Monday, April 6, 2009

Minggu tenang menjelang pesta demokrasi


"Pemilu abad ke 21 yang paling meriah dinegeri ini melebihi kemeriahan Amerika", kata orang frustasi karena banyak orang Indonesia yang kebingungan siapa yang anda pilih dan tidak pernah terjadi di Amerika sekalipun dengan 38 partai nasional, 6 partai lokal di NAD, plus keragaman para caleg : ada artis dan pelukis, ada jawara dan tukang beca, ada pengusaha dengan rakyat biasa dan juga diramaikan oleh Partai Anti Partai alias golput tapi selalu mengkritik dan menikmati hasil dari percaturan demokrasi yang difatwakan tersendiri "Bid'ah" dan berdosa berpartai serta menyarankan untuk jadi penonton saja biar kebobrokan negeri ini tidak ikut bertanggungjawab, apalagi berperan serta sehingga dengan senang hati prosentase golput diperkirakan sekitar 40 % dari jumlah pemilih itu semakin meningkat, biar negeri ini amburadul sekalian. Bahkan menggiring para pemilih kita untuk golput, seperti teman yang satu ini yang masih meriang dihari nan tenang ini.

Bagaimana peluang 38 partai tersebut?Lagi-lagi diperkirakan partai lama masih punya khan untuk mengisi perolehan suara pemilih, selebihnya yang direbutkan lagi oleh partai baru yang" rising stars" politik kita. Mereka bahu membahu untuk memenangkan suara rakyat tapi itulah demokrasi apapun kejadiannya kita harus siap menerima kekalahan, bahkan siap juga jadi pemenang dan siap juga berkolaborasi dengan partai lain he..hee. Berkolaborasi bukan berarti fluralist sejati tapi realistis mana ada partai bisa memperoleh diatas 30 % suara pemilih

Rumahsakit jiwa ?

Kita harus siap juga untuk mengunjungi rumah sakit jiwa..diperkirakan para analisis kebatinan negeri hayalan setelah selesai pemilu 9 April 2009 besok pemerintah harus siap membangun rumah sakit jiwa lagi, dan para psikolog akan kebanjiran job, kita takut daya tampung bagi para caleg yang gagal dengan mengeluarkan biaya ratusan juta rupiah dalam kampanyenya, plus dengan ambisi dan impian untuk duduk dikursi panas DPR, kebayang seandainya jadi kepilihpun harus kembali modal jadi jangan harap korupsi mereda kalau orang bahlul-pun dengan modal populer ikut latah jadi wakil rakyat tanpa kualitas. Khawatirnya di dewan yang terhormat berkumpul orang-orang bahlul dan cantik-ganteng seperti cerita di negeri impian hanya rekaan politik saja.

plus harus berhadapan dengan serangan fajar sembako dan money politic yang secara rutin mujarab diterapkan partai lama baik "partai wong cilik" maupun "partai wong status quo" yang sudah malang melintang didunia politik atau partai Islam yang terkotak-kotak atau partai anak muda yang sekarang terlihat tambah matang saja, tambah percaya diri atau partai yang merasa tanggung kalau tidak dilanjutkan, plus partai rising stars karena terbantu dengan iklan dan hasil survey yang sebenarnya orang lama dan orang Quo juga yang pernah menikmati roti orde baru.


Tapi rakyat kita mudah memaafkan masa lalu, bahkan melupakan para mantan presiden yang dulu juga begitu kerasnya memperjuangkan sembako murah, BBM murah, tapi semuanya kembali pada rakyat, siapa yang peduli pada wong cilik sebenarnya atau siapa yang peduli dan bersih perhatiannya pada petani dan nelayan atau siapa penyumbang koruptor terbesar di anggota dewan kemarin dan siapa yang banyak mengobral janji..lihat iklan gombal mereka dan itulah yang akan dilihat rakyat, rakyat tak butuh digombali karena air matanya sudah kering dengan janji-janji manis para mantan pemimpin yang tak pernah bosannya menawarkan kegagalan yang pernah dilakukan pada masa 4 tahun lalu dan julan kecap nomor satu.

Kata temanku yang yang frustasi, "Bergilir atuh dengan yang belum mimpin negeri ini?" frustasi-frustasi tapi milih mah wajib biar kita ikut menanggung kebaikan dan kerusakan negeri ini..darpada seekdar bersuara lantang tapi tidak bisa berbuat apapun selain menyuruh "Golput-lah anda negeri ini akan maju?"


Minggu tenang sebelum semuanya menjadi ramai, itulah demokrasi menurut orang yang frustasi, tapi sembako mah ambil atuh tapi nyontreng mah bagaimana hati?
hati-hati serangan fajar sembako dan uang sepuluh ribuan, itulah jerat yang paling efektif bagi para pemilih kita yang fanatis dan masih melek politik. Punteun itu pendapat temanku yang sedang meriang menjelang besok karena belum menetapkan pilihan, milih atau tidur saja, karena pak RT tidak mendatanya?


No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...