangsir berita dengan judul "Spion cantik Mata Hari dihukum mati". "New York Times" menulis, penari dan
petualang Mata Hari dijatuhi hukuman mati. Dia diambil dari penjara St.Lazare dan dibawa ke Vincennes untuk dihadapkan regu tembak. "Le Figoro" mengabarkan, spion Mata Hari dihukum mati dan mayatnya dikubur di kuburan Vincennes. Dua tahun kemudian Jeanne-Louise, anak perempuan Mata Hari yang sedang menginjak usia 21 tahun meninggal dunia akibat pendarahan di otak.

SENI TEKNIK KORUPSI BUKAN SEKEDAR TEORI!



DEFACE

Deface adalah mengganti tampilan dari sebuah surat dinas, biasanya pada bagian tanda tangan, dengan tujuan untuk mendapatkan komisi dari proyek atau kegiatan yang akan dilakukan, dengan mengatasnamakan pejabat yang berwenang. Tehnik deface bisa dilakukan dikarenakan terdapat kelemahan pada pejabat yang berwenang, misalnya kurang kontrol terhadap surat-surat yang keluar dan masuk. Untuk mendeface sebuah surat, yang dilakukan penyerang adalah membuka file ketikan surat yang bersangkutan dengan menggunakan software Microsoft office maupun Open Office, kemudian merubah form tanda tangan dengan namanya sendiri ataupun nama orang lain, sesuai dengan kebutuhan, kemudian menandatanganinya, dan menemui orang yang bersangkutan dengan surat itu, tanpa menyertakan pejabat asli yang bersangkutan, untuk kemudian melakukan negoisasi, dan jelas saja mengambil keuntungan dalam hal tersebut. Penyerang biasanya menggunakan variabel atas nama untuk mengelabui. Sebagai contoh, berikut saya sertakan sebuah
bentuk surat dinas yang sudah dideface dan sebelum dideface.


sebelum…


sesudah…

Surat ini sendiri asli ada dan saya dapatkan dari KP4. Ini membuktikan dengan
jelas, bahwa Korupsi Bukan Sekedar Teori.
Hmmm…? Ada pertanyaan…? “EH BLEK! Ente GIMANA??? Katanya UNCENCORRED? KOK DISENSOR!!! APA ITUH!!!!?”
weleh.. Percayalah, ini skenernya yang masalah pak! Betul! Skenernyah! Beneran! Belahlah dadaku! Sumpah demi ibu ente deh! Percayaalaaaahh!!!

SENI-FING

Adalah kependekan dari SENI-Fatal Ikut NGedengar, adalah Sengaja yang
di-"tidak sengajakan" mendengar pembicaraan pejabat-pejabat kantor untuk mendapatkan apa yang disebut UANG DENGAR. Disebut fatal, dikarenakan Sengaja yang di-"tidak sengajakan" tersebut (adduuuh… ga sengaja ngedengar.. "FATAL" deeee…), Ini dikarenakan kelemahan dari pejabat-pejabat kantor Indonesia yang pada umumnya memiliki skandal, proyek rahasia, atau dan lain sebagainya, yang suka dibicarakan dengan sesamanya, tapi tidak ingin diketahui orang lain. Nah, jika seseorang secara FATAL "tanpa sengaja" mendengar, biasanya diberi uang suap atau uang dengar.


gb : Pejabat Nyante - korban seni-fing.

SENI-FING sendiri dibagi menjadi dua yaitu :

Passive Seni-fing
Yaitu duduk saja dengan diam. Usahakan agar pejabat-pejabat tidak menyadari kehadiran anda, dan tanpa sadar mengeluarkan sesuatu yang penting, kemudian buatlah agar mereka menyadari kehadiran anda, dan mereka akan kaget. Kekagetan dan kegundahan mereka menghasilkan Uang Dengar. Lumayan buat beli rokok atau pulsa. Kadang-kadang bisa sampe beli hape.

Active Seni-fing
Jika Passive Seni-fing tidak bisa dilakukan karena mereka menyendiri. Cara yang perlu dilakukan adalah membuat agar kita masuk kedalam lingkungan pembicaraan mereka yang tersendiri tersebut. Salah satu caranya adalah dengan ARP Poisoning-Man in the middle attack.
ARP Poisoning (Alatnya Rusak Pak! Poisoning), adalah menggunakan salah satu alat yang terdapat disekitar mereka sebagai alasan dan "meracuni" mereka aga mengizinkan anda untuk berada di sekitar mereka dan mendengar pembicaraan yang sedang terjadi. Alasan yang umum dipake adalah alatnya rusak dan anda bisa memperbaikinya. Saat "memperbaiki" alat tersebut, buatlah lama sampai mereka tidak menyadari kehadiran anda dan berbicara sesuatu yang penting.

SENI-FING tidak hanya untuk mendapatkan uang dengar. Banyak paket data yang
lalu lalang berisi informasi penting yang bisa ditangkap, misalnya gosip mengenai Pacar Kasubdin, Selingkuhan Kepala Dinas, korban VIRUS flu Burung, kapan naik gaji, kecepatan koneksi bendahara ke kantor daerah, dan lain-lain, jadi tidak hanya untuk kejahatan semata.

CAR-DING

Diambil dari kata CAR yang berarti mobil dan DING! yaitu kependekan dari DINas Gue. Ding juga sering digunakan untuk akhiran ("Gue dah beli hape, DING!"), adalah kegiatan mem-preteli aksesoris mobil (dan kendaraan lain) dinas. Misalnya tape deck-nya dibawa pulang, speakernya dilego, Freon AC-nya buat kulkas pacar, Peleknya diganti pakek pelek bemo, dan lain-lain, sehingga arti keseluruhan dari CAR-DING adalah (-nasib-) Mobil Dinas Gue.

DoS (Deny-all ongkos Servis)

Adalah serangan yang sangat berbahaya. Seperti namanya yang berarti men-deny (mengelak) semua ongkos servis. Serangan ini dijalankan dengan membanjiri tukang servis kendaraan Dinas dengan alasan-alasan yang membuat biaya servis kendaraan semakin murah. Nah, uang sisa dari ongkos servis yang ditetapkan oleh kantor yang bersangkutan akan masuk ke kantong penyerang. Hal ini disebabkan oleh biaya servis kendaraan ditentukan lebih dulu oleh kantor, berikut rata-rata tempat servis kendaraan dinas menggunakan nota servis yang mudah untuk dirubah variabelnya, menjadikan serangan ini bisa dikatakan tanpa obat. Beberapa serangan DoS yang ada antara lain :

-POD (Permohonan Ongkos Ditunda)
Serangan yang menggunakan tehnik POD, adalah membanjiri Server (tukang servis) dengan beribu ribu paket data yang berisi alasan untuk menunda pembayaran dikarenakan uang belum di-anggarkan dan perbaikan kendaraan sangat mendesak, melebihi panjang anggaran yang sedang dalam proses RAT. Setelah melakukan POD, biasanya penyerang akan menghilang entah kemana, membawa lari Uang anggaran servis. Dikarenakan serangan POD membutuhkan pengorbanan yang cukup besar, yaitu harus lari, serangan POD biasanya dilancarkan jika kendaraan yang diservis lebih dari 5 buah.
Yang melakukan serangan ini, biasanya adalah kenalan dari pegawai kantor dimana kendaraan tersebut diservis. Biasanya dia memposisikan diri sebagai perantara.
Untuk mendeteksi serangan ini, biasanya terdapat paket data permintaan yang dikirimkan oleh si penyerang kepada staff kantor untuk menjadikan dirinya
perantara dalam kegiatan servis. Biasanya, isi dari paket tersebut adalah :
h1 %friendsname! /me tau t4 servis -yg murah. %friendsname mau.ga?

-TEARDROP
Teardrop adalah serangan yang, seperti namanya, mengexploit kelemahan Server (tukang servis) dimana server tersebut pengecut. Tehnik ini bisa dikenali dengan adanya ancaman paket data yang ditujukan kepada server berupa :
"EH! LO! Tukan Serpis! Lo gratisin gak neh?! Kalo ga gue POTONG (tear) trus gue BUANG (drop) ke laut lo!"
Karena itu tehnik ini bernama TEARDROP.

-SYN Attack (Say Yes No Attack)
SYN Attack, didasari atas kelemahan manusia yang cepat bosan. Seperti yang kita ketahui, pada saat proses handshake, atau jabat tangan, antara server (tukang servis) dengan orang yang hendak membayar servis, akan terjadi komunikasi antar keduanya. Nah, sang penyerang, yang hendak membayar servis, akan membuat server menjadi bosan bicara sehingga menggratiskan pembayaran. Agar anda lebih mengerti, inilah yang terjadi saat proses tersebut :
server : "oke mas, ini bonnya."
penyerang : "yes"
server : "errr.. jadi… Bayarannya?"
penyerang : "no"
server : "loh? jadi maksud mas ini gimana??? Mo nge bon yah???"
penyerang : "yes"
server : "oke deh, kalo gitu saya tulis bonnya yah?"
penyerang: "no"
server : "terus gimana? Bayar kontan?"
penyerang : "yes"
server : "semuanya 10 ribu mas!"
penyerang: "no"
server : "LOH?!? Ini sudah di diskon masss!!! Bayar dong!"
penyerang : "yes"
server : "kalo gitu mana uangnya?"
penyerang: "no"
server : "Nih orang gila kali.. YA UDAH! GUE GRATISIN!"
penyerang : "YESSS!!!"
Kira-kira seperti itu. Sebagai acuan, tehnik ini sangat jarang digunakan, karena biasanya server (tukang servis) memiliki anak buah yang tidak segan-segan melakukan tehnik TEARDROP kepada mereka yang belagak gila.

-Land Attack
Land attack adalah modifikasi dari SYN attack. Dikarenakan tehnik SYN berbahaya bagi penyerang, maka dengan menggunakan tehnik LAND (mendaratkan-landing) TINJU lebih dulu ke orang-orang yang lewat disekitar bengekel servis maupun dirinya sendiri sehingga server (tukang servis) yakin bahwa yang dihadapannya adalah orang gila dan menggratiskan pembayaran.

-Smurf Attack
Tehnik ini adalah membuat agar ongkos servis bisa diganti dengan barang yang lain, terutama yang dimiliki oleh si penyerang, dan sudah tidak diperlukan lagi. Misalnya boneka SMURF. Karena itu tehnik ini dinamakan smurf attack (?).

-UDP Flood (Udah Deh Paaak… Flood)
Yaitu membanjiri server (tukan servis) dengan paket-paket berisi Udah Deh Pak,
misalnya :
"Udah deh paaak… Gratisin yah…, Bapak ganteng deh…" atau "Udah deh paaak… rusaknya kan dikit.." atau "Saya kenalin ma artis nanti yaaa… Udah
deh paaak…".
Sebagai tambahan, serangan ini memiliki nama yang lain yaitu : UDB Flood (Udah deh buuu… Flood), UDM Flood (Udah deh maaas… Flood), UDN Flood (Udah deh nooon… Flood), dan lain-lain, tergantung dari jenis kelamin dan status server (tukang servis).

-DDoS (Distributed DoS)
Adalah serangan yang menggunakan Zombie yang disebut Preman untuk melakukan TEARDROP terhadap tukang servis setelah kendaraan diperbaiki. Biasanya zombie yang berupa preman didapatkan dengan tehnik bagi hasil uang hasil korupsi. Karena menggunakan lebih dari satu orang dan terdistribusi, maka disebut DISTRIBUTED.


gb x1 : Zombie adalah Preman.


gb x2 : Server (tukang servis) korban DDoS
sebelum dibuang ke laut.

DLL INJECTION

Dll injection (Dan Lain-Lain Injection - Injeksi dan lain-lain) adalah sebuah
serangan yang memanfaatkan kelemahan form Dan Lain-Lain pada anggaran pengeluaran bulanan. Kelemahan dari form DLL ini, adalah tidak didefinisikannya apa saja dan lain-lain tersebut, dan masih berlakunya tulisan tangan pada surat dinas, sehingga penyerang dapat dengan mudah melakukan eksekusi penggantian variabel biner pada isi dari form.

Untuk melakukan Dll Injection, dibutuhkan sebuah tools bernama Spidol dan Tipe-X. Jika tidak ada spidol, bisa diganti dengan pulpen. Cara melakukannya, penyerang akan menunggu Anggaran Pengeluaran Bulanan ditandatangani oleh Kepala Bagian Tata Usaha, kemudian saat kondisi koneksi pada ruangan Tata Usaha sepi (tidak ada orang yang mengakses ruangan tersebut) penyerang akan membuka dokumen yang berisi anggaran pengeluaran bulanan, kemudian melihat pada form, biasanya bagian paling bawah, diatas tanda tangan Kepala Bagian Tata Usaha, untuk menemukan form Dan Lain-Lain (DLL). Jika form ini kosong, penyerang tinggal menuliskan variabel biner berapa saja pada DLL atau jika terdapat variabel yang sudah ditetapkan, tool Tipe-X bisa digunakan untuk mendelete variabel tersebut dan menggantinya dengan yang baru. Umumnya, variabel yang digunakan didahului dengan variabel Rp.


Gb1 : Form sebelum diinjeksi.


Gb2 : Form sesudah diinjeksi.

Serangan ini biasa dilakukan oleh penyerang yang memiliki posisi sebagai Bendahara pada sebuah kantor.

PHP INJECTION

Sama seperti DLL injection, tapi kali ini, yang diinjeksi adalah PHP (Putusan Harga Palingakhir) dengan cara menaikkan variabel Rp (misalnya dari Rp. 5.000 menjadi Rp. 5.500) atau menambahkan variabel nol diakhir angka (misalnya dari Rp.17.000 jadi Rp. 17.0000). Tehnik ini juga dikenal dengan nama Markup Dana.

XSS EXPLOIT

X biasanya digunakan untuk segala macam hal yang berbau porno (misalnya felem
XXX=felem blue) dan SS adalah Suka Sekali. Mengenai exploit, bisa diartikan menggunakan, mengeksplorasi. Jika digabung secara keseluruhan, XSS Exploit adalah menggunakan/mengexplorasi komputer kantor untuk menonton dan mendownload felem atau gambar porno. Hal ini termasuk korupsi karena menggunakan milik kantor, termasuk bandwith, listrik, dan air serta sabun kantor (?hohoho.. ada yang tau maksudnya?) diluar pekerjaan kantor.

Saturday, November 1, 2008

Aming Mengancam Tuhan

Dunia seolah penuh derita bagi Madrim (Aming), seorang kuli angkut. Ia merasa bernasib paling malang di dunia. Banting tulang sebagai kuli serabutan di pasar nyaris tak menghasilkan apa pun. Kantong kempes, utang menggunung, istri minggat entah kemana.

Kawannya, Kadir (Ramzi), seorang penjaga mushola menyarankan agar Madrim rajin shalat. Madrim mengikuti nasihat ini, tapi nasibnya tak kunjung berubah. Sebuah peristiwa perampokan mengilhami Madrim. Dalam doanya, ia mengancam Tuhan dan memberi tenggat waktu tiga hari. Jika doanya tidak terkabul, ia akan berpaling ke setan

"Aku capek, ya Allah. Gue rajin shalat dan bekerja mati-matian, tapi kenapa hidup gue begini? Kalau hidup gue nggak berubah, gue akan murtad," ancam Madrim dalam doanya.

Madrim pun berkelana dari satu kota ke kota lain. Hujan dan panas terus ia lewati. Ia pun terhenti di padang rumput dan disambar petir. Madrim pun pingsan.

Penduduk desa lalu menolongnya. Setelah sadar, tiba-tiba Madrim memiliki kemampuan dapat mengetahui keberadaan seseorang hanya dengan melihat foto. 'Kemampuan menerawang” ini dimanfaatkan polisi untuk melacak keberadaan para buron. Puluhan buron berhasil ditangkap polisi atas 'petunjuk' Madrim

Tantra (Deddy Sutomo), seorang 'buron kerah putih' yang kaya raya menjadi resah. Ia menculik Madrim dan menahan di apartemennya dengan memberinya gaji buta dan pengawalan ketat. Madrim pun seketika hidup berkecukupan. Namun lagi-lagi ia mengancam Tuhan agar bisa bebas dari 'kemampuan lebih'-nya yang ternyata justru menyiksa dirinya.

Kadir menduga, jangan-jangan 'kemampuan lebih' itu bukan pemberian Tuhan, tapi pemberian setan. Maka Madrim pun “menggugat setan”

Lagi-lagi Madrim mengalami koma. Setelah siuman, ia bukannya kehilangan kemampuan, tapi kemampuannya justru bertambah. Ia bukan saja bisa melihat gambaran seseorang saat ini, tapi juga gambaran di masa mendatang!

Dalam tempo singkat kekayaan Madrim meningkat. Tapi ia tak kunjung bahagia karena ia justru tak mampu melacak keberadaan istrinya sendiri. Ia pun memohon pada Tuhan agar dipertemukan dengan istrinya.

Apakah Madrim akan mendapatkan kebahagiaan sesungguhnya?

Ide cerita berasal dari sebuah cerita pendek Jujur Prananto. Kemudian penggarapan skenario juga akan dipercayakan kepada Jujur Prananto (Petualangan Sherina, Ada Apa dengan Cinta). Sedangkan penyutradaan Komedi religius ini dipercayakan kepada Hanung Bramantyo.

Melalui film ini, dakwah tak disampaikan lewat nasihat yang menggurui, tetapi mengalir begitu saja dalam obrolan santai. Misalnya, saat Madrim curhat kepada Kadir, sahabatnya itu balik bertanya, "Yang paling makbul itu doa ibu. Gimana mau dapat berkah kalo lo enggak pernah nyenengin emak lo."

Aming cukup sukses berperan dalam film ini. Ia berhasilkan meninggalkan citranya sebagai 'banci' seperti yang dilihat dalam berbagai tayangan televisi.

Film ini terasa cukup 'kuat' lewat casting pemilihan bintang-bintang film senior yang pas. Nani Wijaya sebagai ibu Madrim, seorang bekas pelacur; Dedi Sutomo sebagai buron kelas kakap; Jojon yang 'menanggalkan baju' pelawaknya.

Meskipun memiliki label komedi, film ini jauh dari adegan slapstick yang kerap menyebalkan itu.

Judul Film: Doa yang Mengancam

Pemain: Aming, Titi Kamal, Ramzi, Dedi Sutomo, Nani Wijaya, Jojon, Zaskia A Mecca, Cici Tegal, Cahya Kamila

Sutradara: Hanung Bramantyo

Penulis: Jujur Prananto

Jenis Film: Komedi

Produser: Leo Sutanto, Mitzy Christina

Produksi: Sinemart

Durasi: 90 menit [L1]

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...