Thursday, August 28, 2008

Awet Muda? Ada Caranya!

Siapapun pasti mau selalu tampak muda dan segar. Cuma, manusia tak bisa melawan kodrat. Usia terus bertambah, penuaan pun tak terhindari. Dan, kulit tubuh kerap jadi problem karena langsung terlihat mata. Lalu?

"Penuaan adalah proses alami dan pasti dialami setiap manusia," kata dr Lars Lindmark, Presiden Direktur International Scientific Research Consultant di Kasma Medical Development AB, Swedia.

Proses penuaan dimulai pada usia 25 tahun seiring menurunnya kapasitas fungsi tubuh. Juga menyusutnya kadar beberapa hormon penting. Hormon adalah zat yang dikeluarkan oleh kelenjar-kelenjar hormon dan berfungsi mengatur seluruh organ tubuh.

Beberapa tahapan usia pun mencerminkan kondisi ini. Pada usia 20-30 tahun, terjadi puncak metabolisme dan fungsi biologis. Pada pria, usia 17-26 merupakan puncak seksual hormon testosteron.

Menginjak usia 25, kekuatan otot mulai berkurang. Usia 30-40, wanita mencapai puncak seksual, tapi kulit mulai menipis dan berkerut. Menginjak usia 37, kesuburan wanita mulai drop dan pada pria ditandai menipisnya rambut di kepala.

Pada usia 40-50, metabolisme tubuh mulai melambat dan kebanyakan berperang melawan lemak. Biasanya, lemak menumpuk di perut, pinggang, paha. Tanpa latihan fisik, kapasitas jantung dan paru-paru akan drop 10% sehingga risiko penyakit jantung koroner mulai muncul.

Pada usia 50-60, kadar estrogen wanita menurun dan terjadi menopause. Satu dari lima wanita mengalami osteoporosis, sedangkan pria mulai mengkerut dan kulit mengendur. Banyak pria juga didera hipertrofi prostat.

Pada usia 60-100 tahun, mayoritas ditandai penyakit pikun. Setidaknya, 50% orang berusia 60-100 tahun mengalami itu. Ada yang sampai mengompol atau inkontinensia, kekebalan tubuh menurun, beberapa terserang alzheimer, jadi lebih pendek karena tulang belakang memendek, dan kulit nggeloyor, terutama di sekitar leher.

"Gejala pertama proses penuaan adalah short memory loss," kata dr Edwin Djuanda, dermatologis dari Jakarta Skin Center.

Tanpa-tanda penuaan itu bisa berupa lupa kejadian yang baru saja terjadi, tapi ingat kejadian masa lalu. Kulit juga tampak menipis, berkerut, berkurangnya serabut penunjanng kulit seperti elastin dan kolagen, timbul penyakit pada kulit seperti kutil kecil-kecil.

Bisakah proses penuaan dicegah?

Bisa. Dalam artian, proses penuaan bisa diperlambat atau disebut peremajaan. Proses ini terbagi dua, peremajaan ekstrinsik dan intrinsik.

Peremajaan ekstrinsik adalah yang termudah asalkan bersedia merogoh kocek dalam-dalam. Biasanya berhubungan dengan kecantikan atau bedah kosmetik/estetik. Tapi, sebagaimana namanya, peremajaan ekstrinsik hanya memoles bagian luar tubuh. Khususnya kulit.

Berbeda dengan peremajaan intrinsik. Efeknya lebih lama dan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berolahraga secara teratur dan mengatur pola makan adalah cara utama dalam proses peremajaan ini.

Olahraga sebaiknya dilakukan dalam beberapa porsi, antara lain lari, stretching, atau pelemasan otot dan sendi, weight lifting (angkat beban). Untuk makanan, konsumsi sedikit karbohidrat, cukup protein, tanpa lemak, perbanyak sayur dan buah.

Tak kalah penting, konsumsi air putih sesuai anjuran kesehatan, setidaknya delapan gelas per hari. Perbaiki gaya hidup dengan menghindari merokok dan alkohol yang mengganggu sirkulasi darah. Hindari stres dengan berpikir positif.

Untuk menjaga kelembaban kulit, sebisa mungkin hindari trauma seperti sinar matahari yang mengandung ultraviolet. Ada baiknya, semua ini ditambah dengan supleme anti-oksidan yang mengandung vitamin A, C, dan E.

"Beberapa tahun belakangan, saya mengembangkan kasus kulit in-vitro," ungkap Dr Odile Damour, peneliti untuk kulit pengganti dari Lyon, Prancis.

Damour mengembangkan model tiga dimensi kulit yang sama dengan aslinya. Model ini telah digunakan untuk percobaan berbagai kandungan dan produk, terutama suplemen bagi kulit.

Penelitian in-vitro dilakukan untuk menghitung efek pada struktur jaringan kulit dan permukaan kulit dengan menggunakan pengembangan kulit imitasi. Kulit itu digenerasikan dari kulit fibroblast dan diikuti para wanita berusia 19-49 tahun yang sudah menopause.

Hasilnya, pada kulit imitasi tua sangat mengesankan dibandingkan kulit muda. Bahkan, ada kenaikan drastis pada kepadatan jaringan, ditambah kenaikan level produksi kolagen dan elastin yang memperbaiki struktur permukaan kulit. Penggunaan suplemen bisa memperpanjang waktu hidup kulit imitasi muda dan tua.

Intinya, mengatasi proses penuaan tidak bisa hanya dengan satu cara. Gaya hidup dan olahraga jadi faktor terpenting. Kebugaran tubuh sudah terbukti mampu menghambat proses penuaan.

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...