Wednesday, June 18, 2008

14 Tipe Negatif Karyawan

Memang menjengkelkan kalau harus bekerjasama dengan karyawan bertipe negatif seperti berikut ini. Tenang, kami berikan solusinya, kok.

1. SI PENINDAS
Karyawan tipe ini punya hobi "menindas" teman sekerjanya. Tak jarang, ia memerintah karyawan lain seenaknya.
Solusi: Jangan mau diperlakukan seperti itu. Jelaskan pada pengawas Anda betapa sikapnya itu sangat memengaruhi kinerja Anda.

2. SI DETAIL
Si Detail suka terlalu berlebihan dalam memperhatikan detail, sehingga malah mengurangi efektivitas.
Solusi: Mengerem nafsunya pada detail, agar ia tak kebablasan menjadi negatif. Dengan begitu, ia akan melihat konteks masalah yang lebih besar.

3. SI PERFEKSIONIS
Jika ada sesuatu yang tidak sempurna, karyawan tipe ini akan uring-uringan. Standar kinerjanya biasanya memang tidak realistis, tak seperti karyawan lain.
Solusi: Cobalah bekerja dengan mereka, sehingga mereka dapat membuat perkiraan yang realistis.

4. SI GUNUNG ES
Perubahan, sekecil apa pun, dapat membuat Si Gunung Es kesal. Si satu ini memang tak suka perubahan. Ia suka status-quo.
Solusi: Libatkan orang semacam ini dalam setiap perubahan yang akan dilakukan. Jika mereka menjadi bagian dari perubahan, penolakan mereka akan berkurang pula.

5. SI PERAJUK
Karyawan jenis ini tak jarang menolak tugas yang dibebankan padanya, jika ia merasa tugas itu bukan bagian dari tugasnya.
Solusi: Cobalah cari kesempatan bagi Si Perajuk untuk mendapat pelatihan. Seringkali, sikap ini muncul karena ia merasa kariernya mentok, sehingga tak lagi antusias bekerja.

6. SI PENYEBAR GOSIP
Ia akan merasa menjadi orang penting saat cerita yang ia sampaikan dan besar-besarkan membuat orang-orang di sekitarnya bereaksi.
Solusi: Berikan informasi akurat kepada karyawan. Jika ini Anda lakukan, mereka tak bakal lagi tertarik pada omongan Si Penyebar Gosip.

7. SI PESIMIS
Seorang pesimis menganggap kantor atau bahkan dunia sebagai tempat yang tidak nyaman. Apa pun yang dikerjakan orang lain, ia merasa tak akan menciptakan perubahan baginya.
Solusi: Fokuskan agar ia mau melakukan beberapa kebiasaaan positif untuk membuang sifat negatif yang ia miliki.

8. SI TAK PUNYA KOMITMEN
Karyawan tipe ini tak pernah melakukan pekerjaan dengan serius, sehingga membuat pekerjaan teman sekerjanya menjadi jauh lebih sulit.
Solusi: Ia butuh pengawasan, untuk melihat sejauh mana ia melakukan tugasnya.

9. SI TUKANG JEGAL
Misi utama Si Tukang Jegal adalah untuk tidak setuju dengan pendapat apa pun dan siapa pun. Ia ingin dirinyalah yang benar, tak peduli bagiamana caranya.
Solusi: Tegas dan jangan menyerah. Ia pasti akan kesulitan memberi alasan atau menjelaskan kritiknya, karena memang ia mengritik tanpa alasan, kok.

10. SI BOCAH
Tingkahnya memang masih seperti anak-anak yang tak beroleh mainan yang ia inginkan. Ngambek, menarik diri, dan akhirnya menangis.
Solusi: Orang tipe ini butuh lingkungan yang mendukung dan dorongan yang terus-menerus. Anda juga harus menurunkan tingkat stres dan tekanan yang ia terima.

11. SI RELA BERKORBAN
Ia akan mengerjakan tugas apa pun yang ia terima. Namun, ia juga akan mengeluh, meski mungkin pada dirinya sendiri, tentang beban kerja yang begitu menumpuk, rekan kerja yang tak mau bekerjasama, atau juga persoalan dengan atasan.
Solusi: Anda harus terus-menerus memberi feedback positif kepada karyawan tipe ini. Cara lain, jangan ragu untuk selalu mengirimkan email berisi pujian atas kerja kerasnya.

12. SI GAMANG
Ia sangat gampang jengkel pada kelemahan yang ia miliki, yang biasanya kemudian akan merembet keluar. Yang sering ia katakan adalah: "Duh, kok aku bodoh banget sih!"
Solusi: Usahakan untuk membangun harga dirinya. Beri dia dorongan dan mintalah teman-teman lain untuk juga memberikan dorongan.

13. SI PELEMPAR KESALAHAN
Karyawan tipe ini tak pernah bisa menerima tanggungjawab atau kesalahan, dan menimpakannya pada orang lain.
Solusi: Berikan contoh nyata kepadanya bahwa kesalahan dan kekurangan yang ia buat adalah pangkal persoalan.

14. SI SENSITIF
Sedikit saja ucapan atau tindakan yang Anda lakukan terhadapnya salah, sudah cukup untuk merontokkan hatinya. Dan jika perasaan bersalah itu menumpuk, ia pun akan bertingkah negatif.
Solusi: Jika Anda ingin menyampaikan saran atau kritik kepada Si Sensitif, katakan dengan pelan, dan jangan pernah menyinggung segala hal tentang dirinya.

6 Kode Rahasia Lelaki

Mahluk bernama laki-laki itu penuh misteri. Tak seperti kita, ia sangat sulit membagi perasaan, pada orang terdekat sekalipun. Kita seperti paranormal yang harus menebak-nebak apa isi hatinya. "Kode rahasia" ini akan membawa Anda tepat ke lubuk hatinya.

1. Tidak Mood
Tanpa Anda sadari, topik obrolan Anda mungkin sensitif buatnya. Ia merasa terpojok atau tidak nyaman. Sehingga, selama obrolan berlangsung Anda seperti bicara dengan tembok. Ia menanggapi pembicaraan Anda dengan sebelah wajah sambil sesekali menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri. Itu artinya dia sedang tidak mood untuk bicara dan meminta jarak, tanpa harus memalingkan tubuh dan meninggalkan Anda.

Do: Pertanyaan Anda mungkin tidak salah. Namun, ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Kalau sudah begitu, lelaki biasanya butuh waktu untuk sendirian. Mereka ingin terlihat kuat dalam menghadapi sebuah masalah tanpa bantuan orang lain.

Jika Anda terus memaksa berada di depan wajahnya, lama-lama ia akan lari menjauh. Menghilanglah sejenak sampai mood-nya kembali membaik. Biasanya, lelaki butuh waktu 20 menit sampai satu jam untuk merasa rileks dan mencerna masalahnya. Berilah ia kesempatan untuk berpikir.

2. Ajakan Bercinta
Anda dan pasangan sedang berada di sebuah pesta atau kafe. Ketika Anda menatap matanya, ia terlihat agak mengantuk atau wajahnya tak terlalu bersemangat. Sebenarnya, ia tidak ingin tidur betulan, tapi ingin mengajak Anda "tidur". Ketika lelaki merasakan dorongan seksual yang besar, ia akan menampilkan ekspresi bedroom eyes.

Do: Anda tahu ia sedang bergairah. Berhubung Anda dan dia sedang berada di area publik, panaskan dia dengan bisikan seksi atau "kejutan" lain yang akan Anda lakukan padanya di rumah nanti. Lalu kembalilah berbaur degan teman-teman seolah tak ada apa pun sebelumnya. Godaan seperti ini akan membuatnya kembali bersemangat untuk menikmati pesta.

3. Ingin Curhat
Ketika sedang berbicara dengan Anda, ia berkali-kali menggerakkan atau menggigit bibir. Itu artinya dia sedang berusaha mengeluarkan isi pikirannya. Ketika seseorang ingin mengatakan sesuatu, otak akan mengirim pesan pada bibir dan lidah untuk mengeluarkan kata-kata. Nah, di sini Anda akan melihat ekspresi pikirannya, bahkan sebelum ia mengucapkan sebuah kata.

Do: Ketika perempuan memikirkan sesuatu, ia akan mencurahkan isi pikirannya. Sebaliknya, lelaki tidak begitu. Jika Anda tergoda untuk membuatnya bicara, batalkan saja niat itu. Bisa-bisa dia akan merasa kesal dan terganggu dengan ketidaksabaran Anda. Maksudnya memang akan bercerita. Hanya saja, ia butuh waktu untuk memformulasikan pikirannya dalam kalimat yang tepat.

Jika ternyata Si Dia tak juga mampu mencurahkan isi kepalanya, jangan terlalu memaksanya. Ganti saja topik pembicaraan dan buatlah ia merasa rileks. Biasanya, dengan begitu ia akan merasa lebih nyaman dan siap bicara.

4. Merasa Lelah
Anda mungkin tak meragukan cintanya. Tapi suatu ketika dalam hubungan Anda berdua, ia seperti senter kehabisan baterai alias merasa sangat lelah. Ia mungkin tidak akan mengatakannya langsung pada Anda, tapi lebih suka menyampaikan isyarat halus untuk menjaga perasaan Anda. Ketika Anda memandangnya, ia akan menegakkan kepala. Ketika Anda menoleh ke arah lain, mungkin ia akan mengangkat bahu dan menarik napas panjang. Dalam hubungan jangka panjang, gerakan ini biasa ditunjukkan oleh lelaki yang sangat mencintai pasangannya. Kadang secara tidak sadar, ia menunjukkannya pada Anda karena ia butuh dimanja.

Do: Bangkitkan semangatnya dengan menunjukkan perhatian Anda. Tak usah berpikir repot-repot, hal sederhana seperti membuatkan makanan kesukaan, atau duduk manis menemaninya nonton sepakbola di teve bisa membantunya keembali bersemangat. Ia akan merasa sangat dicintai.

5. Menyembunyikan Rahasia
Jika Si Dia tiba-tiba menghentikan pembicaraannya dan ujung lidah terselip di antara bibirnya yang merapat, itu artinya ia berusaha menyensor ucapannya. Gerak reflek ini menandakan bahwa ia hampir saja membocorkan sebuah rahasia.

Do: Sebelum Anda mencecar informasi yang hampir saja keluar itu, cobalah pikirkan hal positif. Mungkin ia sedang menyiapkan kejutan untuk Anda, atau rahasia itu malah tak ada huungannya dengan Anda. Seperti perempuan, lelaki kadang juga ingin menyimpan rahasianya sendiri. Bisa saja rahasia itu adalah masalah yang tak ada hubungannya dengan Anda atau dia tak ingin membebankan Anda dengan masalahnya.

Kalau komunikasi Anda dan dia tetap berjalan, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika Anda menjadi sangat penasaran dengan rahasia itu, cobalah pikirkan kembali obrolan apa yang membuatnya tiba-tiba terdiam. Lalu, cobalah cari tahu dengan melemparkan pertanyaan yang tidak memojokkan. Jika Anda berhasil menggiringnya ke obrolan yang menyenangkan, bukan tak mungkin ia dengan senang hati membocorkan rahasianya atau Anda bisa mengharapkannya "kelepasan bicara".

6. Merasa Ragu
Jika Si Dia mengulum bibirnya hingga tak terlihat saat bicara dari hati ke hati soal hubungannya dengan Anda, ada kemungkinan ia sedang mempertanyakan masa depan hubungan kalian. Gerakan bibir ini bisa menjadi petunjuk bahwa ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Meski begitu, jangan langsung berpikir negatif tentang kelangsungan hubungan Anda dan dia. Si Dia mungkin sedang mengalami sedikit kekhawatiran. Atau, bisa juga ia sedang merasa tidak yakin berhubungan dengan Anda.

Do: Masalah ini takkan segera selesai jika Anda tidak tahu apa yang mengganggu pikirannya. Kali ini Anda boleh sedikit memaksanya bicara. Yakinkan bahwa Anda takkan menggigit atau menangis bombay dengan segala keterusterangannya. Anda bisa mengatakan, "Apa pun yang kamu katakan, aku terima," atau "Aku enggak peduli dengan apa yang akan kamu katakan, lebih baik aku tahu yang sebenarnya daripada terus merasa 'gelap'".

Jika taktik ini tak juga berhasil, cobalah menebak pikirannya. Lalu tanyakan padanya apa yang Anda pikirkan, tapi siapkan mental Anda bila jawaban yang Anda dengar tak sesuai harapan.

Sumber : www.kompas.com

13 Tabiat Lelaki yang Menyebalkan

Laki-laki, kadang begitu menjengkelkan dan bikin geregetan. Sialnya, tanpa mereka, hidup kok, terasa hambar. Daripada jengkel terus-terusan, lebi baik kita coba berempati dan menyelami pikirannya.

1. MALAS BERTANYA
Pernah pergi ke daerah asing dengan laki-laki (pacar atau teman)? Sudah tersesat, kehilangan arah, masih juga dia enggak menanyakan jalan pada orang lain.

Buat kebanyakan lelaki, menanyakan arah pada orang (terutama tak dikenal) menunjukkan ketidakberdayaan. Dalam bahasa halusnya mereka bilang, menghilangkan jiwa petualangan yang (seharusnya) built in dalam ruh laki-laki.

Solusi: Sebelum minta diantar ke satu tempat, pastikan dia mengenal daerah tujuan. Kalau perlu, Anda hadiahkan dia peta jalan yang bagus dan lengkap untuk ditaruh di mobilnya. Percayalah, lelaki lebih suka bersusah payah membuka-buka peta ketimbang harus bertanya.

2. MALAS MENEMANI BELANJA
Air mukanya sedikit berubah ketika Anda mengajaknya belanja. Padahal, lelaki pun bisa kalap belanja. Coba saja Anda lihat di toko elektronik, aksesori mobil, dan perkakas. Anda akan takjub meelihatnya menghabiskan menghabiskan separuh gajinya, hanya untuk membeli, katakanlah, velg baru untuk mobilnya. Intinya, ini cuma masalah ktertarikan.

Solusi: Kenapa Anda tidak ajak teman perempuan saja untuk shopping? Pasti lebih menyenangkan. Anda butuh pendapat untuk memilih? Perempuan bisa lebih pintar melakukannya.

3. BANYAK LUPANYA
Hari ini Anda ulangtahun, dan mengharap surprise darinya. Anda betul-betul mendapatkan surprise: hari berlalu tanpa sepotong ucapan pun. Ketika Anda mengingatkannya, dia cuma bilang, "Oh iya, sorry ya, aku lupa, soalnya....bla bla bla." Anda lantas mengecap penyakit pikunnya sebagai tanda enggak cinta.

Solusi: Brain chemicals lelaki dan perempuan berbeda. Laki-laki lebih banyak dopamine, sementara perempuan didominasi serotonin. Secara fisik, otaknya berbeda. Perempuan lebih banyak corpus collosum (jaringan yang menghubungkan otak kiri dan otak kanan) daripada laki-laki. Itu sebabnya, preempuan biasanya lebih bisa multitasking ketimbang laki-laki. Anda bisa bantu mengingatkannya, misal dengan menandai kalender mejanya, memasukkan reminder di PDA-nya.

4. JOROK
Suka bersendawa, meludah sembarangan, buang angin tak kenal tempat, makan berantakan atau mengecap seperti kuda. Hal-hal sejenis yang bikin Anda ilfil.

Solusi: Bilang saja terus terang kalau Anda merasa terganggu dan minta dia sedikit sopan, setidaknya saat Anda bersama dia. Kalau dia menolak memperbaiki attitude-nya, ya sudah tinggalkan saja.

5. SEKS, SEKS, DAN SEKS
Jangan tertipu penampilannya. Bahkan lelaki yang Anda sangka begitu alim pun, punya perhatian besar pada soal yang satu ini, melebihi prempuan pada umumnya. Jangan percaya kalau dia bilang tidak pernah nonton porn movie.

Solusi: Pernah dengar joke: kalau Anda bisa melihat isi kepala perempuan, Anda akan melihat tulisan shopping, shopping, shopping. Sementara di kepala laki-laki tertulis seks, seks, dan seks. Intinya, ini sudah menyatu dalam kepala mereka. Tinggal pintar-pintar Anda menghadapinya,

6. TAK SUKA BERBAGI
Laki-laki tidak gampang menumpahkan perasaan, kecuali pada orang yang benar-benar membuatnya nyaman. Sekali menemukannya, ia bahkan sanggup menangis di hadapannya. Bila menghadapi persoalan, ia lebih suka diam atau menghindar dari orang-orang terdekatnya.

Solusi: Jangan dipaksa. Percayalah, begitu ia berhasil mengatasi persoalannya, dia akan kembali kepada Anda dan bersikap manis seperti biasa.

7. JELALATAN
Anda sedang ngobrol dengannya, matanya sebentar-sebentar hinggap ke objek lain. Anda kesal karena menganggapnya tidak serius mendengarkan Anda.

Solusi: Saat ingin berdua dan tidak ingin terganggu, Anda bisa mengantisipasi dengan memilih posisi yang membatasi pandangannya. Atau Anda bilang, "Tuh cewek cantik banget ya!" Biasanya dia akan bilang, "Ah, biasa-biasa saja." Sambil pura-pura tidak tertarik.

8. SUKA MENGATUR
"Mau potong rambut, mesti izin. Mau jalan sama teman yang ini tidak boleh, mau ini-itu mesti sepengetahuan dia. Lama-lama gue enggak tahan juga. Capek." Ini biasanya sih, dilakukan dalam hubungan sepasang kekasih. Tidak jarang lelaki suka merasa sok "berhak" mengatur pasangannya.

Solusi: Kalau suah tidak tahan, utarakan saja. Jika pacaran saja dia sudah begitu banyak aturannya, apalagi jkalau suatu hari Anda menikah dengannya!

9. GENGSIAN
Dia sudah bikin kesalahan, dan menyadari kesalahannya. Tapi susah banget untuk minta maaf. Sebagai gantinya, dia kemudian bersikap seperti tidak pernah terjadi apa-apa, sementara Anda masih ingin membahas dan menginginkan permintaan maaafnya.

Solusi: Minta maaf, bagi sebagian lelaki, membuatnya merasa di posisi lemah. Kalau ia menyadari kesalahannya, menebusnya dengan memperbaiki sikap, sepertinya Anda perlu berbesar hati menerimanya. Sikap lebih berarti ketimbang sepotong kata maaf, kan?

10. SUKA GOSIP
Siapa bilang gosip cuma pekerjan perempuan? Kalau lebih dari dua laki-laki berkumpul, mereka bisa sangat gossipy. Topiknya bisa apa saja. Mulai dari membicarakan perempuan (ini termasuk topik favorit), menertawai ketololan teman-temannya, apa pun lah. Dan kalau sudah tenggelam dalam keriaan seperti ini, mereka kadang sulit berhenti.

Solusi: Ketika aktivitas bergosip itu sudah mengganggu jadwalnya dengan Anda, katakan saja.

11. TIDAK SENSITIF
Kalau bercanda tidak pilih-pilih lawan atau tidak baca situasi. Apa yang dia pikirkan, itu juga yang keluar dari mulutnya. Dia tidak peduli orang lain tersinggung atau tidak. Jika kita tersinggung, mereka bilang kita terlalu sensitif.

Solusi: Jika Anda merasa sedang sensitif (biasanya sih di masa-masa PMS) dan bertemu lelaki seperti ini, balikkan badan dan kabur sejauh-jauhnya!

12. MENGGAMPANGKAN PERSOALAN
Mereka cenderung menggampangkan persoalan. Semuanya "lihat nanti deh". Mereka malas diajak bicara detail. Misalnya, Anda berniat pergi keluar kota bersamanya, maka dia tidak memikirkan makanan untuk di jalan, kaset/CD yang perlu dibawa, dan lain sebagainya. Menurutnya, asal mobil beres, semua beres.

Solusi: Memang harus Andalah yang pegang kendali, di sini. Anda yang perlu menyusun hl-hal detail yang dia lupakan.

13. MALAS MEMBAHAS
Dianggapnya kita sudah tahu apa yang dia maksud. Pertengkaran tidak tuntas pembahasannya karena dia menganggap sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Padahal menurut kita, pembicaraan itu belum selesai.

Solusi: Jangan putus asa. Selalulah ajak dia duduk manis untuk menuntaskan pembicaraan. Sekali dua kali dia mungkin akan mengabaikan. Lama-lama, dia akan paham kok.

Lepas dari Jerat Pornografi Internet

"Saya baru sadar kalau saya tak bahagia dalam pekerjaan dan hubungan dengan orang lain. Saya menggunakan pornografi sebagai pelarian."

Sambil memejamkan sepasang matanya yang mulai lelah, Jason McClain mematikan komputernya. Di tengah kegelapan malam, karyawan di bagian IT itu lalu melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tiga dini hari. Di hari itu Jason sebenarnya bekerja mulai pagi hingga siang. Tetapi ia terpaku selama berjam-jam di depan monitor hingga malam hari hanya untuk melihat situs-situs porno di internet.

Sejak masih sekolah, Jason sudah kecanduan dengan gambar-gambar telanjang. Jason memang tidak sendiri, banyak pria lain yang menjadi korban pornografi internet. Sekitar enam persen dari populasi masyarakat di Inggris dilaporkan mengalami masalah dengan salah satu bentuk kecanduan seks ini.

Kegemaran menatap gambar atau film seronok di internet lama kelamaan membawa pengaruh buruk bagi Jason. Hasratnya yang begitu kuat untuk menikmati gambar dan tayangan porno membuat hubungan sosialnya terus memburuk. Beruntung, Jason kini sudah sembuh dan kembali hidup normal. Ia mampu melepaskan diri dari jeratan pornografi internet berkat kedisipilinannya dalam menjalankan program pemulihan yang ketat.

Jason bahkan sekarang menjadi seorang konselor terlatih yang membantu kesembuhan para pecandu pornografi. Diakuinya, dalam beberapa tahun ini terjadi peningkatan tajam jumlah pria yang mentalnya rusak akibat tekanan pornografi. Di antara para kliennya sekarang, Jason menemukan ada beberapa kebiasaan dalam mengakses pornografi :

- Pria mengorbankan hari liburnya untuk menurutkan hasrat mengakses pornografi.
- Pria mengorbankan hibungan sosial dengan teman atau keluarga hanya untuk menikmati pornografi
- Pria terobesi dengan seseorang dan pertemuannya dengan mereka dilihat sebagai potensi menciptakan fantasi seksual atau pornografi.

“Saya ingat ketika masih remaja pornografi selalu memiliki daya tarik magis. Ketika saya mulai bekerja di IT tujuh tahun lalu, daya tarik itu kembali menguat karena semuanya dapat diakses melalui internet. Jika saya punya waktu luang di akhir pekan dan kebetulan tak ada jadwal, semua berubah menjadi sesi pornografi. Saya bisa menghabiskan dua tau tiga jam saat itu, menatap pesona di layar komputer.

"Waktu akan menguap begitu saja dan saya heran akan apa yang saya lakukan. Setelah itu seperti ada sesuatu yang hilang, dan mencoba mengatasinya dengan kembali mengakses beberapa situs seperti halnya candu. Ini seperti lingkaran putus asa dan banyak pria yang mampu bertahan hingga jam 3 atau 4 pagi untuk memuaskan kebiasaannya,” paparnya.

Dampak buruk
Selain membuat kecanduan, pornografi memang dapat menimbulkan dampak buruk, sebagaimana terungkap dari survey terhadap para therapist yang dilakukan BBC Radio One. Sebanyak 74 persen therapist mengatakan bahwa penggunaan pornografi internet secara berlebihan menjadi penyebab umum memburuknya hubungan.

Bagi Jason sendiri, statistik tersebut tidaklah mengherankan. Menurutnya, banyak wanita yang mengetahui pasangannya kecanduan pornografi menjadi sangat terpukul. "Ada kemarahan besar serta keraguan yang mungkin ia tak pernah bayangkan sama sekali. Hubungan saya pun berantakan, dan pornografi jelas memainkan peran akan kegagalan itu,” ujarnya.

Jason mengaku khawatir tren kecanduan pornografi akan terus berlangsung sehingga banyak pria makin terjebak dalam fantasi.

“Saya menyebutnya 'kacamata porno', namun istilah yang tepatnya mungkin ‘obyektifikasi’. Ini terjadi ketika pria mulai menyerap pesan porno yang dikirimkan. Mereka mengobyektifikasi seseorang melintasi garis. Ini bukan berarti menunjuk seorang wanita di bar dan berpikir bahwa ia menarik. Setiap orang dievaluasi sebagai sebuah obyek. Bila Anda di supermarket, orang yang Anda lihat dinilai penuh secara seksual. Ketika Anda mencapai tahap infatuasi atau tergila-gila, ada sesuatu yang tidak benar. Suatu hubungan juga menjadi dalam tekanan karena seseorang mulai mengobyektifikasi pasangannya," ujarnya.

Butuh kemauan besar
Fakta lain pun menunjukkan bahwa 70 persen aktivitas surfing pornografi dilakukan selama jam-jam kerja. Pada 2004, sebuah survey di Inggris mengungkapkan tujuh dari 10 perusahaan memecat karyawan yang mengakses pornografi di tempat kerja. “Di banyak tempat kerja, pornografi adalah masalah serius. Ini menunjukkan betapa sebagian orang nekat untuk melihatnya. Mereka rela mempertaruhkan pekerjaannya untuk sensasi sekejap,” ujar Jason

Bagi Jason, menghentikan kebiasaan buruknya membutuhkan kemauan besar serta ketetapan hati yang kuat. Namun bagian terpenting dari penyembuhan ini adalah menentukan apa yang menjadi penyebab utama problem kecanduan ini.

“Saya punya latar belakang psikologi dan ketika saya menganalisa apa yang terjadi, saya baru sadar kalau saya tak bahagia dalam pekerjaan dan hubungan dengan orang lain. Saya menggunakan pornografi sebagai pelarian. Gambar-gambar ini mengalihkan saya dari dunia nyata, dan membuat saya mengelak dari persoalan dalam hidup saya. Untuk kebanyakan pria, itu menggantikan sosialisasi, merenggut hubungan serta merusaknya," terangnya.

Jason juga punya nasehat penting buat para pria yang merasa dirinya kecanduan dengan pornografi. Pertama, cobalah untuk mendiskusikan masalah ini dengan orang yang mengerti Anda. Kedua, buatlah jadwal yang padat dalam aktivitas keseharian Anda dan ketiga hubungi konselor terlatih untuk menentukan dan mencari tahu kenapa kecanduan ini telah membelit Anda.

“Pastikan Anda termotivasi untuk mengatasi kecanduan ini karena jika tidak, tak ada jalan buat Anda untuk berhasil. Saya menyadari, alam bawah sadar saya merencanakan membuat setiap malam dan akhir pekan dalam kondisi bebas sehingga saya bisa online. Oleh sebab itu, pergilah keluar rumah lakukan sesuatu dan taati waktu tidur yang ketat. "Menahan kebiasaan Anda adalah sebuah ide buruk. Anda butuh bantuan teman dekat untuk berdiskusi. Dengan bebasnya layanan internet dan kemudahan pornografi, tak heran jika pria menjadi tertarik Mendengar nasihat dari profesional tentu sangat ideal sebab dapat menentukan apa yang menjadi penyebab kecanduan. Ketika apa yang terjadi pada Anda terungkap, hal itu akan memberi anda perspektif baru,” tandas Jason.

Kecanduan Pornografi, Apa Tandanya?

BANYAK wanita atau pria tak sadar bila pasangan mereka menyukai pornografi, atau bahkan tak sedikit yang terjerat hubungan serius dengan wabah satu ini. Sikap masa bodoh biasanya akan membuat mereka mempercayai pasangannya tanpa syarat. Mereka berasumsi bahwa kebiasaan mengakses pornografi dapat dimaklumi dan dipahami sebagai hal yang lumrah.

Menurut Yvonne K. Fulbright, seorang konsultan seks, kolumnis dan pendiri Sexuality Source Inc, ketidakpedulian Anda bila dikombinasikan dengan makin lamanya antusiasme pasangan Anda terhadap pornografi justru akan menimbulkan masalah. Hal ini akan menyebabkan perasaan erotis yang terpendam dan pada akhirnya akan membuat pasangan Anda terjebak di sisi yang gelap.

Sementara itu, di lain pihak ada pasangan yang justru pernah menggunakan beragam bentuk erotisme untuk meningkatkan kualitas hubungan seks. Dengan kata lain, pornografi juga sering direkomendasikan sebagai salah satu cara membuat hubungan menjadi lebih intim.

Akan tetapi, alih-alih bermanfaat memperbaiki hubungan, pornografi justru menjadi jauh dari fungsinya sebagai stimulan. Kecenderungannya, pornografi justru akan merenggut kehidupan seseorang. Bukannya menjadi stimulan, pornografi justru menjadi obyek dari hasrat atau gairah.Alhasil seseorang justru harus bersaing dengan pornografi untuk mendapatkan perhatian dari pasangannya.

Nah, sebelum terjebak lebih dalam, ada baiknya Anda memahami dan mengenali tanda-tanda pasangan atau kekasih kecanduan pornografi. Berikut penjelasan dari Fulbright, ahli yang juga menulis sejumlah buku terkenal seperti "Touch Me There! A Hands-On Guide to Your Orgasmic Hot Spots."

1. Pasangan Anda tidak bersosialisasi seperti biasanya. Si Dia banyak menghindar dari aktivitas, absen dengan alasan tak jelas, dan tidak mampu mengatur waktu untuk dirinya sendiri. Ia menjadi kurang antusias dalam bersosialisasi atau meluangkan waktu untuk orang lain termasuk keluarganya sendiri.

2. Pasangan Anda kurang bergairah dalam seks atau tak merespon rangsangan seks. Anda akan menemukan penurunan dalam hal perasaan secara fisik dan sentuhan non-seksual. Jika Anda melakukan seks dengannya, itu karena Anda yang berinisiatif. Pasangan Anda mengalami kesulitan untuk menemukan dorongan atau hasrat seksual (contohnya, mencapai ereksi atau orgasme).

Selain itu, pasangan Anda juga biasanya butuh lebih banyak stimulasi untuk benar-benar terangsang dan kemudian klimaks. Biasanya, Anda dan pasangan kemudian mengalami ketidakpuasan dalam aktivitas seks.

3. Pasangan Anda mengajukan permintaan aneh atau kasar saat ngeseks. Anda akan merasa tertekan untuk melakukan aktiivitas seksual yangs secara fisik dan emosional sungguh tidak nyaman bagi Anda. Si Dia menerapkan bahasa seksual yang tidak biasa. Si Dia seperti mengobyektifikasi Anda, tetapi ia tampak tidak merasa terganggu.

4. Pasangan Anda seperti tidak “hadir”. Kekasih Anda menjadi seperti jauh secara emosional saat melakukan seks. Anda mulai merasa ditolak atau terabaikan secara seksual Di dalam atau diluar kamar tidur, Anda dan pasangan tidak bisa lagi menggambarkan keintiman secara emosional.

5. Pasangan Anda mulai mengeluhkan penampilan Anda. Pasangan Anda menjadi terlalu cemas dengan penampilan Anda dan menilai apakah Anda cukup menarik dari sisi seksual. Si Dia mungkin akan memberi komentar mengenai berat badan atau bentuk tubuh Anda. Ia juga membuat komentar-komentar seks yang tidak sensitif namun seakan menganggap Anda menjadi obyek seksual.

6. Anda merasa tidak lagi mendapat jawaban langsung dari pasangan Anda. Anda mulai curiga bahwa apa sering yang dikatakannya akhir-akhir ini adalah sebuah kebohongan. Jawaban yang diberikan si Dia juga tereksan samar dan mengada-ada. Si Dia juga menjadi tereksan defensif ketika ditanya soal tujuan melihat gambar porno.

Tak lama lagi Anda akan menemukan bukti-bukti si Dia menyembunyikan sesuatu, kebohongan, dan perilaku misterius, termasuk materi-materi porno yang Anda tidak tahu. Bisa jadi pasangan Anda juga menyimpan alamat e-mail pribadi, kartu kredit atau nomor ponsel orang yang tak dikenal.

7. Pasangan Anda secara praktis "Kawin dengan Internet". Si Dia menghabiskan sebaguan besar waktunya dengan duduk di depan komputer. Ia juga sering minta tidur sendiri atau mengubah waktu istirahatnya. Akibatnya, ia juga mengalami gangguan mata akibat berjam-jam menatap layar komputer. Ia juga biasanya mengeluhkan sakit pinggang leher atau dada.

8. Anda melihat perubahan perilaku pasangan Anda. Pasangan Anda bukan hanya tidak menyukai dirinya sendiri. Dia sulit mengendalikan emosi dan tidur nyenyak. Mood dan hasratnya berubah. Terkadang kondisi ini juga membuat Anda mengira apakah ada yang salah dengan kondisi mental pasangan Anda. Parasaan “sex pervert” atau kesalahan menempatkan seks akan menyebabkan dia bertindak kasar dan emosional untuk membela kelakuannya menikmati pornografi.

sumber
: www.kompas.com

Bila Istri Bergaji Lebih Tinggi

Suami yang enggak PD jelas akan minder. Istri yang doyan ngomel dan dominan juga berpeluang memunculkan konflik. Perlu kedewasaan dan relasi yang baik.

SERINGKALI
, istri bergaji lebih tinggi menimbulkan persoalan pada suami. Apalagi di dunia timur tempat kita berpijak masih menganut nilai-nilai bahwa lelaki adalah pemimpin dan perempuan cuma pengikut. Hingga, dalam kehidupan perkawinan, suami menempati "kedudukan" tertinggi, yakni sebagai kepala keluarga dan bertugas mencari nafkah, sedangkan istri mengurus anak dan keluarga. Sekalipun tuntutan jaman sudah bergeser ­istri pun harus mampu mencari nafkah dan suami mampu mengurus keluarga-, tapi nilai-nilai lama tersebut tak lantas menjadi luntur atau hilang sama sekali.

Itu sebab, bagi kebanyakan suami, penghasilan jadi amat berarti, bahkan identik dengan harga dirinya sebagai kepala keluarga. Hingga, penghasilan istrinya yang lebih tinggi membuatnya khawatir tak memperoleh pengakuan dari dunia, dan bukan tak mungkin menjadikannya ngotot untuk mendapatkan penghasilan maksimal. Sementara bekerja buat istri bukan semata-mata untuk memperoleh penghasilan, hingga beban dan tuntutannya pun tak seberat yang disandang suami. Jadi, bisa dimaklumi bila soal gaji istri yang lebih tinggi amat sensitif untuk suami, sampai-sampai mengganggu hubungan antara suami-istri itu sendiri.

Padahal, bilang Sri Triatri, Psi., penghasilan istri yang lebih tinggi harus disyukuri sebagai berkah bagi peningkatan kesejahteraan keluarga. Dalam bahasa lain, suami tak perlu minder atau malah berkembang menjadi bibit konflik berkepanjangan di antara mereka. "Banyak juga, kan, suami-istri yang bisa tetap hidup rukun dan damai meski jelas-jelas si istri bergaji lebih tinggi?" ujar pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, Jakarta, ini. Hanya memang, untuk sampai ke situ diperlukan relasi yang positif antara suami-istri dan kedewasaan dari kedua belah pihak. Hingga, tuntutan sosial tadi tak jadi bumerang buat si suami.

TAK PERCAYA DIRI

Intinya, minder-tidaknya suami amat tergantung dari kepribadian suami-istri itu sendiri dan sikap serta perlakuan masing-masing terhadap pasangannya. "Kalau istri rajin mengomel dan gemar mencerca, suami yang normal pun lama-lama akan minder. Sementara suami yang kurang PD alias tak percaya diri tetap saja dibayangi rasa rendah diri, kendati istrinya sama sekali tak pernah mempersoalkan gajinya yang lebih tinggi," tutur Tya, sapaan akrab psikolog ini.

Jadi, suami yang kurang atau malah tak memiliki rasa percaya diri dan konsep harga dirinya rendah, umumnya juga kurang mampu membina hubungan interpersonal yang baik dengan siapa saja, bukan cuma dengan istrinya. Pria tipe begini, lanjut Tya, bila memiliki istri berkedudukan/bergaji lebih tinggi, biasanya akan menjadikan dirinya makin merasa tak berarti. Celakanya, dalam keadaan seperti itu tiap manusia, termasuk suami, memiliki beragam defense untuk mempertahankan harga dirinya yang bisa berkembang menjadi konflik tak terselesaikan.

Sementara istri yang cenderung meremehkan suami, menurut Tya, boleh jadi karena sejak kecil tak pernah melihat banyak uang atau merasakan kemewahan. Hingga, di saat mendapat kelimpahan materi, ia cenderung gampang lupa. Meski bukan tak mungkin suami-istri tersebut sebetulnya memang sudah bermasalah dan enggan mencari solusi yang sehat. Hingga, si istri sengaja menggunakan kesempatan dan cara-cara tersebut untuk balas dendam atau menyakiti suaminya. Padahal, "kalau ada sesuatu yang tak beres, kan, harusnya dikomunikasikan, bukan malah mencari jalan keluar ngawur semacam itu."

Faktor lain, istri dominan. "Istri model ini umumnya memiliki need of power yang tinggi dan tak bisa mengendalikan emosi." Hati-hati, lo, Bu, dominasi istri, menurut Tya, bisa mendorong suami mencari perempuan lain yang membuat dirinya merasa dihargai sebagai lelaki. Sekalipun ia mesti menghamburkan uang untuk "membeli" pengakuan tadi, misal.

Namun, Tya yakin, jika masalah di antara suami-istri cuma sebatas gaji, dampaknya takkan separah itu. "Seberapa pun harga dirinya tersinggung, suami yang bersikap dewasa pasti mampu mengontrol dirinya, hingga takkan melakukan cara-cara liar seperti tadi sebagai jalan keluar. Ia malah akan lebih concern untuk bicara pada istrinya kala si istri mulai menampakkan perilaku yang kurang menyenangkannya." Begitu juga istri yang dewasa, akan menegur dengan gaya bicara yang menyenangkan saat merasa tak nyaman dengan kondisi suaminya. "Jadi, bukan berupa kritik pedas yang menyudutkan apalagi menjatuhkan atau menghancurkan."

JANGAN MEMBANDINGKAN

Sebetulnya, bilang Tya, istri bisa "membaca" kondisi hati suami yang tersinggung; dari kata-kata terkesan lebih ketus, wajah yang kelihatan tegang, sampai penampilan yang lebih murung, diam dan cenderung menarik diri. Nah, bila menemukan tanda-tanda seperti itu tanpa sebab jelas, atau mengomel tentang kondisi di luar dirinya, itulah saat istri introspeksi diri. "Pasti ada ketaknyamanan dalam diri suami yang bisa ditelusuri sumbernya, apakah dari dalam dirinya, dalam keluarga atau pekerjaan di kantor."

Sementara untuk menumbuhkan kepercayaan diri suami yang minder, bisa ditempuh dengan berbagai hal. Di antaranya, memberi kesempatan untuk melakukan kegiatan lain yang menumbuhkan kebanggaan diri. Di lingkungan masyarakat sekitar, siapa tahu ia bisa memegang jabatan tertentu yang positif dan potensial meningkatkan harga dirinya, misal. Atau, beri kesempatan untuk berperan aktif dalam keluarga. Misal, anak ingin tahu lebih banyak tentang komputer, sarankan untuk bertanya pada bapaknya. Sekalipun si ibu tak gagap teknologi, kerendahan hati ini juga akan membuat anak percaya bahwa bapaknya bila melakukan sesuatu yang istimewa dan memberi kebanggaan.

Tak kalah penting, lanjut Tya, jangan membandingkan atau malah memaksakan kesuksesan kita pada suami. "Setiap manusia seyogyanya bisa meng-organize mana pikiran-pikiran yang harus dikembangkan dan mana yang tidak, mana yang perlu diberi atensi dan mana pula yang tidak." Meski boleh jadi kita mengutarakan perbandingan itu untuk memotivasi atau memacu suami agar sama-sama berprestasi. Soalnya, baik istri maupun suami tak dibenarkan berpikir untuk mengubah pasangan. Justru yang harus dikembangkan adalah sikap menerima pasangan apa adanya. "Kesediaan menerima pasangan apa adanya bisa menjadi perekat hubungan di antara suami-istri."

Istri pun harus bisa mengontrol tindakan-tindakannya dengan tegas-tegas memisahkan perannya di kantor dan di rumah tangga. "Jangan sampai mentang-mentang jadi pimpinan di kantor, lantas bossy di rumah. Karena perannya memang berbeda, maka tugas dan kewajibannya, kan, juga berlainan. Di rumah, ia tetaplah istri pendamping suami."

PENTINGNYA KETERBUKAAN

Harusnya, kata Tya lebih lanjut, kemungkinan munculnya konflik gara-gara istri bergaji lebih tinggi sudah disadari dan dibicarakan sejak awal, bahkan sebelum memutuskan untuk menikah. Dengan begitu masing-masing sudah punya visi bagaimana cara menghadapinya, semisal membuat komitmen-komitmen seputar hal itu. Apalagi bila (calon) istri memang berpendidikan tinggi, memiliki motivasi kuat dan berpeluang maju, sementara karir suami cenderung mentok. Belum lagi kenyataan bahwa wanita kini relatif lebih mudah mencari pekerjaan dibanding pria diberbagai bidang pekerjaan.

Jikapun kesadaran ini baru muncul setelah menikah, pun bukan merupakan kesalahan fatal yang tak bisa dikoreksi karena masih bisa dibicarakan. "Tapi ngomong-nya jangan langsung to the point, meski juga bukan sambil lalu. Melainkan dalam rangka membicarakan hal lain, misal, kala membicarakan pengelolaan pengeluaran." Contoh, "Buat belanja kebutuhan sehari-hari, sebaiknya gaji Mama, deh. Gaji Papa untuk tabungan, kebutuhan mendadak atau keperluan yang membutuhkan dana tak sedikit seperti beli rumah atau kendaraan."

Jika inisiatif untuk ber-sharing dari masing-masing cukup tinggi, kata Tya, biasanya pembicaraan lebih enak dan terbuka. Kalaupun terasa sulit, tetap harus diupayakan pembicaraan serupa. "Jangan pernah merasa lelah untuk mencoba menjalin komunikasi, termasuk mengenali keinginan dan kebutuhan pasangan," anjurnya.

Selain itu, tambahnya, kesediaan masing-masing pihak untuk terbuka mengenai pemasukan dan pengeluarannya juga amat dituntut. Minimal masing-masing tahu berapa kira-kira pemasukan pasangannya. Kendati, "Enggak usah persis detailnya atau tiap bulan harus setor slip gaji." Dengan modal ini, mereka berdua bisa memprediksi pengelolaan ekonomi rumah tangga.

Menurut Tya, bila hal ini sudah dibiasakan sejak awal, meski bergaji lebih tinggi, istri takkan dengan enteng bilang, "Ah, ini uangku, kok! Aku boleh, dong, beli apa saja sesukaku!" Suami pun tak lantas ongkang-ongkang kaki mengandalkan gaji istrinya untuk membiayai rumah tangga mereka, sementara gajinya sendiri lebih sering dikirim untuk membiayai adik-adiknya atau hal-hal lain. "Pola-pola pembelanjaan seperti itu tak bisa dibenarkan dalam relasi suami-istri. Sebab, kecenderungan masing-masing untuk berjalan sesukanya sendiri-sendiri inilah yang menjadi bibit-bibit pertengkaran suami-istri."

Jikapun istri ingin membeli benda-benda yang tak kelewat perlu tapi harganya relatif sangat mahal, seperti parfum dan perhiasan dengan uang gajinya sendiri, boleh-boleh saja asalkan tetap harus dibicarakan dengan suami. Begitu pun bila suami ingin mengirim bantuan untuk siapa pun mesti "seijin" istri

Sumber : Th. Puspayanti, www.kompas.com

Vitamin Penting Bagi Para Perokok

MENGHENTIKAN kebiasaan merokok memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun begitu, bukan berarti Anda harus menyerah begitu saja pada keadaan dan tidak berupaya untuk memperbaiki diri atau membuat Anda hidup lebih sehat.

Kalau Anda seorang perokok berat, ada baiknya Anda rajin mengonsumsi vitamin-vitamin antioksidan. Hal ini penting karena vitamin dan antioksidak setidaknya memberikan sedikit perlindungan terhadap dampak-dampak merokok yang membahayakan.

Bukti-bukti akan manfaat vitamin antioksidan telah banyak diungkap melalui riset dan penelitian. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine edisi Nov lalu misalnya, menunjukkan bahwa penggunaan suplemen antioksidan beta karoten jangka panjang (lebih dari 15 tahun) dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer atau penurunan kemampuan berpikir.

Ide bahwa antioksidan seperti beta karoten dapat membantu melindungi terhadap penyakit Alzheimer bukan hal baru. Namun ide tersebut masih kontroversial karena sejumlah studi ada pula yang tidak mennujukkan hasil positif. Walau pun begitu, tidak ada salahnya Anda memperbaiki asupan nutrisi dengan mengonsumsi makanan bergizi atau vitamin dalam bentuk antioksidan.

Para ahli nutrisi biasanya menganjurkan konsumsi vitamin-vitamin ini supaya sistem kekebalan tubuh Anda lebih kuat dan memperbaiki kerusakan akibat asap tembakau. Berikut adalah jenis vitamin yang baik untuk dikonsumsi para perokok seperti yang diungkap dalam buku Rahasia Awet Mudah Bagi Pria karangan Doug Dollemore dab Mark Giuliucci..

- Vitamin C. 250 hingga 1000 miligram per hari. Kecukupan Gizi yang dianjurkan untuk vitamin ini adalah 60 miligram. Sumber-sumber makanan yang banyak mengandung vitamin C di antaranya adalah jeruk, brokoli, semangka, cabai merah, buah kiwi, dan stroberi.

- Vitamin E . 100 hingga 400 IU per hari. Kecukupan Gizi yang dianjurkan untuk vitamin ini adalah setara dengan 10 miligram alfatokoferol atau 15 IU. Makanan yang kaya vitamin E antara lain adalah minyak sayur, kecambah dan mangga.

- Beta karoten, 15 hingga 30 miligram per hari. kecukupan Gizi yang dianjurkan untuk ini belum ada. Makanan yang banyak mengandung beta karoten adalah jeruk kuning dan buah-buahan berwarna hijau tua dan sayuran seperti wortel, ubi squash selain bayam dan sayuran berdaun hijau lain.

Sama Sulitnya, Lepas dari Ganja atau Rokok

Awalnya memanghanya mencoba-coba, tapi lama-lama bisa jadi ketagihan atau kecanduan. Itulah yang terjadi jika Anda mengenal beberapa benda yang bisa menyebabkan kecanduan seperti rokok, ganja atau pun narkoba.

Sekali menghisap tembakau atau ganja misalnya, Anda mungkin bisa merasakan efeknya. Padahal untuk melepaskan diri dari jerat kedua jenis candu ini tidaklah mudah. Sebuah penelitian mengungkapkan, melepaskan diri dari kecanduan ganja atau mariyuana sama sulitnya dengan menghentikan kebiasaan merokok tembakau.

Adalah peneliti dari Johns Hopkins University School of Medicine di Baltimore yang membuat kesimpulan ini setelah melakukan sebuah studi kecil yang melibatkan 12 orang dewasa pecandu berat ganja dan rokok. Dari penelitian terungkap bahwa seseorang yang menghentikan kebiasaan menghisap ganja akan mengalami sakaw atau gejala kemunduran (withdrawal symptoms) yang sama dengan orang yang berupaya menghentikan kebiasaan merokok

Seperti halnya gejala kemunduran pada nikotin, dari penelitian terlihat bahwa menghentikan ganja juga dapat menyebabkan seseorang mengalami masalah seperti emosi yang mudah meluap, cemas, susah tidur dan sulit berkonsentrasi.

"Beberapa orang mungkin akan membuat Anda yakin bahwa ganja tidaklah berbahaya," ungkap pimpinan riset Ryan Vandrey, seorang asister profesor dari bagian Psikiatri Johns Hopkins University School of Medicine

Namun, lanjut Vandery, sejumlah penelitian lain telah membuktikan bahwa fakta tentang "sindrom gejala kemunduran ganja" itu memang ada "Temuan ini memberikan bukti akan signifikansinya," tegas Vandrey.

Walau begitu, dari penelitian ini belum jelas apakah gejala kemunduran ganja akan menrintangi keberhasilan seseorang untuk sembuh atau lepas dari kecanduan. Tetapi Vandrey mengatakan bahwa survey sebelumnya terhadap pengguna ganja yang tengah menjalani terapi menunjukkan bahwa orang yang mengalami gejala kemunduran cenderung lebih sulit untuk sembuh.

Dalam riset yang dipublikasikan jurnal Drug and Alcohol Dependence ini, Vandrey dan rekannya melibatkan para pecandu pria dan wanita yang menggunakan mariyuana setidaknya empat kali sehari dan merokok rata-rata 20 batang sehari. Tidak satu pun dari pecandu ini punya keinginan untuk berhenti atau melepaskan dari candu.

Vandrey dan timnya lalu meminta relawan pecandu ini untuk berhenti sementara dalam tiga periode berbeda masing-masing selama lima hari. Periode pertama, pecandu harus berhenti merokok, periode lainnya pecandu harus puasa dari ganja, dan peride terakhir para pecandu harus melupakan kedua jenis tersebut .

Dari pengamatan setiap kelompok secara keseluruhan, peneliti penemukan gejala kemunduran pada periode ganja sama parahnya dengan gejala kemunduran nikotin atau tembakau. Namun begitu, gejala kemunduran ini tidak mencapai titik terburuk ketika para pecandu harus puasa dari kedua jenis tersebut.

Penemuan ini, menurut Vandrey, seharusnya dapat membantu para pecandu berat ganja mendapatkan masukan tentang apa yang mereka bayangkan soal kata "kemunduran". Penelitian lain sejauh ini masih terus mencari cara untuk meringankan gejala ini misalnya pengobatan dengan menggunakan THC, bahan aktif dalam ganja.

Vandrey menambahkan pula, obat-obat tidur juga memiliki potensi menyembuhkan, karena buruknya kualitas tidur seringkali menjadi bagian dari kemunduran, meski sejauh ini belum diteliti lebih jauh.


AC
Sumber : REUTERS

KPAI Gagas UU Larangan Merokok Bagi Anak

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menggagas perlunya suatu Undang-Undang (UU) menyangkut larangan merokok bagi anak-anak.

"Peredaran rokok di Indonesia kini semakin tidak terkendali dan makin hari para perokok pemula makin berusia muda," kata Sekretaris KPAI, Hadi Supeno, di Magelang, Kamis (6/2).

Pada tahun 1970, katanya, perokok pemula berusia 15 tahun, tahun 2004 berusia tujuh tahun sedangkan sekarang ini berusia antara lima hingga sembilan tahun.

Ia mengatakan, hingga saat ini Indonesia satu-satunya negara anggota Badan PBB untuk Kesehatan (WHO) di Asia yang belum meratifikasi Framework on Tobacco Control.

Pada tahun 1993, katanya, sebanyak 192 negara anggota WHO menetapkan konvensi pengendalian tembakau. Hingga saat ini sebanyak 137 negara telah meratifikikasi sedangkan lainnya termasuk Indonesia belum meratifikasi.

"Akibatnya peredaran rokok di Indonesia tidak terkendali, dan itu berbahaya bagi anak-anak," katanya.
Berdasarkan hasil penelitian KPAI perokok aktif di Indonesia sekitar 141,4 juta orang sedangkan jumlah penduduk Indonesia sekitar 220 juta orang. Cina dengan penduduk sekitar 1,2 miliar jiwa, perokoknya sekitar 300 juta.

Ia mengatakan, sekitar 80 persen dari total perokok Indonesia itu warga miskin dengan penghasilan sekitar Rp20 ribu per hari.

Menurut dia, gencarnya iklan rokok di media televisi. Perusahaan-perusahaan rokok juga menjadi sponsor utama berbagai kegiatan termasuk olahraga.

Sebanyak 2.846 tayangan di semua stasiun televisi di Indonesia selama satu tahun, katanya, disponsori rokok, sedangkan 1.350 kegiatan nasional juga sponsor rokok. Total produksi rokok pada tahun 1970 sekitar 33 miliar batang sedangkan tahun 2006 sekitar 230 miliar batang.

"Akibatnya sekitar 43 juta anak usia hingga 18 tahun terancam penyakit mematikan," katanya. Ia menyatakan pentingnya pemerintah menekan perokok guna mencegah pengaruh buruk rokok bagi anak-anak.

Negara-negara maju seperti Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat berhasil menekan angka perokok secara signifikan. Tetapi di Indonesia justru mengalami peningkatan pesat.

Kebijakan pemerintah tidak mampu mengendalikan peredaran rokok karena rokok menjadi sumber pembiayaan pembangunan. Tahun 2007 cukai rokok mencapai sekitar Rp57 triliun, katanya.

Selain itu, katanya, Kementerian Perindustrian menjadikan rokok sebagai industri utama yang menyangga industri nasional, bahkan akan terus dikembangkan hingga tahun 2020.

"Seharusnya jangan produksi rokok yang dinaikkan tetapi cukai rokok yang dinaikkan sehingga rokok menjadi barang mahal dan tidak bisa dicapai anak-anak," katanya.

Pemerintah juga harus segera meratifikasi konvensi pengendilan tembakau karena di dalamnya mengatur larangan iklan rokok.

Ia juga mengatakan, rancangan amandeman undang-undang tentang kesehatan yang dalam pembahasan saat ini antara lain mengatur larangan rokok bagi anak-anak. "Merokok bagi anak mengganggu pertumbuhan jaringan tubuh," katanya.

Hingga saat ini KPAI melakukan survei tentang rokok, menggalang kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat antirokok, melakukan lobi dengan berbagai pihak terkait, serta menggalang aliansi dengan pemangku kepentingan atas larangan merokok bagi anak, katanya.

Sumber :www.kompas.com

Prevalensi Anak Merokok 26,8 Persen

Anak-anak Indonesia kini dalam bahaya karena mereka merokok sejak usia dini. Prevalensi perokok anak usia 13-15 tahun mencapai 26,8 persen dari total populasi penduduk Indonesia, 234 juta jiwa.

Permasalahan merokok pada anak adalah bencana nasional yang harus segera ditangani. Karena itu, Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak mendesak pemerintah melarang secara menyeluruh iklan, promosi, dan sponsor rokok.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi mengemukakan hal itu, Kamis (17/1), setelah mengekspose hasil penelitian Komnas Perlindungan Anak bersama Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) dan Tobacco Control Support Center-IAKMI, yang dilakukan Januari-Oktober 2007. "Iklan rokok merupakan monster bagi anak-anak karena ia dengan mudah terpengaruh," ujarnya.

Zulazmi Mandu, Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Prof DR Hamka, yang juga memaparkan hasil penelitiannya di Komnas Perlindungan Anak, mengungkapkan, sedikitnya satu dari lima remaja di DKI Jakarta mengaku timbul keinginan untuk menyalakan rokok sesaat setelah melihat iklan rokok.

Seto Mulyadi yang didampingi Sekjen Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menjelaskan, tren usia inisiasi merokok menjadi makin dini, yakni usia 5-9 tahun. Perokok yang mulai merokok pada usia 5-9 tahun mengalami lonjakan paling signifikan, dari 0,4 persen pada tahun 2001 menjadi 1,8 persen pada tahun 2004. Tahun 2007, meski belum punya angka pasti, diyakini akan meningkat dibandingkan dengan tahun 2004.

Dalam pantauan Komnas Perlindungan Anak, menurut Seto Mulyadi, sepanjang Januari-Oktober 2007 terdapat 2.848 tayangan televisi yang disponsori rokok di 13 stasiun televisi. Juga tercatat 1.350 kegiatan yang diselenggarakan/disponsori industri rokok, seperti kegiatan musik, olahraga, film layar lebar, seni dan budaya, hingga keagamaan.

"Pada acara-acara ini kerap kali industri rokok membagi-bagikan rokok gratis kepada pengunjung tanpa pandang usia, kendati bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2003," ujarnya.

Larang Iklan Rokok

Iklan rokok dan kegiatan-kegiatan yang disponsori industri rokok menimbulkan keinginan remaja merokok, yang akhirnya menjadi perokok tetap. Karena itu, sebuah regulasi yang melindungi anak dan remaja dari maraknya iklan dan kegiatan sponsor rokok mutlak diperlukan.

"Larangan menyeluruh terhadap iklan, promosi, dan sponsor rokok dalam berbagai kegiatan adalah salah satu upaya melindungi anak-anak dari kecanduan terhadap tembakau," kata Seto.

Demi kepentingan terbaik bagi anak dan menyelamatkan generasi muda bangsa dari dampak bahaya tembakau, lanjut Seto, Komisi Nasional Perlindungan Anak mengimbau kepada pemerintah untuk, pertama, membuat regulasi yang melarang secara komprehensif segala bentuk iklan, promosi, dan sponsor rokok.

Kedua, mengatur praktik tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang dilakukan industri rokok agar tidak menggunakan merek rokok maupun nama perusahaan karena bisa merupakan iklan terselubung. (NAL)

Sumber :www.kompas.com

Lebih 43 Juta Anak Hidup dengan Perokok

LEBIH dari 43 juta anak Indonesia hidup serumah dengan perokok dan terpapar asap tembakau pasif atau asap tembakau lingkungan. Anak-anak yang terpapar asap tembakau dapat mengalami pertumbuhan paru yang lambat, lebih mudah terkena bronkhitis dan infeksi saluran pernafasan dan telinga serta asma.

Kesehatan yang buruk di usia dini memungkinkan menjadi penyebab buruknya kesehatan di saat dewasa. Karena itu yang terpenting bagaimana menghindarkan rokok dari jangkauan anak-anak, kata Menteri Ke sehatan Siti Fadilah Supari saat membuka diskusi bertema Perlindungan Anak terhadap Bahaya Rokok di Jakarta, Rabu (16/4).

Data mengenai jumlah perokok di Indonesia menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia, pada tahun 1970 perokok termuda adalah kelompok umur 15 tahun. Namun pada tahun 2004, perokok termuda ada kelompok usia tujuh tahun.

Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, pada tahun 2004 populasi perokok pada usia anak-anak cukup tinggi, yakni perokok aktif pada usia 13-15 tahun sebanyak 26,8 persen dan pada usia 5-9 tahun sebanyak 2,8 persen.

Global Youth Tobbaco Survey Indonesia tahun 2006 melaporkan lebih dari 37,3 persen pelajar biasa merokok dan tiga di antara 10 pelajar menyatakan pertama kali merokok pada umur di bawah 10 tahun atau 30,9 persen. Anak laki-laki yang merokok lebih banyak (61,3 persen) dibandingkan anak perempuan (15,5 persen). Selain itu, sekitar 64,2 persen anak-anak sekolah terpapar asal rokok selama mereka di rumah.

Sumber : www.kompas.com

Iklan Rokok adalah Musuh Bersama

Iklan rokok adalah musuh bersama karena berdampak pada kesehatan dan menyebabkan kematian. Kita tidak boleh toleransi terhadap sponshorship rokok. Kita harus mengubah pola pikir, bahwa merokok bukanlah pertanda suatu kehormatan. Jangan lagi populerkan bahwa merokok itu makruh.

Menteri Pemberdayaan Prempuan Meuthia Hatta mengatakan hal itu, ketika membuka workshop Perlindungan Anak dari Dampak Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok, yang digelar Komnas Perlindungan Anak di Jakarta, Senin (28/1). "Kita harus melihat kecendrungan anak-anak dan remaja merokok sejak usia dini sebagai keprihatinan," katanya.

Kementerian Perempuan yang mengurus anak-anak dan perempuan pernah mendapat dana Rp 200 juta dari industri rokok, tapi hal itu dikembalikan meski sebenarnya kami butuh uang. Bahkan tidak hanya itu, karena kepedulian kepada anak-anak, kami, kata Meuthia, juga tidak menerima sponsor dari susu formula, kecuali untuk ibu hamil karena yang dituju adalah kaum ibu, dengan tujuan agar ia dan janinnya sehat.

Menurut Meuthia, perokok harus disadarkan begitu besar biaya yang harus dikeluarkan dari merokok. Survey tahun 1981-1997 pada kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, sedang, dan tinggi, menunjukkan bahwa pada kelompok ekonomi masyarakat rendah, pengeluaran untuk merokok naik 227 persen, yaitu dari Rp 343 per orang per hari menjadi Rp779 per orang per hari. Saat ini diperkirakan lebih besar lagi seiring dengan kenaikan harga barang.

"Suatu beban ekonomi yang berat mengingat hampir 60 persen pengeluaran mereka masih untuk pemenuhan kebutuhan makan, demikian jelas dampak merokok terhadap proses pemiskinan. Pengeluaran untuk rokok sebenarnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga (anak balita), khususnya pada keluarga-keluarga miskin," papar Menteri Pemberdayaan Perempuan itu.

Meuthia berpendapat, perlu adanya regulasi untuk melindungi masyarakat, anak dan remaja dari bahaya merokok, hingga saat ini pemerintah hanya mempunyai PP_Nomor 19 Tahun 2003 tentang larangan iklan rokok di TV pada tanyangan Pukul 17.00 sampai dengan 20, tempat ibadah, sarana kesehatan dan pendidikan, tempat anak-anak beraktivitas, tempat dan kendaraan umum. Larangan pemberian rokok secara gratis, namun efektivitasnya sampai saat ini belum terlihat mengingat beragamnya kondisi dan situasinya.

"Para tokoh agama dan ulama perlu menyebarluaskan tentang hukum merokok dari sudut hukum agama (Islam), jika perlu mengeluarkan fatwa yang lebih keras mengingat meroko lebih banyak mudharatnya dari manfaatnya," jelas Meuthia.

sumber : www.kompas.com

Label Peringatan Bungkus Rokok tak Efektif

Pesan peringatan pada bungkus rokok yang beredar saat ini tidak efektif dalam menanggulangi masalah kesehatan masyarakat. Padahal peringatan pada bungkus rokok merupakan sarana pendidikan kesehatan masyarakat yang efektif dan murah karena tak memerlukan biaya pemerintah.

Demikian pernyataan yang diungkap Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Badan Khusus Pengendalian Tembakau atau Tobacco Control Support Center (TCSC), Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Yayasan Jantung Indonesia, dan Pusat Penelitian Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dalam jumpa pers di kantor Yayasan Kanker Indonesia, Selasa (8/1).

Beberapa organisasi itu juga menutut p
emerintah segera membuat peraturan tentang peringatan kesehatan pada bungkus rokok dan di semua kemasan produk tembakau. Syarat-syaratnya, peringatan itu berbentuk gambar dan tulisan dengan pesan tunggal sesuai bahaya yang ditimbulkan rokok, luasnya 50 persen dari permukaan depan dan belakang bungkus rokok, letaknya di bagian atas, mudah terlihat dan pesannya diganti secara periodik.

"Label peringatan kesehatan di bungkus rokok dengan gambar dan tulisan akan meningkatkan pengetahuan baik perokok ataupun bukan perokok akan bahaya dari rokok tersebut sehingga mereka akan ragu untuk merokok lalu mengurangi merokok dan akhirnya berhenti merokok. Seperti yang telah dilakukan oleh negara-negara seperti Kanada, Brasil, Australia, Singapura, Thailand, Uruguay, Venezuela dan India. Mereka berhasil terus kenapa Indonesia nggak bisa?," ungkap Dr.Widyastuti Suroyo, Ketua TCSC.

Wakil Ketua TCSC, Dr.Kartono Muhammad menambahkan, "Adanya political way dari Pemerintah dan kita tidak mungkin menghentikan pabrik rokok, untuk itu kita perlu mendesak pemerintah untuk mengeluarkan peraturan yang tegas tentang perubahan label dan iklan rokok agar masyarakat mendapatkan informasi dan peringatan yang jelas dan benar atas dampak yang ditimbulkan akibat merokok."

Menurut penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI), hampir semua anggota masyarakat pernah membaca peringatan kesehatan di bungkus rokok akan tetapi kebanyakan mereka tak percaya akan kebenaran isi peringatan yang ada sekarang. Dan hasil riset menunjukkan 76% atau lebih dari perempat responden, baik perokok maupun bukan perokok menginginkan pesan kesehatan yang berbentuk gambar dan tulisan. Perokok bahkan mengusulkan gambar hendaknya spesifik, informatif dan menakutkan.

Jumpa pers ini juga dihadiri Komisi Nasional Perlindungan Anak, Departeman Kesehatan, Badan POM, pemerintah yang diwakili Komisi Sembilan dari DPR, dan seorang pencandu rokok yang menderita kanker dan saat ini telah bebas dari kanker, Indonesian Forum Parlemen untuk Kependudukan.
Sumber : www.kompas.com

Merokok Picu Keinginan Bunuh Diri

Paris, Rabu - Peringatan yang menyebutkan bahwa merokok dapat merugikan kesehatan mungkin sudah biasa dihiraukan dan seringkali tak mempan buat para pecandu. Tetapi kini pecandu dapat mempertimbangkan yang satu ini ; “Rokok dapat memicu keinginan untuk bunuh diri". Peringatan ini bukanlah rekayasa, tetapi merupakan hasil sebuah riset terbaru para ahli di Jerman.

Riset terhadap para remaja di Bavaria menunjukkan dengan jelas hubungan antara merokok dan keinginan untuk bunuh diri. Riset yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders ini didasarkan pada data survei psikologi yang dikeluarkan pada 1995 terhadap 3.021 remaja berusia 14-24 yang tinggal di Munich. Responden ini disurvei kembali empat tahun kemudian, dan sebanyak 2.548 orang di antaranya memberikan jawaban.

Hasil riset menunjukkan, sekitar seperempat responden tidak pernah merokok, sedangkan sisanya merupakan perokok dengan tingkat bervariasi. Di antara perokok, sebanyak 40 persen melakukannya secara iseng atau sesekali saja, 17 persen perokok teratur “non-dependent” dan 19 persen merupakan perokok berat atau pecandu.

Di antara non-perokok, sekitar 15 persen di antaranya dilaporkan pernah terpikir untuk bunuh diri. Pikiran ini diefinisikan sebagai membuat rencana untuk bunuh diri atau melewatkan waktu selama dua pekan atau lebih dengan keinginan untuk mati. Pada perokok, prosentasenya cendrung meningkat. Rata-ratanya naik menjadi 20 persen di antara perokok iseng dan non-dependent. Namun di antara pecandu, keinginan bunuh diri tercatat sekitar 30 persen.

Dari riset juga terungkap adanya pola terucap pada 69 individu yang mencoba untuk bunuh diri. Hanya 0,6 persen dari non-perokok mengaku pernah mencoba untuk mengakhiri hidupnya; di antara perokok non-dependent rata-ratanya 1.6 persen; dan di antara pecandu angkanya melonjak hingga 6.4 persen.

Untuk memastikan bahwa hasil riset ini tak condong pada faktor lain, peneliti mencoba untuk tidak mempertimbangkan penggunaan alkohol, narkoba dan sejarah penyakit depresi di antara responden. Hasilnya ternyata tidak berbeda. Semakin tinggi tingkat kecanduangn responden, makin tinggi kemungkinan untuk melakukan bunuh diri

“Kampanye untuk mengurangi rokok seharusnya juga merujuk pada meningkatnya risiko bunuh diri pada perokok iseng dan perokok teratur,” ungkap pimpinan riset Thomas Bronisch dari Max Planck Institute of Psychiatry di Munich.

Peneliti juga mengakui bahwa riset ini memiliki keterbatasan. Salah satunya adalah tidak ditemukannya kasus bunuh diri dalam empat tahun berjalan. Dengan bagitu, kesimpulan riset ini didasarkan pada keinginan bunuh diri dan percobaan untuk melakukannya ketimbang tindakan nyata bunuh diri.

Sumber :www.kompas.com

Anak Merokok karena Iklan Rokok

JAKARTA,RABU - Iklan rokok dianggap sebagai kendala utama dalam pencegahan dampak bahaya rokok terhadap anak-anak. Penelitian Komnas Perlindungan Anak tahun 2007 menunjukkan bahwa 91,7% remaja berusia 13-15 tahun di DKI Jakarta merokok karena didorong oleh pengaruh iklan.

"Mereka umumnya terdorong untuk merokok melalui iklan, lewat billboard, seni, pendekatan keagamaan, olahraga, orang qasidah-an aja ada yang disponsori oleh rokok," ujar Sekretaris Jenderal Komnas Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirait di sela-sela Round Table Discussion Perlindungan Anak terhadap Bahaya Rokok di Jakarta, Rabu (16/4).

Aris menyebutkan bahwa Komnas Perlindungan Anak sama sekali tidak melarang keberadaan industri rokok di Indonesia, tapi masalahnya, anak-anak sudah menjadi korban karena iklan rokok. "Jadi nggak ada alasan bahwa iklan itu mau guyon atau mau apa gitu. Yang jelas kita akan melakukan judicial review terhadap PP No.19/2003 tentang perizinan pembatasan iklan rokok yang tidak ada sanksi hukumnya," ujar Aris.

Seperti yang dikatakan Menkes sebelumnya bahwa upaya perlindungan ini selalu tersandung oleh polemik antara dampak bahaya rokok baik kepada orang dewasa maupun anak-anak dan besarnya pemasukan negara yang diperoleh dari cukai rokok, Aris menganggap satu-satunya solusi adalah membatasi iklan rokok.

"Ini soal kemauan politik negara aja. Pengaturannya adalah tidak ada iklan sama sekali tentang rokok. Di Eropa sama sekali tidak ada iklan rokok di jalan. Di Indonesia, di jalan tol aja ada. Karena tidak ada aturan. Kalaupun itu dibuat tidak ada sanksi hukum, itu diakui kan oleh ibu Menkes," tambahnya.

Berkaitan dengan usaha induustri rokok yang semakin gencar mengembalikan citra positif di dalam masyarakat dengan menonjolkan tanggung jawab sosial, Aris mengharapkan Menkes serius dalam upaya mendorong ratifikasi terhadap PP yang mengatur soal perizinan iklan rokok tersebut dan Framework Convention of Tobacco Control (FCTC). Global Youth Tobacco Survey (GYTS) Indonesia pada tahun 2006 melaporkan lebih dari 37,3% pelajar biasa merokok dan tiga diantara sepuluh pelajar Indonesia menyatakan pertama kali merokok pada umur di bawah 10 tahun. (LIN)

Sumber ; www.kompas.com

Banyak Perokok Mati Gara-gara Rokok

PEREMPUAN yang berhenti merokok akan memperoleh manfaat besar dalam kesehatannya lima tahun kemudian. Meski begitu, masih butuh waktu puluhan tahun untuk memperbaiki kerusakan organ pernafasan dan menurunkan risiko kanker paru-paru.

Lima tahun sejak berhenti merokok akan terjadi pengurangan sebanyak 13 persen risiko kematian akibat semua penyakit, termasuk yang disebabkan kelainan jantung dan pembuluh darah.

Setelah 20 tahun berhenti merokok, maka risiko kematian yang dihadapi seorang perempuan akibat berbagai penyakit tersebut telah turun hingga sama dengan orang yang tidak pernah merokok, menurut studi peneliti tersebut. Studi tersebut juga mendapati bahwa perempuan yang mulai merokok pada usia lebih dewasa, memiliki risiko lebih kecil terserang berbagai penyakit paru-paru dan jantung.

"Temuan kami menunjukkan bahwa 64 persen kematian pada perokok serta 28 persen kematian pada mantan perokok, ternyata disebabkan oleh rokok," kata Stacey Kenfield dari Harvard School of Public Health di Boston dan para koleganya dalam laporan yang diterbitkan Journal of the American Medical Association.

"Berhenti merokok mengurangi laju kematian yang disebabkan semua penyebab utama akibat merokok," tulis mereka. Pada 5-10 tahun setelah berhenti merokok, terdapat penurunan sebesar 18 persen atas risiko kematian yang disebabkan penyakit pernafasan. Jika tingkat risikonya ingin sama dengan mereka yang bukan perokok, diperlukan waktu hingga 20 tahun.

Terjadi pula penurunan risiko kanker paru-paru sebesar 21 persen perempuan yang sudah lima tahun berhenti merokok, namun agar tingkat risikonya sama dengan yang tidak merokok, diperlukan waktu 30 tahun. Temuan-temuan itu adalah hasil terbaru dari penelitian terhadap lebih dari 121 ribu perawat di Amerika Serikat yang catatan kesehatannya direkam mulai tahun 1976.

Menurut para peneliti tersebut, pada tahun 2000 terdapat lima juta kematian prematur yang disebabkan merokok. Badan Kesehatan Dunia WHO memperkirakan bahwa pada tahun 2030, kematian yang disebabkan tembakau akan mencapai tiga juta jiwa per tahun di negara industri dan tujuh juta jiwa di negara-negara berkembang.


ABD
Sumber : Antara

Tujuh Langkah Melupakan Rokok

BERHENTI merokok tidaklah semudah membalik telapak tangan. Menurut direktur pendidikan masyarakat di American Lung Association of New Yo di New York City, Rami Bachiman, hanya 10 persen di antara 20 juta perokok yang mencoba berhenti tiap tahun akhirnya mencapai sukses.

Ada bermacam-macam strategi yang dapat digunakan untuk menolong diri sendiri seperti membuat tangan tetap sibuk mengunyah wortel, menghela napas panjang di udara segar, minu air putih, atau bahkan menghadiahi diri sendiri.

Kendatipun demikian berikut ini beberapa cara yang dapat meningkatkan peluang Anda untuk berhasil berhenti merokok dan tidak kembali lagi ke kebiasaan semula selama minggu-minggu pertama yang sangat kritis :

1. Catat kemajuan Anda. Bila Anda mencoba berhenti merokok secara pelan-pelan tetapi mantap, yang penting Anda perbuat adalah menetapkan kapan Anda akan betul-betul meninggalkan rokok. Akan tetapi sementara itu, catat setiap batang rokok yang Anda isap-di mana dan dalam kondisi apa, saran Don R. Powel, Ph.D. ketua American Institute for Preventive Medicine di Farmingto Hills, Michigan, yang juga seorang mantan perokok. Ini aka memudahkan Anda mengidentifikasi situasi-situasi yang menyebabka Anda merokok lalu menentukan perilaku alternatif sebagai penggant merokok.

2. Tahan keinginan Anda. Apabila Anda berhenti merokok secara bertahap, tiap kali Anda merasakan dorongan untuk merokok' tunggu lima menit sebelum menyalakannya', kata Dr. Powell. Setelah beberapa hari, perpanjang penundaan itu hingga 10 menit. Beberapa hari kemudian, perpanjang lagi menjadi 15 menit, dan seterusnya. "Anda akan menemukan bahwa dorongan untuk merokok semakin lama akan menghilang semakin cepat," katanya.

3. Cari pertolongan. Entah Anda ingin berhenti secara mendadak atau secara bertahap dengan pelan-pelan mengurangi banyak rokok yang Anda isap, alangkah baiknya bila ada orang yang memberikan dukungan. Dengan dukungan dari beberapa orang, hasilnya akan
jauh berbeda. Mintalah dukungan dari teman-teman dan keluarga, atau dari perkumpulan yang sama-sama ingin berhenti merokok.

4. Minum sari jeruk. Bagian paling sulit dari cara berhenti langsung dan menyeluruh, yang paling populer (tetapi bukan paling menjamin keberhasilan), adalah ketika Anda harus mengatasi reaksi-reaksi akibat hilangnya asupan nikotin, dan ini bisa berlangsung selama satu atau dua pekan. Akan tetapi Anda akan lebih mudah mengatasi reaksi-reaksi seperti mudah tersinggung, cemas, bingung, sulit konsentrasi, dan sulit tidur akibat penghentian asupan nikotin secara jauh lebih cepat apabila Anda banyak meminum sari jeruk selama masa itu. Itu karena sari jeruk membuat urin Anda lebih asam, jadi lebih cepat mengusir nikotin dari tubuh Anda, kata Thomas Cooper, D.D.S., seorang peneliti ketergantungan nikotin dan dosen ilmu kesehatan mulut di University of Kentucky di Lexington.

Selain itu rasa jeruk dalam mulut bisa membuat Anda merasa bahwa rokok tidak enak. Akan tetapi, bila Anda berhenti merokok dengan bantuan permen karet atau plester mengandung nikotin dari dokter, hindari minum sari jeruk dan minuman-minuman asam lain, karena dengan obat itu Anda ingin agar nikotin tetap ada dalam sistem Anda.

5. Bayangkan bahwa Anda sedang flu. Sebelum memberikan permen karet atau plester mengandung nikotin, ada dokter yang biasan meminta pasien yang ingin berhenti merokok agar membayangkan bahwa mereka sedang sakit flu.

Menurut Douglas E Jorenby, koordinator kegiatan klinis di Center for Tobacco Research and Intervention di University of Winsconsin medical School, gejala-gejala ketergantungan ini mirip dengan flu. Anda mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, lesu. Dan seperti ketika sedang flu, tidak banyak yang dapat Anda perbuat selain menunggu sampai mereda dengan sendirinya. Akan tetapi Anda akan mampu melewatinya. Selama Anda tidak menyerah dan kembali ke kebiasaan semula, reaksi ketergantungan itu akan hilang dalam seminggu atau dua minggu."

6. Jauhi bar dart kafe. Godaan terbesar untuk merokok lagi adalah ketika Anda pergi ke bar atau kafe, kata Dr. Jorenby. "Bagi banyak orang, kalau tangan yang satu memegang minuman, tangan yang lain harus memegang rokok. Oleh sebab itu jauhi dulu bar atau kafe selama setidaknya dua minggu pertama setelah berhenti merokok." Sebaliknya, sering-seringlah pergi ke perpustakaan, tempat ibadah, dan tempat-tempat umum lain yang melarang orang merokok. "Orang yang berhenti merokok tidak usah bersumpah tidak akan ke bar atau ke kafe lagi, tetapi berdasarkan pengalaman kami, tempat itu mengundang risiko tinggi bagi Anda, kecuali bila Anda telah berhasil mengatasi keinginan untuk merokok."

7. Tulis surat kepada istri tercinta. Ketika ketergantungan nikotin menyerang Anda, alih-alih mengambil rokok dan korek api, angkatlah pena kemudian tulis surat kepada istri Anda yang menerangkan mengapa merokok sangat penting dalam hidup Anda, kata Robert Van de Castle, ' Ph.D., profesor emeritus di University of Virginia Medical Center di Charlottesville. Dalam surat itu, cobalah menerangkan mengapa Anda meneruskan kebiasaan itu walaupun tahu bahwa itu akan mengurangi umur Anda dan mungkin tidak akan dapat menyaksikan putra Anda lulus dari perguruan tinggi, menikah atau peristiwa penting lain.

Sumber : Age Eraser For men

Rokok Kurangi Jatah Umur 5 Tahun

BAGI para pecandu rokok, kebiasaan ini memang mendatangkan kenikmatan sesaat. Akan tetapi, tanpa disadari mereka juga secara perlahan kehilangan banyak hal seperti materi dan kesehatan.

Yang lebih mengkhawatirkan, mengisap tembakau ternyata juga memengaruhi rentang waktu hidup seseorang. Menurut data yang dirilis US Journal of the National Cancer Institute, Selasa (10/6), efek merokok setara dengan penurunan harapan hidup hingga lima tahun.

“Dampak merokok terhadap peluang kematian ternyata sama dengan menambahkan pengaruhnya antara lima hingga 10 tahun,” ungkap laporan yang dilengkapi grafik risiko kematian tersebut.

“Baik pada pria maupun wanita , merokok akan meningkatkan risiko kematian hampir sama dengan magnitude lima tahun pada usia seseorang,” tambah laporan itu.

Angka tersebut diperoleh dengan memperhitungkan statistik risiko kesehatan dan kematian dari berbagai agensi, seperti American Cancer Society dan National Center for Health Statistics. Data tersebut kemudian disusun menjadi sebuah grafik risiko kematian untuk 10 tahun.

“Sebagai contoh, pria berusia 55 tahun yang merokok memiliki risiko kematian dalam 10 tahun akibat berbagai penyebab seperti halnya pria lain berusia 65 tahun yang tak pernah merokok,” kata laporan tersebut.

Di antara para wanita yang tak pernah merokok, rata-rata risiko kematian dalam 10 tahun akibat kanker payudara dan jantung akan sama hingga mencapai usia 60. “Bagi wanita yang saat ini masih merokok, peluang kematiannya akibat penyakit jantung dan kanker paru-paru melampaui peluang kematian akibat kanker payudara sejak usia 40,” katanya.

Hasil studi yang bertujuan membantu para dokter menyampaikan informasi tentang risiko merokok ini di pimpin oleh Lisa Schwartz dari Department of Veterans Affairs Medical Center di Vermont.

“Kami berharap, keberadaan sampel grafik sederhana ini memberi fasilitas bagi pasien dalam konsultasi dengan dokter tentang risiko penyakit dan membantu mereka memahami di mana harus fokus dalam upaya menurunkan risiko,” tulis peneliti.


Sumber : www.kompas.com

Bangunan Peninggalan Budaya Tionghoa Mengenaskan


SEJARAH Kota Jakarta atau Batavia tak hanya identik dengan sejarah kebudayaan Betawi, tetapi jauh sebelumnya sudah ada kebudayaan China peranakan atau Tionghoa. Sebelum kemerdekaan RI, peninggalan kebudayaan Tionghoa yang bersejarah masih banyak meninggalkan jejak di bangunan rumah, kelenteng, gedung, dan masjid yang berarsitektur Tionghoa, tapi sekarang sudah banyak yang hancur. Rusak karena dilindas kepentingan segelintir orang.

Bahkan, yang sudah dinyatakan sebagai cagar budaya pun, seperti Gedung Candra Naya, yang pernah dipakai Sin Ming Hui atau Perhimpunan Sinar Baru pada tahun 1946 itu, kondisinya tidak terawat. Beda dengan daerah lain seperti Padang atau Medan, bangunan bersejarah Tionghoa masih terawat. Di banyak kota-kota di China sendiri, bangunan tua sejak zaman Dinasti Yuan (1279-1368) masih terawat baik.

Kenyataan itu terungkap dalam seminar Chinese Houses: The Architectural Heritage of a Nation di Museum Bank Indonesia, Jakarta Kota, Senin (9/6). Tampil sebagai narasumber Sejarawan Adolf Heuken SJ, Pengamat Budaya Tionghoa David Kwa, dan Profesor Emeritus di State University of New York, Ronald G Knapp.

Heuken mengatakan, sebelum tahun 1740 rumah orang Tionghoa masih banyak di Batavia atau Kota Jakarta. Di masa kolonial Belanda, rumah Tionghoa banyak yang dibakar dan dibongkar. Namun demikian masih ada peninggalan bersejarah yang dapat ditemukan sekarang, walau tak banyak. Itu pun kondisinya memprihatinkan.

"Bangunan tua berarsitektur Tionghoa yang tersisa dan masih terawat hanya berupa klenteng. Sedangkan rumah-rumah berarsitektur Tionghoa di kawasan Senen, Glodok, Pinangsia, walau masih ada yang tersisa, kondisinya memprihatinkan. Ini sangat disayangkan sekali, karena dari dulu banyak juga sumbangan etnik Tionghoa dalam pembangunan Kota Jakarta," ujarnya.

Menurut Heuken yang menulis buku Historical Sites of Jakarta (2000) dan Gereja-gereja Tua di Jakarta dan Masjid-masjid Tua di Jakarta (2003), arsitektur Tionghoa tidak hanya ditemukan di rumah, gedung, dan klenteng Tionghoa, tetapi juga ditemukan pada bangunan Masjid, seperti pada bangunan Masjid Kebun Jeruk, Masjid Tambora, dan Masjid Angke. Jika di Masjid Kebun Jeruk dan Tambora dengan pengaruh Tionghoa cukup kuat, maka di Masjid Angke juga ada pengaruh arsitektur Belanda.

David Kwan mengatakan, peninggalan bersejarah etnik Tionghoa yang terbesar dan terlengkap di Jakarta adalah Gedung Candra Naya, yang didirikan tahun 1946. Namun, sekarang tinggal sepotong. Tanah dan Gedung Candra Naya sudah dibeli oleh salah satu raksasa bisnis negeri ini. Di sepanjang jalan Gadjah Mada, hanya tersisa tiga bangunan yang berarsitektur Tionghoa, salah satunya SMA 2.

Menurut Kwa, jika tak ada upaya pelestarian dari pemerintah, peninggan bersejarah etnik Tionghoa mungkin tinggal nama. Kepada peserta seminar, Kwa menjelaskan tiga ciri utama bangunan berarsitektur Tionghoa, yakni di ujung atapnya melengkung seperti busur, simbol ekor walet. Ini pertanda pemilik bangunan adalah kalangan pejabat Tionghoa.

Kemudian ada sepasang singabatu. Sepasang singabatu tidak hanya dipasang di klenteng, tetapi juga di rumah-rumah. Lalu, atapnya bergaya pelana. Ini rumah masyarakat Tionghoa kebanyakan, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di daerah lain seperti Semarang, Medan, dan lainnya.

Menurut David Kwa, Gedung Candra Naya adalah contoh bangunan berarsitektur Tionghoa yang ada pengaruh Hindia Belanda, seperti ada penyangga atap dari besi yang khas Belanda. Sementara di Tiongkok tidak ada penyangga besi. Lantai dari marmer, pintu/jendela berukuran besar, jendela dengan tempias.

Sedang Ronald Knapp memaparkan tentang bangunan-bangunan tua di China sejak Dinasti Yuan (1279-1368), sampai sekarang masih terpelihara baik, baik di Fujian Quangdong, Jiangxi, Zhehiang, Shicuan, Taipei dan kota-kota lainnya. Bahkan, dengan perkembangan jumlah penduduk atau keluarga, bangunan-bangunan baru di sekitar bangunan tua mengikuti pola arsitektur yang sudah ada.

Bangunan baru tersebut seperti meneruskan pola-pola bangunan lama, jelas Knapp, sembari menyangkan foto pembanding situasi bangunan dulu dan kondisi bangunan tersebut sekarang.


Yurnaldi
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

Tuesday, June 17, 2008

Konsumsi Rokok Rakyat Miskin Tinggi

JAKARTA -- Ketua Tobacco Control Support Center-Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Widyastuti Soerojo mengatakan dua dari tiga penerima bantuan langsung tunai mengkonsumsi rokok lebih besar daripada nilai bantuan yang mereka terima itu.

Dia menjelaskan, dari penelitian yang dilakukan, diketahui belanja rokok penerima bantuan tunai itu mencapai 12 persen dari seluruh pengeluaran bulanan. Penerima bantuan tunai setiap harinya mengkonsumsi 10 batang rokok dengan harga per batang Rp 500. "Mereka setiap hari menghabiskan Rp 15 ribu. Ini seperti membakar uang," katanya kemarin.

Widyastuti mengakui industri rokok Indonesia jeli mencari pasar yang paling rawan. Yang mereka sasar adalah kelompok miskin, mereka yang berpendidikan rendah, dan remaja. Apalagi perokok tidak punya kebebasan memilih karena zat adiktif (nikotin) memaksa perokok mengkonsumsinya terus-menerus. "Akibatnya, perokok tidak bisa mengalihkan pengeluarannya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga," ujarnya

Widyastuti menyarankan pemerintah meningkatkan harga rokok untuk mengurangi akses pengguna. Sebab, tidak semua perokok itu adiktif dan, ketika ada kecenderungan harga naik, mereka akan menghentikan pemakaian.

Peneliti Lembaga Demografi Universitas Indonesia, Abdilah Ahsan, juga menawarkan pilihan kenaikan cukai rokok untuk mengurangi pemakai. Menurut dia, kenaikan cukai 100 persen (dari tarif cukai 31 persen menjadi 62 persen) akan berdampak positif terhadap output perekonomian, pendapatan masyarakat, dan lapangan pekerjaan. "Harga akan naik 25 persen dan permintaan turun sekitar 9 persen," katanya.

Sumber : koran tempo

Saturday, June 14, 2008

Merokok? Hati-hati Pikun!

Jakarta Satu lagi risiko merokok ditemukan. Berdasarkan hasil penelitian, daya ingat seseorang bisa menurun drastis karena kebiasaan merokok.

Sebuah penelitian dilakukan oleh Institut National de la Sante et de laRecherche Medicale, Prancis selama tiga tahun. Hasil penelitian baru dipublikasikan Senin (9/6/2008) lalu.

Data penelitian diambil dari 10.308 orang perokok yang berumur antara 35-55 tahun. Beberapa hasil penelitian menjadi catatan penting bagi Anda yang mempunyai kebiasaan merokok.

Dikutip detikhot dari health24, Rabu (11/6/2008), ada empat catatan penting dari para peneliti. Yang pertama kebiasaan merokok dalam jangka waktu yang panjang dapat mengikis daya ingat seseorang, termasuk juga ingatan mengenai kata-kata (vocab) juga kemamuan berbicara.

Merokok di usia paruh baya akan mempercepat merosotnya daya tahan serta kemampuan tubuh. Selain itu merokok di usia paruh baya juga membuat tubuh rentan terserang berbagai penyakit.

Yang terakhir, kebiasaan merokok dapat menurunkan kemampuan kognitif (berfikir dan menganalisa) serta memperbesar risiko kematian.

Jadi, stop merokok sekarang juga!

(kee/eny)

Dosis Tepat Konsumsi Kafein

KANDUNGAN kafein terdapat di dalam kopi, teh, cokelat, dan beragam jenis minuman ringan lain. Agar bermanfaat bagi tubuh, mengatur dosis yang tepat menjadi keharusan.

Meminum secangkir kopi atau teh di pagi ataupun sore hari sambil menikmati embusan angin sepoi-sepoi di beranda rumah, mungkin telah menjadi kebiasaan banyak orang.

Kebiasaan itu menjadi rutinitas yang tak bisa ditinggalkan. Kebiasaan mengonsumsi teh atau kopi dengan kandungan kafein cukup beralasan. Kafein memiliki efek yang bisa menimbulkan kecanduan bagi mereka yang mengonsumsinya. Padahal, jika dikonsumsi secara berlebihan, kafein yang juga terdapat dalam berbagai jenis obat flu, sakit kepala, dan alergi itu, bisa menimbulkan dampak negatif bagi tubuh.

Efek kafein bisa menimbulkan kecemasan kronis, lekas marah, insomnia, dan diare. Dalam jumlah yang lebih besar, bahkan bisa menjadi racun bagi tubuh. Terutama untuk wanita yang sedang hamil, dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Kafein menjadi berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan karena dapat meningkatkan detak jantung dan metabolisme tubuh, menyebabkan sulit tidur, sakitkepala, dan merangsang cairan dalam lambung sehingga menimbulkan rasa panas. Kelebihan mengonsumsi kafein juga bisa menyebabkan sering buang air kecil.

"Terlalu berlebihan mengonsumsi kafein yang mengandung phenol menyebabkan tubuh sulit untuk menyerap zat besi. Padahal zat besi dibutuhkan oleh tubuh," kata dokter spesialis jantung Irawan Suprayitna.

Dokter yang praktik di daerah Pondok Indah itu memaparkan, kandungan kafein dalam secangkir kopi adalah 100 hingga 150 mg kafein. Sementara, dalam satu cangkir teh terdapat lebih kurang 40 mg kafein dan dalam satu batang cokelat ukuran sedang adalah 20-60 mg kafein. Kemudian, dalam satu botol minuman cola berukuran 340ml terdapat 40 hingga 60 mg kafein.

"Kafein yang terdapat dalam berbagai minuman dan obat-obatan itu, sebenarnya juga memiliki dampak jangka pendek, misalnya 30 menit setelah meminum secangkir kopi, pikiran akan bekerja lebih cepat," kata Irawan.

Hal senada juga dikatakan peneliti dari The Pharmacological Basis of Therapeutics, Dr J Murdoch Ritchie. Dia menyebutkan, kafein yang terkandung dalam kopi dan teh dapat menambah detak jantung, melebarkan pembuluh darah, dan mendorong aliran sampah cair ataupun padat dari dalam tubuh.

"Jadi terkadang orang akan merasakan kalau setelah meminum secangkir teh atau kopi tubuhnya akan terasa segar. Jadi mengonsumsi kafein dalam porsi yang tepat baik bagi tubuh," sebut Ritchie.

Dalam jumlah yang wajar, kafein dapat membantu pikiran, pekerjaan, dan pergaulan, tapi akan berubah menjadi racun bila dikonsumsi secara berlebihan. Jumlah yang tepat berbeda untuk tiap orang.

Ritchie menganjurkan, selain membatasi kafein yang masuk ke dalam tubuh, yang perlu diperhatikan ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein adalah memperhatikan proses pengolahan bahan minuman atau makanan tersebut.

" Kopi yang ditumbuk dengan cara tradisional rata-rata memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi. Demikian juga dengan teh. Teh yang langsung diseduh dengan air panas tanpa menggunakan kertas saringan, memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi," katanya.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...